Pernahkah kamu merasa bahwa dunia fisik ini hanyalah sebuah panggung sandiwara, dan ada realitas yang jauh lebih besar di baliknya?
Jawabannya ada di titik tengah gambar ini, yaitu MAYA (Ilusi).
Maya adalah tirai persepsi yang membuat kita merasa terpisah dari Sumber Kesadaran. Karena ilusi ini, kita tertipu dan mengira bahwa kita HANYALAH tubuh fisik yang terbatas ini.
Titik tengah inilah yang menipu panca indra kita, seolah-olah apa yang kita lihat di dunia ini adalah kebenaran mutlak.
Sebelah kiri
MANIFESTED (Yang Terwujud).
Ini adalah zona ruang-waktu (space-time) tempat tubuh fisik (body), pikiran (mind), dan ego kita berada. Dalam sains, ini adalah ranah "particle" materi yang padat, bisa disentuh, terukur, namun punya banyak batasan.
Sekarang sisi kanan
UNMANIFESTED (Yang Belum Mewujud).
Ini adalah quantum field (medan kuantum). Di dunia murni ini, ego fisikmu lebur. Yang tersisa hanyalah Sang Aku Sejati ("I") yang bergerak sebagai "wave" (gelombang potensi/energi). Di ranah ini, kamu adalah kemungkinan tanpa batas.
Ingat, seluruh infinity loop ini dibungkus oleh satu lingkaran besar di bagian paling luar The Absolute / Source of Consciousness (Sumber Kesadaran).
Ini adalah samudera tak terbatas. Artinya, baik fisikmu yang terbatas maupun jiwamu yang tak terbatas, semuanya bersumber dari Kesadaran Tunggal yang sama.
Kamu bukanlah manusia yang sedang mencari pengalaman spiritual. Kamu adalah Kesadaran Semesta yang sedang menyamar, mengambil wujud fisik untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi manusia.
Jalani dramanya, nikmati permainannya, tapi jangan pernah kehilangan dirimu di dalamnya.
Hidup untuk mati, dan mati untuk hidup.
Selesai.
Kasus dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurut pakar hukum tata negara Bivitri Susanti, tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan oknum. Dalam wawancara dengan Watchdoc saat aksi di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), 10 Juni 2026, ia menilai persoalan utama justru berada pada desain program yang sejak awal membuka ruang penyalahgunaan.
Bivitri menyoroti model penyelenggaraan yang bertumpu pada dapur-dapur mitra dan yayasan sebagai pelaksana. Menurutnya, skema tersebut membuat pengawasan menjadi lemah dan berpotensi menghindari mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah yang lebih transparan. Karena itu, ia mendorong moratorium program untuk mengevaluasi desainnya secara menyeluruh sebelum persoalan yang sama terus berulang.
#MBG #Watchdoc
Mahasiswa luar negeri : Berantem sama AI buat bikin startup unicorn sebelum lulus.
Mahasiswa kita : Berantem sama aparat demi nolak makan siang gratis.
Plot twist dunia pendidikan yang luar biasa. 😭 #MerdekaBelajar
“I encourage you to organise your time to prevent a single breath (which is in reality a priceless jewel) from being wasted.”
— Yemeni Sufi master Sayyid Habib Umar bin Hafiz al-Husayni
@msaid_didu Mengapa Sri Mulyani Dicap Neolib, Tetapi Purbaya Tidak? https://t.co/YGc0j2EA2D
Bawazier: Neolib Jadikan Rakyat Makin Miskin - ANTARA News https://t.co/GtlX7joTtn
I used to wonder why Allah describes Himself as “closer to you than your jugular vein.”
Not your heart.
Not your soul.
Not your mind.
The jugular vein.
“And We are closer to him than his jugular vein.” (50:16)
I looked into it. The answer stopped me completely.
Silahkan katakan " pak @msaid_didu sekarang jadi Terwo.... " Begitu kata beliu saat menjelaskan kenapa beliu sepemikiran dengan Presiden RI soal melawan Kekuatan Oligarki
INDONESIA JUST PUBLISHED THE EXACT PROOF THAT THE GLOBAL CURRENCY FREEFALL IS ALREADY HERE
Not vague warnings. Not "emerging market pressure." NAMED CURRENCIES. SPECIFIC RATES. Country by country.
🇮🇩 Indonesia — rupiah at 17,775 per USD → ALL-TIME record low → Bank Indonesia intervening and FAILING
🇦🇷 Argentina — peso in freefall → successive record lows through 2026 → capital controls not holding
🇪🇬 Egypt — pound collapsing → import costs surging → food inflation accelerating
🇳🇬 Nigeria — naira hitting new lows → fuel and import costs spiraling → central bank reserves draining
🇵🇰 Pakistan — rupee at record weakness → IMF program the only thing holding the floor
🇹🇷 Turkey — lira continuing its multi-year collapse → 2026 adding to years of destruction
🇵🇭 Philippines — peso joining the 2026 worst-performers list → remittance purchasing power GONE
🇮🇩 Rupiah moved from ~17,000 earlier in 2026 to 17,775 → successive records, NOT a one-off
💀 8 named developing-country currencies flagged as 2026 worst performers
💀 ALL showing repeated record lows — not isolated events
💀 ZERO of these central banks have successfully stopped the slide
💀 100% of these countries are high import-dependent — meaning every collapse hits living costs DIRECTLY
Every currency on this list keeps ordinary people fed, housed, and employed.
Not speculators. Not hedge funds. CIVILIANS.
And everyone already knows what happens next when this many currencies freefall at the same time.
I'll keep you updated. Turn on notifications. 🚨
Mimpi ketinggian padahal di real life sesama Sumatera pun masih kuat etnosentrismenya. Lagian ribet juga kalo mau kuliah di tempat bagus harus ke luar negeri dulu (pulai jawa).
BANASPATI (API SANTET) 🔥
1. Berwujud bola api terbang
2. Diyakini jelmaan ilmu hitam
3. Muncul di tempat angker
4. Bisa membar Korbannya (rumah, pohon, orang)
5. bisa di kendalikan Manusia (peliharan orang)
6. Diyakini setiap dia jatuh di salah satu rumah, pasti akan ada yang meninggal, sakit sampai kebakar
Kenapa narasi heroik Pak Habibi seperti ini terus beredar? Beberapa waktu lalu ada ekonom yang ngasih debunk. Intinya, ini heroisme semu.
Kenapa?
Yang paling saya ingat dari penjelasannya: Pak Habibi menaikkan suku bunga SBI hingga 70%. Ini artinya suku bunga kredit (pinjaman usaha, KPR, modal kerja, dll.) ikut melonjak.
Pajak juga naik, aset negara ada yang dijual, hingga PHK massal.
Kita miskin waktu itu lho. Karen penguatan rupiahnya, menurut ekonom tadi, hanya "kemenangan semu".
Kalau mau dicoba seperti itu di masa sekarang, ya, hancur negara ini.
😅