Mata yang berkaca-kaca itu tidak pernah bohong. Ia menangis bukan sekadar menahan sakit, tapi terharu karena akhirnya menemukan tangan yang menyuapi, bukan kaki yang menyakiti. 🥺
Tubuh kecilnya sempat ditendang hanya karena ia berusaha mencari makan untuk bertahan hidup. Namun di balik trauma dan ketakutannya, tangis syukurnya pecah saat kebaikan datang menyapa.
Ingatlah, bumi ini diciptakan bukan hanya untuk manusia. Jika tangan dan kakimu enggan untuk berbagi, setidaknya tolong jangan gunakan untuk menyakiti makhluk yang tak bisa bicara ini. Maafkan kejamnya manusia ya, pus... sehat-sehat terus🥲
@calpsa01@Richie8six@watermealen Pikiran lu aja yang terlalu dangkal, kek pasrah. Orang berani berbuat di tempat ramai ≠ punya power atau kebal hukum. "Kemungkinan punya power" itu asumsi lu sendiri, bukan fakta. Jangan sampai pola pikir kayak gini malah bikin orang menganggap percuma melawan ketidakadilan.
@calpsa01@Richie8six@watermealen Lahh, dia berani seperti itu belum tentu dia punya power kebal hukum. Terus kalo misal lu sebagai si cewe/pacar si cewe, dan sudut pandang lu kek gitu (menganggap dia punya power), lu bakal diem aja gitu ga bertindak/ga lawan?
@allt3r3go@fayzianurfais@watermealen Ada manusia tipe yang ga bisa marah. Bisa juga dia pergi ketoilet terus nangis? Gimana kalo asumsinya gitu. Bayangin aja malunya di tempat rame gitu ga ada yang belain dia.