The appointment of Suahasil Nazara as Indonesia’s new finance minister signals the government’s recognition of its fiscal challenges, according to analysts https://t.co/ExME5x40J0
FAKTA ILMIAH: TSUNAMI ACEH 2004 DIPICU GEMPA TEKTONIK, BUKAN LEDAKAN NUKLIR ATAU REKAYASA MANUSIA
Dr. DARYONO, Anggota IABI
Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 dipicu oleh gempa bumi tektonik raksasa di zona megathrust Sumatra–Andaman. Tidak ada bukti ilmiah yg menunjukkan bahwa gempa tersebut merupakan akibat ledakan nuklir, uji coba senjata, atau rekayasa teknologi manusia. Justru, berbagai bukti dari seismologi, geologi, geodesi, dan tsunami menunjukkan satu rangkaian proses yg konsisten dengan rekahan batuan alami pada batas lempeng tektonik.
BUKTI PERTAMA adalah lokasi dan kedalaman sumber gempa. Gempa utama tjd di bawah Samudra Hindia pada kedalaman puluhan kilometer, di kawasan zona subduksi Aceh-Andaman. Di lokasi tersebut, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah sistem Lempeng Sunda. Gempa terjadi ketika tegangan yang terakumulasi pada bidang megathrust dilepaskan secara tiba-tiba. Jadi, sumber energinya berada pada proses deformasi dan patahan batuan di dalam bumi, bukan bahan peledak yang ditempatkan manusia di dasar laut.
Perlu diluruskan bhw kedalaman sumber saja bukan satu-satunya bukti utk membantah ledakan. Yang jauh lebih kuat adalah keseluruhan karakteristik sumber gempa. Gempa 2004 menunjukkan mekanisme sesar naik yang sesuai dengan gerakan pada bidang subduksi. Geometri sumbernya juga mengikuti zona megathrust Sumatra–Andaman. Karakteristik seperti ini sangat berbeda dari sumber ledakan yang pada dasarnya merupakan pelepasan energi dari suatu titik sumber buatan.
BUKTI KEDUA adalah panjang dan pola rekahan batuan. Gempa 2004 bukan peristiwa yg terjadi pada satu titik ledakan secara instan. Rekahan gempa menjalar sepanjang sekitar 1.200–1.300 km mengikuti arah zona subduksi dari sekitar Sumatra bagian utara menuju Kep. Andaman. Proses pelepasan energi berlangsung selama bbrp menit. Pola rekahan batuan yg sangat panjang dan terarah ini merupakan karakteristik khas gempa megathrust raksasa.
BUKTI KETIGA berasal dari rekaman gelombang seismik. Jaringan seismograf di berbagai belahan dunia merekam gelombang P, gelombang S, dan gelombang permukaan dari gempa Aceh 2004. Analisis mekanisme sumber menunjukkan karakter patahan naik (thrust) dengan mekanisme double-couple, bukan karakter sumber ledakan yg secara umum didominasi komponen isotropik atau kompresi. Dengan kata lain, rekaman seismik gempa 2004 memberikan "sidik jari" yang sangat kuat mengenai jenis sumber gempa tektonik tersebut.
BUKTI KEEMPAT adalah deformasi/perubahan kerak dan dasar laut. Rekahan batuan zona megathrust menyebabkan sebagian dasar laut terangkat dan sebagian lainnya mengalami penurunan. Perubahan vertikal dasar laut dlm wilayah yg sangat luas inilah yg secara tiba-tiba memindahkan massa air laut dalam jumlah sangat besar dan menghasilkan tsunami. Pengangkatan juga teramati pada sejumlah wilayah pesisir dan terumbu karang, sementara subsidence terjadi di wilayah lainnya. Pola deformasi tersebut sesuai dengan model pergeseran bidang megathrust.
BUKTI KELIMA adalah tsunami itu sendiri. Tsunami Aceh 2004 bukan sekadar gelombang yg muncul setelah sebuah sumber energi berada di laut. Pola tsunami yg tercatat di berbagai wilayah Samudra Hindia dapat dimodelkan dgn menggunakan sumber gempa megathrust dan deformasi dasar laut akibat petahan dasar laut tersebut. Dengan demikian, mekanisme gempa, deformasi dasar laut, perpindahan massa air, tsunami membentuk satu rangkaian sebab-akibat yg konsisten.
BUKTI KEENAM adalah adanya aktivitas seismik sebelum gempa utama 2004. Kawasan Sumatra–Andaman memang telah aktif secara seismik sebelum 2004. Sejumlah gempa terjadi pada 2002 dan 2003. Istilah yg lebih tepat adalah aktivitas gempa pendahuluan. Keberadaannya menunjukkan bahwa sistem tektonik tersebut memang peningkatan aktivitas gempa sebelum 2004. Yang lebih penting lagi adalah apa yg terjadi setelah gempa utama. Gempa Aceh 2004 diikuti oleh ribuan gempa susulan (aftershocks). Aktivitas tersebut sangat tinggi pada awalnya, kemudian secara bertahap menurun selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Proses pascagempa juga menghasilkan perubahan tegangan dan deformasi kerak bumi yang dapat berlangsung lama. Jadi, peristiwa 26 Desember 2004 bukanlah satu ledakan tunggal yang selesai dalam hitungan detik, melainkan awal dari suatu rangkaian proses tektonik sebelum dan setelah gempa utama.
