@kring_pajak Kami menggunakan jasa dari WNA 2 negara, yang satu warga negara Amerika dan satunya perusahaan dari Singapura. Untuk PPh nya prosesnya apa saja, dan dokumennya agar tidak ada potongan 2 kali. Terima kasih
@kring_pajak min mau tanya, untuk USA dan Singapura apakah kita ada perjanjian pajak yang berkaitan dengan pph 21?
Dokumen apa saja yang diperlukan? Terima kasih
Sebelum nyinyir atau buru-buru menyebut sebuah karya sastra "aneh", coba pakai critical thinking dulu. Sastra bukan sekadar menceritakan suatu peristiwa, tetapi menyampaikan gagasan, kritik, nilai, dan filosofi melalui simbol, kiasan, serta konteks budaya. 🤗🤗🤗
karena sdh ada individu-individu yg mulai merepresi perjuangan bapak/ibu dosen dalam memperjuangkan kesejahteraannya,
saya yg juga sebagai dosen rasanya cukup menyakitkan membaca respon seperti ini dari sesama dosen. hanya karena mereka tidak menderita, bukan berarti tidak ada yg menderita.
"gaji dosen bukan 2.6 juta. banyak tunjangan ini-itu"
mari kita bedah
1. gaji pokok.
gapok diperuntukan oleh dosen tetap non ASN / dosen tetap ASN. lalu bagaimana yg berstatus Dosen Tidak Tetap (honorer/DLB) gmn? tergantung universitas.
ada dosen DLB yg dapet gapok, ada juga yg tidak menerima gapok namun hanya dibayarkan dengan “Pengalaman” berupa SK Pengalaman Mengajar sbg bekal ketika ada penerimaan PPPK kelak. Jadi, tidak semua dosen mendapat gaji pokok.
bahkan beberapa kampus dosennya menerima pembayaran honor sekitar 2.8 juta PER SEMESTER, artinya jika kampus tsb membayarkan per bulan maka nilainya hanya sekitar 470 ribu saja per bulan.
Bisa anda bayangkan sesusah apa hidup tanpa gaji yg tidak dibayarkan rutin per bulan.
2. uang makan / uang lauk pauk (ULP)
uang makan ini hanya dibayarkan sejumlah hari kita datang ke kampus (absensi masuk). saat libur hari besar/perayaan ya tidak dapat uang makan.
3. tukin / remunerasi
tunjangan kinerja (tukin) hanya diperuntukan untuk PTN Satker dan PTN-bLu non remun saja, tukin mulai diadakan sekitar tahun 2025. padahal seharusnya pemerintah wajib membayarkan tukin dosen dari tahun 2020, namun dari tahun 2020-2024 PEMERINTAH TIDAK MEMBAYARKAN nya kpd seluruh dosen se-indonesia. sampai sekarang hutang tukin 2020-2024 pun BELUM DIBAYARKAN oleh pemerintah. nilai besaran tukin dikti silahkan anda cek sendiri di google.
kampus PTN-BH dan PTN-bLuR (Remun) sudah menerapkan skema remunerasi, namun nominal remunerasi antar PTN-BH/bLuR satu dengan yg lain berbeda-beda tergantung kemampuan finansial PTN tersebut dan kebanyakan nilainya SANGAT JAUH DI BAWAH nilai tukin.
masih banyak dosen-dosen yang menerima remun di bawah 1 juta.
“tapi tetangga saya yg dekan kok remunnya besar?”
memang, nominal remun besar hanya diperuntukan pejabat kampus. dosen-dosen biasa lainnya? pasti kedapatan yg ga enaknya.
di sini terlihat jelas ketimpangan pendapatan dosen, mulai dari perbedaan nilai tukin dan remun sampai perbedaan nilai remun pejabat kampus dengan dosen biasa.
lalu gimana dg dosen yg di PTS? jawabannya tergantung kampus. masih banyak kawan2 dosen yg di PTS tidak mendapatkan tunjangan yg seperti tukin/remun sehingga mereka tidak sejahtera. trs yg sejahtera siapa? YAA, YAYASAN LAH YANG GEMUK~
4. tunjangan fungsional sesuai jabfung (nilai nya sama utk dosen tetap ASN / non ASN di PTN maupun PTS)
ironis masalah struktural terbesar yaitu tunjangan fungsional TIDAK PERNAH disentuh atau dinaikkan oleh Presiden melalui Perpres sejak tahun 2007!
