Ini adalah kondisi sengaja di buat atau kah emg keadaan...
Pandemi yg sampai saat ini kita alami,covid dapat menghentikan dan membatasi orang beribadah,tp tdak untuk menghentikan pilkada.
#savepilkada#Pilkada2020
@acawijanarko_ Mosok,di celatu iku artine onok seng salah,atimu di Buak Nang ndi,gak iso ngrasakno blas....hahah....
Wanita mandiri tp atine ngenes..wkwkw....
@acawijanarko_ Dewasa ngomonge,di kamr Yo emboh,pilihan ada dua,slesaikan atau tinggalkan....wkwkwkw....
Kapok a...kapok a....
Pulang sendiri,malah ambek koncone,nyetir Dewe,kok sak Aken men Yo....wkwkwkw
@acawijanarko_ Gak penting aku tanya orang lain,semua bs di liat dr sikapmu Dewe,wes Kono nangis....nangis....merenung Kono,menyendiri Kono,galau Kono,palingan hanya sesaat,maringono luluh lantah,porak poranda....wkwkwkw
@acawijanarko_ Tetep ae,km gak iso seperti itu...
Katanya anak hukum,katanya cewek kuat,sikap dan tindakan bs di liat,tp atimu pancet....
Gak punya sikap ....wkwkwkw
@acawijanarko_ Tutup buku,yakin....
Ketok ane aku gak yakin dengan ngomongmu...hahah
Ati gak iso di campur pikiran,soale atimu dan pikiranmu gak Podo....hahaha
Jika hukum dan hukuman dapat di rubah dgn kata" ketidak senggajaan melakukan,apalah daya dan jgn salahkan jika banyak orang melakukan tindakan melanggar hukum dan ngomong saya tdk sengaja,jgn harap orang jahat berkurang.#selamatpagi
Alasan PSBB, Oknum Satpol PP Aksi Berlebihan Kepada Alhabib Umar Bin Ab... https://t.co/NpMThckpW4 via @YouTube
Nah lho ya....
Di anggap berlebihan para petugas yg sedang memperingatkan.....
#indonesiaterserah
@andipipem_andi Nah ini yg susah,nti kalau di tindak,di anggap krimanilasi ulama,kalau di ingatkan dianggap petugas berlebihan.....saya gak paham dengan ini....
#indonesiaterserahsukasukakalian
Kyai dan Ulama Bakar Bendera PKI di DPRD Sampang | https://t.co/7ppawPX7IB https://t.co/Go3w5Q2xJA
Saya gagal paham dengan Mksd seperti ini,apakah dgn membakarnya ideologinya juga hilang....??
Dan untuk apa hal ini dilakukan...??
Pemprov DKI Jakarta mengklaim sudah mulai memonitor dan melacak kasus-kasus potensial terkait Covid-19 sejak Januari 2020, atau dua bulan sebelum pengumuman kasus pertama positif Covid-19 yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. / #Megapolitan