BUKTI KE TUJUH CTBTO adalah organisasi internasional yg bertugas memantau dan mendeteksi kemungkinan uji coba atau ledakan nuklir di seluruh dunia yang pusat di Wina, Austria. Faktanya, jaringan CTBTO merekam Gempa Aceh 2004 secara jelas, tetapi tidak mengidentifikasinya sebagai aktivitas atau ledakan nuklir. Data CTBTO justru mencatatnya sebagai gempa besar beserta rangkaian aftershock-nya, konsisten dengan peristiwa tektonik alami.
Di sinilah muncul pertanyaan yg sangat sederhana: jika gempa Aceh 2004 adalah hasil ledakan nuklir atau rekayasa engineering, bagaimana menjelaskan rangkaian ribuan gempa susulan, perubahan tegangan, dan deformasi kerak bumi yang terus berlangsung setelah kejadian utama? Apakah seluruh proses tersebut juga harus "direkayasa" berulang kali “oleh tim asing tersebut” selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun? Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung skenario tersebut.
Bahkan, aktivitas gempa kuat dan Sejarah gempa besar di kawasan tsb jauh lebih tua daripada teknologi nuklir yang ditemukan manusia. Zona megathrust Sumatra–Andaman telah menghasilkan gempa besar dan tsunami jauh sebelum manusia memiliki teknologi untuk membuat senjata nuklir dan engineering. Catatan sejarah dan bukti geologi menunjukkan terjadinya gempa besar di Sumatra pada 1797, 1833, dan 1861, sementara endapan tsunami purba juga menunjukkan bahwa tsunami besar pernah terjadi jauh sebelum tahun 2004. Artinya, Gempa Aceh 2004 merupakan bagian dari siklus aktivitas tektonik yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Karena itu, tdk diperlukan teori ledakan nuklir atau rekayasa manusia untuk menjelaskan Tsunami Aceh 2004. Geometri rekahan dasar laut, mekanisme patahan, rekaman gelombang seismik, distribusi aftershock, deformasi dasar laut, pola tsunami, perubahan tegangan pascagempa, serta sejarah kegempaan Aceh, semuanya saling konsisten dengan mekanisme megathrust tektonik.
Kesimpulannya, Tsunami Aceh 26 Desember 2004 adalah konsekuensi dari gempa megathrust raksasa akibat pergeseran tiba-tiba pada batas lempeng tektonik. Bukti ilmiah yg tersedia tidak menunjukkan adanya ledakan nuklir, uji coba senjata, maupun rekayasa engineering sebagai penyebabnya. Justru, seluruh rangkaian fenomenanya memperlihatkan sidik jari khas proses tektonik alami dalam skala planet.***
Southeast Asia is now a $4.5 trillion economy and one of the world’s fastest-growing regions. Yet only about 22 percent of its exports stay within the bloc. Discover more in F&D magazine’s Picture This. https://t.co/5dbbj8ciVx
BREAKING: Indonesia’s Soekarno-Hatta airport has suspended flights until 9:30am (0230 GMT) Sunday due to volcanic ash from Mount Anak Krakatau.
The suspension has affected 33 flights, including several international flights.
🔴 More on https://t.co/OwhgaIH6vP
#Now: #AnakKrakatau is erupting again in #Indonesia’s #SundaStrait—same volcanic system where legendary #Krakatoa largely destroyed itself in 1883. Its “child” emerged from resulting caldera in 1927. Authorities maintain a 3-km exclusion zone. https://t.co/4IET1mu8j1
Fires are smoldering in Indonesia, which is in a severe and widespread drought. Some of these are tropical peatland fires, which burn slowly, release higher amounts of air pollution, and are notoriously difficult to extinguish.
@Enterprise I am at London Stansted airport, has been waiting for 40 minutes since checked in with receptionist with pre-booked car rental order but no sign of my car will be ready 😭 so far this is my longest waiting time to get a car
@tommy2lightning@NYCMayor I imagine you go to the restaurant from your home/office (drive 15-20 min + waiting the order 5 min + back 15-20 minutes), it is 35-50 min multiple by your hourly wage that now delivery driver do to replace your task of picking and delivering your order!
Indonesia has swung from an emerging-market darling to a global laggard, with insiders blaming the president and his inner circle for erratic and poorly communicated policies. https://t.co/6AlwZOjUqS
Indonesian President Prabowo’s $15B FREE school meals program is causing budget strain.
If that's not bad enough, it's been the source of food poisoning and corruption.
PRABOWO IS LOSING FISCAL CONTROL. THAT IS CREATING A CONFIDENCE PROBLEM AND A SINKING RUPIAH.
Once seen as the darling of Southeast Asia, government policies under President Prabowo Subianto appear to be slowing Indonesia’s economic rise https://t.co/QDqdy9ovll