Setelah lama gak bikin konten, King Timothy balik lagi dengan topik yang langsung bikin gw mikir panjang.
Dan ini bukan konten biasa.
Dia ngejelasin satu hal yang sebenernya udah terjadi di depan mata kita tapi hampir gak ada yang sadar.
Kenapa lo bisa kerja keras 20 tahun tapi tetap gak kaya?
Bukan karena lo kurang usaha. Bukan karena lo kurang pintar. Tapi karena uang yang lo kenal selama ini itu rusak.
Gini cara kerjanya.
Setiap kali pemerintah cetak uang baru nilai uang yang lo pegang itu turun. Lo gak ngerasa langsung. Tapi efeknya nyata. Bakso yang dulu 10 ribu sekarang 25 ribu. Rumah yang dulu 500 juta sekarang 2 miliar. Bukan karena barangnya makin bagus tapi karena uangnya makin gak berharga.
Dan ini yang paling nyelekit
Inflasi ini gak merampok semua orang secara sama rata. Dia cuma merampok orang yang gak punya aset.
Orang yang punya properti, saham, bisnis mereka justru diuntungkan inflasi. Karena aset mereka nilainya naik. Sementara orang yang cuma pegang uang cash dan tabungan biasa nilai simpanannya pelan pelan kemakan.
Jadi sistemnya dari awal emang bikin gap itu makin lebar.
Yang udah punya aset makin kaya. Yang belum punya aset makin susah buat mulai.
Dan sekarang ada ancaman baru yang lebih gede lagi AI.
Pekerjaan makin banyak yang digantikan mesin. Uangnya udah rusak. Dan gap nya bakal makin gila dalam 3 sampai 5 tahun ke depan.
Timothy bilang satu kalimat yang gw gak bisa lupa
Kerja keras itu mesinnya.
Tapi bahan bakarnya adalah aset yang langka dan diinginkan banyak orang.
Nabung doang gak akan selamatkan masa tua lo. Lo harus mulai ngerti cara mainnya sebelum ketinggalan terlalu jauh.
Kita nomer dua itu kalau secara PERSENTASE
Coba dikonversi jadi JUMLAH
60% penduduk Indonesia vs 84% penduduk Zimbabwe... Banyakan mana?
Populasi Zimbabwe itu 16 Juta!
DKI doang itu lho... Udah 11 juta.
Jadi .. kita JUARA
๐ญ๐ญ
Wakil presiden dan Rakyat
: Gw mau polling :
Mana lebih manfaat dan mumpuni
โค ๐ Wapres, dik @gibran_tweet
๐ ๐ Rakyat, Bro @pandji
Gak usah baperan, hanya sekedar polling.
Divisi Propam Polri merilis foto tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang terlibat dalam kasus tewasnya Affan Kurniawan. Affan meninggal dunia usai kena lindas mobil rantis Brimob saat demo ricuh di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.
Dalam foto yang dirilis, ketujuh anggota Brimob tampak mengenakan pakaian hijau dan duduk menjalani pemeriksaan. Komisioner Kompolnas M. Choirul Anam juga terlihat hadir di ruangan tersebut. Hingga kini, status hukum dari tujuh anggota Brimob itu belum diketahui.
Sebelumnya, Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menyebut ketujuh anggota itu diperiksa di Mabes Polri.
โUntuk proses penegakkan hukum saat ini anggota kami melaksanakan proses pemeriksaan di Mabes Polri,โ kata Henik di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).
Adapun identitas tujuh anggota Brimob yang diperiksa yaitu Kompol CB, Aipda M, Bripka R, Briptu G, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka G.
๐ธ: Dok. Instagram divisipropampolri.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#focus #rantisojol #news #vidol #ojol #mobilrantis #demo #demoDPR #unjukrasa #brimob #polisi #demojakarta #infojakarta #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Presiden Tua Bangka dan Operasi Intelijen
Di tengah chaos kebijakan Indonesia pasca Pilpres 2024, sosok Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai presiden, menjadi target utama amarah rakyat karena kebijakannya yang dinilai bertentangan dengan semangat reformasi. Pada usia 73 tahun, Prabowo memimpin negara dengan latar belakang militernya sebagai pelanggar HAM, serta dengan kontroversi yang tidak pernah surut.
Pertemuan Prabowo dengan pemred-pemred melalui wawancara di Hambalang pada 6 April 2025, yang disiarkan oleh beberapa media, salah satunya Narasi Newsroom, menjadi titik balik yang kembali memicu keresahan publik. Dalam wawancara tersebut, Prabowo tampak kehilangan arah, seolah-olah ia kekurangan informasi penting, bahkan untuk isu sekrusial RUU TNI yang sedang mengguncang stabilitas sosial.
Publik pun mulai bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang presiden, yang seharusnya memiliki akses tidak terbatas ke informasi negara, bisa tampil begitu tidak siap? Keresahan ini diperparah oleh fakta bahwa telepon seluler Prabowo selalu dipegang oleh ajudannya, Teddy Indra Wijaya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
Spekulasi liar pun bermunculan, apakah Prabowo sedang menjadi target operasi intelijen yang dirancang untuk "mengunci mati" dan melemahkan posisinya sebagai presiden?
Di balik semua ini, ada benang merah yang mengarah pada dinamika politik yang jauh lebih dalam, melibatkan Joko Widodo Jokowi, rival Prabowo dalam dua Pilpres sebelumnya, yang kini diyakini memiliki pengaruh besar atas kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024. Teddy dulunya adalah orang kepercayaan Jokowi yang kini berada di lingkaran terdekat Prabowo, sehingga memunculkan dugaan bahwa ada operasi intelijen yang sengaja menjadikan Prabowo sebagai boneka politik, sementara agenda Jokowi dan oligarki di belakangnya terus berjalan.
-Sebuah Esai Konspirasi-
Selamat malam manteman, sorry mungkin lagi ada yang cari penginapan di sekitaran jakarta untuk single. Tadi siang booking bobopod thamrin (bobobox sudirman) untuk tanggal 6-7 tapi ternyata besok ada urusan mendadak. open 200k sudah include breakfast ๐๐
kalo ada yang berminat dm