Bayangkan, nilai uang tahun 2007 dipaksa bertahan untuk hidup di tahun 2026.
mari kita buka angkanya biar publik tahu sekecil apa tunjangan fungsional dosen saat ini:
Asisten Ahli: Rp350 ribu
Lektor: Rp700 ribu
Lektor Kepala: Rp900 ribu
Guru Besar: Rp1,1 juta
dari semua besaran nilai tunjangan fungsional dosen di atas, di mana para pejabat kampus era itu? atau bahkan yang sekarang sudah duduk di kursi kementerian?
kenapa dulu diam dan tidak memperjuangkan ini?
kalian selalu berkilah, "kan sudah ada tunjangan pendidik/sertifikasi dosen (serdos)."
perlu diingat, untuk mendapatkan Serdos (nilai nya sama utk dosen tetap ASN / non ASN di PTN maupun PTS) para dosen harus antre dan menunggu kurang lebih 2 tahun dulu. belum lagi adanya penilaian pimpinan/pejabat kampus yg mungkin ada dipengaruhi oleh faktor like and dislike maupun politik kampus yg dapat menentukan dosen tersebut lulus/tidaknya untuk mendapatkan serdos.
.. Lanjut.. 👇
“أنتِ كزوجة، أنتِ إنسانة محظوظة. عندك زوج من أفضل الأزواج، كثير ناس يتمنّونه. جودة زوجك مو عادية، بالعكس فوق المتوسط، مستوى ممتاز جدًا.”
كفاية. توقفوا. لا تقارنين زوجك بمعايير مصنوعة بشرية ومبالغ فيها في السوشيال ميديا. وجود زوج صالح مثل هذا نعمة كبيرة، مو كل الناس عندها.
كوني شاكرة. نعم، ممكن من الخارج يبان “عادي جدًا”، لكن في الحقيقة هو نصيبك الأفضل اللي كُتب لك.
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Menyesal karena merasa semua itu "urusan istri." Padahal semua itu URUSAN RUMAH TANGGA. Dan rumah tangga itu punya DUA orang dewasa. Harusnya.
Pak, kalau Bapak baca ini dan masih menikah, Bapak lebih beruntung dari orang ini.
Bapak masih punya waktu. Masih punya kesempatan. Masih punya istri yang bisa Bapak ajak jadi PARTNER, bukan Bapak jadikan "peri" yang mengerjakan segalanya tanpa terlihat.
Musim ini saya temani satu petani cabai di Karawang yang sudah jadi teman ngopi.
Dia telepon: "Pak, saya mau kurangi pupuk. Harga udah gila."
Saya minta dia tunggu. Tapi waktu saya ke lahannya saya diam cukup lama.
Tanahnya sudah lama minta sesuatu.
24/
Aparat Penegak Hukum harus membongkar ekosistemnya, bukan hanya transaksinya.
Siapa mendesain arsitektur digital Kemendikbudristek?
Siapa memilih vendor?
Siapa menolak opsi cloud gratis?
Siapa menyusun justifikasi?
Siapa menikmati akses, kuasa, dan keuntungan dari ekosistem itu?
1/
Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop.
Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi.
Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
My husband secretly bought a $10 million house for his mistress. When the bank notified me, I stayed as calm as if nothing had happened.
But three days later, I drove my in-laws there, pointed at that woman right in front of him, and asked: “Is this the new maid for our mansion?
Keren banget intel warga.
Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47.
Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52.
Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya.
Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30.
Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung.
Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal.
Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman.
Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ.
When it’s A RACE AGAINST TIME. Human often lot.
Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh 😭 YAALLAH
Mertua bilang “nggak apa-apa.”
Tetangga bilang “dulu anak saya dikasih juga, sehat-sehat aja.”
