@adjitroyanmgs@aik_arif Gak penting semua itu. Dan bukan alasan pembenar untuk membubarkan diskusi. Diskusi itu hak yg harus dihargai oleh siapa pun.
Lagi pula peserta yg hadir difasilitasi tuk bicara. Bisa bantah-bantahan, bisa menelanjangi isi kepala, basis data, dll dari tiga pembicara itu.
@NOTASLIMBOY Sampaikan saja narasi itu dalam diskusi tersebut. Bukan mengacaukan acara diskusinya.
Diskusi itu soal penghargaan terhadap hak berpikir, berpendapat, dan berkumpul, bukan tempat memaksakan kehendak.
@muchlis_ar Owh, jadi anda mencurigai diskusi itu sebagai propaganda? Bagaimana jika semua diskusi di TUK juga dicurigai sebagai propaganda lalu dibubarkan? Gak sehat narasi model begini.
Ayolah, konsisten pada prinsip hak dan demokrasi yang kau yakini selama ini, Bung!
Diskusi itu hak dan penting bagi diskursus demokrasi.
Sedongkol apa pun terhadap acara diskusi, tetap hargai. Tak ada alasan pembenar untuk membubarkan.
Menghalangi orang berdiskusi berarti tak siap berdemokrasi. Otoriter sejak dalam pikiran.
@dsuperboy Tidak begitu cara berpikirnya.
Tidaklah kezaliman harus dibalas dg kezaliman.
Jika kita sepakat dg demokrasi, mestinya insaf akan hal/tindakan antidemokrasi.
@ferrykoto@budimandjatmiko@NusronWahid1 Pengidap feodalisme-otoritarianisme. Koar-koar masalah kebijakan, tapi saat yg sama, membenarkan pembubaran diskusi di lingkungan kampus.
Ini saatnya buzzer 01 & 03 bersatu.
Tapi cobalah narasinya yg keren dikit. Jangan cuma caci maki, nuduh, olok-olok, tag link berita, meme berita, dll.