tidak ada arahan dari Gus Yaqut
tidak ada aliran dana ke Gus Yaqut
Gus Yaqut melakukan kebijakan yang menjadikan Haji 2024 rekor terbanyak jumlah jamaahnya yang bisa ditampung, dengan tetap menjaga keselamatan jiwa terutama resiko berdesakan di Mina
tapi malah dikriminalisasi
Setelah pagi tadi didahului hujan lebat dan dinamika yang tak kalah lebatnya, hari ini (31/1) kita bersyukur merayakan Harlah 100 Tahun Masehi sebagai Nahdlatul Ulama yang satu.
Tidak mungkin kita berpikir tentang NU, kecuali pada saat yang sama kita berpikir dan bertindak tentang Indonesia. Karena kalau NU itu ‘mișbah’ maka Indonesia adalah ‘misykat’-nya.
Kami pastikan bahwa perjalanan satu abad ini jadi perjalanan yang tidak pernah lekang dan tidak pernah geser dalam membangun peradaban mulia. Abadān abidīn.
Terima kasih kepada semua atas semangat, dukungan dan doa restu. Alhamdulillah.
Sahabat-sahabat Ansor Banser seluruh Indonesia, mari bersama-sama secara serentak kita doakan masyarakat, bangsa dan negara ini di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selalu dalam lindungan Allah SWT., Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Kita langitkan doa untuk kebaikan Indonesia.
Jaga Aspirasi, Jaga Indonesia.
BAGANA Banser Tanggap Bencana Kebumen terus lakukan Assesment Kebencanaan dlm duka Banjir Bandang,
Mugi2 cpt mereda, dan tidak ada korban jiwa dan harta benda. Amiiin
Hak Masyarakat sipil untuk berbicara dan memperjuangkan kepentingannya dilindungi konstitusi dan merupakan salah satu pilar demokrasi. Mereka bersuara atas nama kehawatirannya.
Namun sudah jelas terbaca, bahwa ada kelompok kepentingan turut menumpangi gerakan sipil demi merusak tatanan berbangsa.
Mereka ibarat pemangsa bangkai, yang memanaskan tuntutan hingga menjadi pertempuran yang saling membinasakan. Mereka memprovokasi keadaan dengan mengalihkan objek sengketa apapun menjadi medan SARA berdaya rusak tinggi dengan mengkonversi tuntutan menjadi amukan dengan tujuan yang telah mereka kendalikan. Jika dibiarkan SARA BIKIN SENGSARA
Ini bukan manuskrip, juga bukan ritual.
Ini adalah pertunjukan musik oleh musisi Koolulam menyanyikan lagu Bob Marley.
Jadi jelas akun ini menebar fitnah!!
Video lengkapnya bisa dilihat di sini, sudah ditonton 1.7 juta kali https://t.co/qAlFgk6en1
Jadi Banser berat, ada ikhtiar, kemauan lebih untuk mengabdi pd agama dan Indonesia, setiap Banser pasti Ansor, tp belum tentu kader Ansor itu Banser. Mereka dilatih fisik dan ruhani, Ndak mudah, karena toh mereka Ndak digaji.
Lalu mereka dpt apa? Hanya mengharap barokah poro Muassis NU, poro Yai, hidup yg berkah, suk mati ben Khusnul Khotimah, ini dimensi ruhaniah, yg bakal bkin geleng2 kepala jk dipandang dr luar.
Banser apa krjanya? Kami punya kehususan, mulai dr tanggap bencana, penaggulangan kebakaran, lalu lintas, husada dll, selain menjaga Kiai2 kami, Banser juga mngabdi pd nilai2 kemanusiaan, li maslahatil ummah.
Video tsb adl video pasca pembaiatan kaderisasi Banser, ada Diklatsar, Susbalan, hingga Susbanpim utk skla nasional, bukan hanya pelatihan fisik yg berat, pelajaran yg berat, namun haru itu karena sebuah janji, sebuah sumpah sudah terucap, utk mengabdikan diri pd NU, pd agama dan Indonesia.
Lucu? Lebay? Itu hak orang2 yg menilai, spt ikhtiar kecil Banser utk menjaga rukun aman Indonesia di malam natal misalnya, nyinyir, hinaan, tidak membuat Banser berhenti mencintai Indonesia, begitu pula pujian atas mereka tidak akan membuat jumawa.
Jika ada yg pinisirin soal Banser, sila tulis di kolom komentar kawan2.
Kebijakan tidak wajib skripsi sebenarnya bukan kebijakan baru.
Tapi, kebijakan tidak wajib publikasi untuk mahasiswa S2-S3 itu benar2 keren.
Sejauh ini, mas menteri menjadi menteri yg berani mengakhiri tirani per-scopus-an ini 👍
Mau tau ga kenapa dulu wajib publikasi jurnal?
