Jir pada rame di Twitter karena ada seorang pria random membuang Alquran dan mengencinginya di toilet. Dan kejadian ini kayaknya memang di Indonesia karena pelakunya berbahasa Indonesia dan malah nantangi netizen.
Hal ini jelas membuat banyak netizen murka dan mau memburunya bahkan ada yg koar-koar mau menggoroknya karena melakukan penistaan agama.
Bahkan salah satu celeb Twitter yg merupakan salah satu aktivis oposisi paling terkenal si @Hnirankara (Hara Nirankara) juga kena imbasnya diamuk dan diburu netizen juga karena mengatakan "dia tidak masalah Alquran mau dikencingi, dibakar, atau diberakin karena menurutnya Alquran itu cuman kertas, sedangkan isinya tetap hidup"
---------------------------------------------
- Well pandangan Hara ini sebenarnya mirip seperti pandangan Ajahn Brahm (seorang biksu Buddha terkenal) yg pernah diberitahu muridnya ada orang yg membuang kitab Buddha ke toilet dan mengencinginya ??
- Ajahn Brahm lalu menyuruh muridnya memanggil tukang ledeng karena kitab yg dibuang ke toilet itu pasti akan menyumbat toilet tersebut.
- Lalu Ajahn Brahm ditanya lagi oleh muridnya kenapa dia gak manggil polisi saja untuk menangkap penista agama tersebut. Apakah dia sebagai Biksu tidak marah kitab agamanya dinistakan ??
- Menurut Ajahn Brahm gak perlu marah karena kitab suci itu cuman kertas biasa jadi walaupun dinistakan gak masalah, yg penting ajaran Buddha tetap hidup dihati banyak orang.
- Justru menurut Ajahn Brahm penistaan agama Buddha terbesar itu adalah orang Buddha yg tidak menjalankan ajaran Buddha dan malah jadi biang kerok kejahatan dibumi, bukan karena kitabnya yg di kencengi dan dibuang ke toilet oleh orang yg benci Buddha.
---------------------------------------------
Nah masalahnya walaupun ajaran ala Ajahn Brahm ini adalah tingkat spiritualis tertinggi, tapi masalahnya doktrin Islam seperti hukum FIqih itu sangat berbeda 180 derajat dari doktrin Buddha seperti hukum Darma. Dimana dalam banyak fiqih memang melakukan penghinaan atau penistaan kepada kitab suci Islam itu bisa difatwa mati.
1. Bahkan jangankan mengencingi atau membuang Alquran ke toilet, dituduh membakar alquran saja bisa dibakar hidup-hidup oleh masa umat Islam yg marah seperti kasus "Farkhunda Malikzada" seorang perempuan di Afganistan yg disiksa, dilindas mobil, sampai dibakar hidup-hidup cuman karena difitnah membakar Alquran.
2. Atau kayak kasus "Salman Rushdie" dimana Rushdie bikin novel yg terinspirasi oleh beberapa ayat di Alquran yg dihapus karena dianggap ayat dari setan yaitu Qissat al-Gharaniq (Kisah Burung-Burung Bangau), hal ini saja walaupun memang ada sejarah realnya dalam Sirah Nabawi dan bukan hoax atau fitnah. Tetep saja Salman Rushdie difatwa hukuman mati oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini (seniornya Ayatollah Ali Khamenei) karena dianggap menistakan Alquran, yg membuat dia seumur hidupnya diburu para jihadis syiah yg ingin membunuhnya yg akhirnya menyebabkan beberpa penerjemahnya mati dibunuh dan dia kehilangan sebelah matanya.
---------------------------------------------
Jadi pada akhirnya memang kasus penistaan Alquran semacam ini tidak akan dimaafkan umat Islam.
Tapi disi lain juga kaum non-islam atau mantan-islam ane rasa tidak perlu terlalu berlebihan dengan menodai kitab suci agama Islam bila tidak suka Islam. Mari kita menghormati kitab suci masing-masing agama sekalipun kita gak setuju dengan isinya.
Kita tentu tidak ingin negara dan bangsa kita dianggap sama barbarnya kayak di Afganistan maupun Iran yg penduduknya bisa dengan entengnya membunuh "Farkhunda Malikzada" atau memburu "Salman Rushdie", biarkan hukum formal saja yg bertindak bukan kekerasan brutal karena kita adalah manusia yg beradab.
knp😂ya😂semua hal yg dilakuin cewek itu hrs disangkutpautin sm cowok😂ga semua hidupnya cm berputar di cowok doang😂 ga semua hal yg dilakuin semata-mata buat narik perhatian atau apalah itu ke cowok😂
>"perempuan itu emosional"
>"perempuan itu baperan"
>"perempuan itu alay + berlebihan kl suka sesuatu."
>"crazy fangirl."
Sebetulnya itu semua adalah projecting.
Imo di society ortu tuh kayaknya pada berlomba-lomba buat anak siapa yang laku, dia lah pemenangnya. Kalau mereka udah berhasil bikin anaknya pada nikah, mereka yang ‘menang’ karena udah terbebas dari ‘beban’ sosial. “Alhamdulillah anakku dah nikah semua, udah tenang sekarang”
Indonesia tuh mengenal derajat pembunuhan nggak sih? Kayak pelaku nggak secara langsung membunuh korban, tapi perilakunya mendorong korban mengakhiri hidup? Sehingga harusnya bisa dipidana?
Bukan cuma masalah nge-friendzone dan rebut istri orang. Rahul balik naksir Anjali karena apa? Karena Anjali berubah jadi perempuan dengan tampilan sangat feminim. Itu aja udah red flag banget
Sumpah aku setuju dan sepakat banget sama mbak raisa ini.
Cewe2 yg agreeable menurut aku seringnya ga bisa mendeteksi red flags krn terlalu “nerima-nerima aja”