Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
Tren Kelas Menengah banyak yang turun kelas itu sebenernya sudah bisa diprediksi semenjak Beauty Market makin menjamur. Dan White Board Journal pernah bahas ini dari lama :
PERINGATAN DARURAT
Kalau kalian melihat poster berwarna biru dengan tulisan PERINGATAN DARURAT, ini memang darurat.
Teman-teman, ini perlu kita sebarkan. Pertama, karena kita marah, dan berhak untuk itu.
Kedua, supaya sebanyak-banyaknya orang tahu apa yang terjadi di gedung DPR bukan rapat untuk kepentingan rakyat.
Presiden dan DPR harus menghentikan segala upayanya menentang Putusan Mahkamah Konstitusi.
Simak Catatan Najwa selengkapnya dalam video.
| Mata Najwa
Dua ekor hiu betina di Akuarium Cala Gonone di Italia bereproduksi tanpa kawin dengan pejantan! Kata ilmuwan, ini merupakan mekanisme bertahan hidup. 🤔
Via @detik_edu https://t.co/PftOX8a3VW
I got bookmail from @bentangpustaka 📚
Usus yang Menakjubkan by Giulia Enders ✨
Cerita dari organ tubuh yang paling sering diremehkan~
Baru baca kata pengantarnya aja udah langsung penasaraan, jangan jangan penyakit yg kita derita asalnya dari kondisi usus yg tidak beres 😰
SD-SMP-SMA-Kuliah ... selalu punya circle yg dekat biarpun kecil aja. Sampai sekarang kalau ketemuan masih bisa ngobrolin apa aja, termasuk hal-hal yg sangat personal. Rasanya, percaya aja dia ga bakalan ngember ke mana-mana 😀
Dari TK–SD–SMP–SMA/SMK–Kuliah, pertemanan di masa manakah yang paling berkesan di hidup kalian?
Berkesan dalam artian kalian nyaman dalam pertemanannya, punya bnyk temen deket yg loyal, sering hangout bareng bahkan masih komunikasi hingga sekarang.
Klo aku masa SMP & kuliah 😆
Afif Maulana (13) pelajar kelas VII SMP ditemukan tewas mengapung di aliran Sungai Kuranji, tak jauh dari jembatan jalan Bypass KM 9, Kota Padang, Minggu (9/6/2024) sekitar pukul 11.55 WIB.
Saat ditemukan, terdapat luka memar di punggung dan perut korban. Hasil investigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menemukan korban diduga tewas akibat disiksa sejumlah polisi yang tengah berpatroli.
Pasalnya, Afif dan beberapa rekannya dituduh akan tawuran yang berakibat mendapat tindak penyiksaan oleh anggota Sabhara Polda Sumbar yang berpatroli pada Sabtu (8/6/2024) malam hingga Minggu dini hari.
Dalam rilisnya, LBH Padang menjelaskan bahwa Afif yang saat itu sedang berboncengan dengan rekannya A ditendang oleh anggota Sabhara yang menggunakan motor dinas berjenis KLX. Afif dan A pun jatuh terpelenting ke bagian kiri jalan. A lantas ditangkap dan dibawa ke Polsek Kuranji.
Sebelum ditangkap, A mengaku melihat Afif sempat berdiri dan dikelilingi para polisi yang memegang rotan. Setelahnya A tidak pernah lagi melihat Afif.
“Korban A dan korban-korban yang ditangkap lainnya di interogasi, bahkan korban A sempat ditendang 2 kali di bagian muka, disetrum, dan diancam apabila melaporkan kejadian yang dialami maka akan ditindaklanjut,” jelas rilis dari LBH Padang dikutip Minggu (23/6/2024).
Karena mendapati kematian tak wajar pada putranya, Afrinaldi (36), ayah Afif, membuat laporan polisi ke Polresta Padang, Senin (10/6/2024). Afrinaldi mengaku belum mendapat hasil otopsi. Namun penyidik sempat menyebut kematian Afif karena patah tulang rusuk 6 buah dan robek paru-parunya.
Atas kasus ini, Wakapolresta Padang AKBP Ruly Indra Wijayanto menyebut Direktorat Propam Polda Sumbar telah memeriksa 30 anggota Sabhara Polda Sumbar yang berpatroli malam itu, serta petugas piket di Polsek Kuranji.
| Narasi Daily
Lihatlah bagaimana Ramadhan memberikan kebahagiaan bukan hanya kami, para muslim tapi saudara kami non muslim pun ikut berbahagia menyambut Ramadhan❤️
a thread
@literarybase Majalah Bobo, Donal, Ananda, novel-novel Enyd Blyton, komik HC Andersen, Petruk-Gareng, sampai komik Jepang kayak Candy-Candy, Popcorn, Kungfu Boy, dkk.
Kalau pas di sekolah, ngabisin buku-buku di perpus yang isinya adalah terbitan Balai Pustaka :)))