Surat terbuka untuk @tvOneNews
Dengan banyaknya unggahan semangat keagamaan penceramah Khalid Baasalamah di akun resmi @tvOneNews apakah sikap ini menjadi preferensi keagamaan oknum jurnalisnya? Atau menjadi Khalid Baasalamah menjadi preferensi keagamaan @tvOneNews sebagai sebuah portal berita nasional?
Jika kemudian dijawab adalah hak kalian untuk memuat ulasan keagamaan apapun dg alasan pers sebagai pilar keempat demokrasi, maka pers termasuk kalian juga punya tanggung jawab moral menjadi tiang bagi bagaimana indah demokrasi ini tetap tegak dg pilar2 semangat keagamaan yg moderat, damai dalam indah perbedaan, dan mencintai nilai2 luhur moyang kita sebagai warisan budaya adi luhung bangsa kita tercinta ini bukan?
Tentu @tvOneNews punya banyak referensi soal jejak ceramah bagaimana semangat keagamaan Khalid Baasalamah bermasalah untuk soal2 yg saya sebut diatas yang seharusnya kita jaga bersama, saya bukan mempermasalahkan amaliyah ubudiyah Khalid Baasalah semisal soal dia ga mau baca yasin malam jumat, tidak Qunut dan sebagainya, itu hak dia, namun yg bermasalah adalah semangat keagamaan dia soal bagaimana keindonesiaan, moderasi beragama, menjaga nilai luhur budaya kita yg bermasalah, pelarangan hormat bendera merah putih pada anak2 saat upacara bendera, mengharamkan dan menganjurkan memusnahkan Wayang, yg kita pahami bersama menjadi warisan luhur moyang kita, bahkan yg lebih mengerikan, dia menghramkan Pajak negara, BPJS Zalim, semangat2 keagamaan dia ini yg berbahaya bagi bangsa ini yang harus kita cegah bersama, bukan malah dikasi panggung.
Pada semangat menjaga damai Indonesia, moderasi bergama, umat beragama yg toleran, rukun dalam perbedaan iman, mencintai indonesia dg segala warisan luhur moyang kita, seharusnya menjadi semangat bersama dan menjadi semangat @tvOneNews dan semua pers di Indonesia, apa jadinya jika pers nasional memberi panggung bagi semangat penceramah yg mempunyai semangat keagamaan yg berbahaya bagi indonesia itu sendiri?
Jika mau berbicara lebih jauh, Khalid Baasalamah ini pentolan Wahabi Salafi, klp keagamaan yg sangat berbahaya bagi bangsa ini, mulai dari genealogi ideologi mereka yg brutal dan radikal sejak mereka berdiri di Najd sana, yang kemudian menjadi monster buas saat bergandeng dg politikus yg mengejar kekuasaan bernama Saud, menjadi catatan kelam Islam di Jaizrah arab kala itu, jika banyak yg belum paham cerita ini, @tvOneNews bisa menjadikan ini sebagai wawasan keislaman masyarakat kita. Salafi Wahabi menjadi semaian subur bagaimana radikalisme dan terorisme berkembang di Indonesia, Wahabi Salafi mengajarkan membuat Bom? Tidak, namun preferensi kegamaan mereka yg tekstual, ekstrem, cita2 menjadikan agama sebagai dasar negara dsb, menjadikan siapapun yg mengikutinya selangkah lagi bisa terjerumus dlm lingkar terorisme. Ini bukan asumsi saya, sila cek data BNPT, hampir semua Napi Teroris itu berpaham Salafi Wahabi, dan sekali lagi, Khalid Baasalamah adala pentolan Salafi Wahabi.
@tvOneNews saya yakin sebagai sebuah organ pers punya semangat yg sama dg mayoritas umat beragama di Indonesia, menjaga berasma bangsa ini, dan tidak sepakat atas kelompok kegamaan apapun yg semangatnya berbahaya bagi toleransi, moderasi beragama, indah dalam rukun pernedaan bangsa ini bukan? Memberi ruang untuk pentolan klp kegamaan yg berbahaya saya kira bukan langkah bijak dan juga berbahaya.
Gus Iqdam,
Yai muda NU yg stiap majlis pngajiannya tdk pernah kurang dr 20 rb orang yg hadir, ttp ikut Ansor, Diklatsar Banser, knp? jawabannya satu.
Pengen diaku santrine Mbah Hasyim Asy'ari.
Pimpinan Pusat GP Ansor menerima kunjungan silaturrahmi Dialogue Centre (Pusat Dialog), sebuah organisasi progresif di Singapura.
Organisasi yang terdiri dari dosen, peneliti, jurnalis, aktivis sosial, pemimpin NGO antaragama, dan para pelajar ini diterima langsung oleh Sahabat Abdul Rochman (Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor).
Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi banyak hal termasuk sharing pengalaman bagaimana Ansor berkomitmen menjaga Islam moderat sebagai langkah strategis merawat harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.