Dulu ada yg statement orang miskin ga boleh sakit karena dokter mahal. Sekarang orang miskin ga boleh kuliah karena biaya kuliah mahal. Emang yg berhak idup cuma orang kaya aja? Negara kocak
Pembunuh mimpi nomor 1 itu bisa jadi kemiskinan yang struktural.
- bisa jadi, ada anak super genius seperti Einstein di Indonesia Timur yang gabisa lanjut sekolah karena jaraknya yang amat jauh.
- bisa jadi, ada anak yang berbakat musik seperti Bach di Depok tapi karena harus ngehidupin adiknya dan ditinggal ortunya, akhirnya jadi pemulung.
- bisa jadi, ada anak di Sumatera yang sangat suka bola dan jika diterusin bisa kayak Messi, tapi kena gizi buruk dan sakit-sakitan, ga mampu berobat.
Maka dari itu, fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dsb tuh penting agar kita ga kehilangan bakat2 terpendam begini.
Menurut gue di tengah gempuran orang2 nyuruh ningkatin skill, sama pentingnya kita juga perlu sadar kalo ada part bahwa sistemnya emang busuk.
Gak semua kegagalan itu karena skill issue. Gak semuanya salah diri kita. Gak semuanya karena kita gak kompeten.
@Israel Why don't you post a picture of Marek Edelman, the last surviving leader of the 1943 Warsaw Ghetto Uprising? Probably because he was a lifelong anti-Zionist, and hated you fascist fucks.
No country is beating any country that is run by Engineers, Mathematicians and Philosophers. China, Iran, Russia likely. But if you want to weaken your country considerably, give them to lawyers and finance people to run. They will surely derivative your country away.@iamNeare
@fillainart Tulisan yang mantap & menyentuh qalbu saya
Bagi saya yg orang jawa, kalimat nrimo ing pandum bukan sekedar pasrah, tp lebih kepada acceptance pada keadaan, sambil tetap mengusahakan prinsip/jalan yang wajib ditempuh selayaknya manusia