Tapi sebagai dokter anak, saya harus jujur:
Ada 9 makanan yang kelihatan aman — tapi berbahaya untuk bayi di bawah 1 tahun.
🧵 Thread penting untuk semua orang tua & calon orang tua:
(Silahkan simpan dulu, bila belum sempat baca)
They're right for Japan, Korea, and Singapore. Those guys source 75% of refined products from the Persian Gulf. Hormuz closes, they bleed.
But Indonesia is a different story entirely.
Yes, Indonesia imports refined products. Pertamina's refining capacity doesn't fully cover domestic demand, so Pertalite and Solar get bridged through imports. The Hormuz shock hits that. Real exposure.
What makes Indonesia different is this.
Indonesia's actual risk from this isn't supply. It's fiscal. If oil prices spike because Hormuz stays closed, the government's subsidy bill for Pertalite and Solar expands. Wider deficit, rupiah pressure. That's the bear case for Indonesia, and even that's manageable.
The bull case is what nobody is talking about.
Indonesia runs B40 right now. 40% of every liter of diesel consumed domestically is palm oil biodiesel, not petroleum. When oil spikes, the incentive to push toward B50 or B55 gets stronger overnight. Import volume drops. Indonesia self-hedges using its own CPO supply. No other country in Asia has this. Not Korea, not Japan, not Singapore.
Then there's coal.
When Hormuz disrupts LNG and oil flows into Asia, the fastest lever available to power generators in Japan, Korea, and India is gas to coal switching. Indonesia is the world's largest seaborne thermal coal exporter. ADARO, ITMG, PTBA, BUMI don't suffer from this scenario. Export volumes go up. Realized prices go up. Royalty revenue to the government goes up.
Same logic on LNG. Indonesia exports from Bontang and Tangguh. When Middle Eastern supply gets disrupted, the spot premium on non Gulf LNG widens. Indonesian cargoes price up.
Same logic on CPO. High oil equals strong biodiesel demand globally equals strong CPO prices. Indonesia and Malaysia control 85% of global supply.
You see, Indonesia pays more for refined product imports. Fiscal subsidy pressure rises. Rupiah is a watch item. Those are real negatives.
But Indonesia earns more on coal exports, earns more on LNG spot, earns more on CPO, and reduces net petroleum import volume through accelerated biodiesel blending. The terms of trade move in Indonesia's favor, not against it.
The conventional take is "Indonesia is a net oil importer so oil shock is bad." The correct take is Indonesia is a net energy exporter in the commodities that directly substitute for disrupted Persian Gulf supply. A sustained Hormuz closure improves Indonesia's aggregate energy trade position, not deteriorates it.
Happy Sunday and Happy Easter.
Orang idealis-moralis ngehe kaya lo gini yg suka bikin nggak seorang pun di dunia ini selamat.
Udahlah yg modelan lo ini biasanya ga turut serta nolong siapa pun.
Yg mau nolong sebisanya ga jadi nolongin orang yg malang gegara takut dihujat sama modelan elo --yg nolongin jg kaga.
Message from Aisha Gaddafi to the Iranian People:
“To the resilient and freedom-loving people of Iran
I speak to you with a heart weighed down by destruction, betrayal, and grief.
I am the voice of a woman who watched her country crumble not at the hands of open enemies, but through the trap of Western smiles and false promises.
I warn you: do not fall for the seductive words and slogans of Western imperialists.
They once told my father, Muammar Gaddafi:
‘Abandon your nuclear and missile programs, and the world will open its doors to you.’
Out of goodwill and a belief in dialogue, my father made concessions.
But in the end, we saw how NATO bombs turned our land to ashes.
Libya drowned in blood, and our people were left to exile, poverty, and ruins.
To my Iranian brothers and sisters
Your courage, dignity, and perseverance in the face of sanctions and economic war are a testament to your nation’s honor and true independence.
Concessions to an enemy bring only destruction, division, and suffering.
Negotiating with the wolf will not save the lamb or bring peace it only sets the time for the next meal.”
Aisha Gaddafi