Di tengah riuh yang saling bersahut dan emosi yang mudah tersulut, ada satu hal yang membuat kami menunduk sejenak, sebuah nama yang tak ingin kami biarkan hilang.
Rest In Power Arianto Tawakal.๐๏ธ๐ฅ
Selamat ulang tahun Persebaya..!
Selamat merayakan hari lahir kecintaan dan kebanggaan kita semua.
Doa terbaik untuk Green Force.
#Persebaya#Persebayauntuksemua
Korban maling teriak maling di area grahadi kondisi korban bocor area kepala, kejadian sekitar jam 01.15 wib, mohon harap wasapada untuk teman teman bonek yang di area surabaya pusat ( podo bonek e kudu awe, duduk podo bonek di sikat ae ) @substreetftbl
Tanpa gawang dan hijaunya lapangan bukan masalah.
Cukup dengan teman dan semangat perjuangan, main sepakbola selalu terasa menyenangkan.
Selamat siang, kawan.
๐Surabaya, 24 Februari 2025
Nyuwun sewu, bukan bermaksud nueki atau apapun itu. Ayo mas-masku firm lainnya lebih aware ttg isu sosial politik, rek! Demo bertahun-tahun saat persebaya mati suri dulu jadi pengingat bahwa jika kita punya kesadaran bersama bisa memunculkan gerakan kolektif yang masif ๐๐๐
@persebayaupdate Korban jiwa tidak jatuh karena pelanggaran beberapa suporter, korban jiwa jatuh karena aparat keamanan yang brutal. Jangan dimoderasi terus. Sekian.
Penyulut flare dalam pertandingan Persebaya vs Persib lalu, Fajar Bahari, sore tadi datang ke Kantor Persebaya. Meski bukan anggota Green Nord, ia datang ditemani Cak Conk, Cak Bojes, juga sejumlah personel GN lainnya. Pendampingan itu dilakukan karena Fajar menyalakan flare di tribun 3-4 yang selama ini ditempati GN. Mereka diterima dan berdiskusi dengan perwakilan manajemen Persebaya, Alex Tualeka dan Nanang Prianto.
Dalam pertemuan itu, Fajar mengaku bersalah, ia menyatakan permohonan maaf, karena perbuatannya membuat Persebaya kena denda. Ia pun bersedia menjalani larangan menonton di stadion.
Manajemen Persebaya menerima permintaan maaf Fajar. Persebaya berharap ke depan tidak ada lagi penyalaan flare maupun tindakan dilarang lainnya yang berujung pada denda pada Persebaya. Maupun tindakan lain yang berakibat ketidaknyaman pada sesama penonton di tribun.
Dengan kunjungan Fajar tersebut, manajemen Persebaya juga men-takedown postingan Fajar di akun official. Ke depan, manajemen Persebaya juga tidak akan mem-posting foto dan identitas pelaku perbuatan yang berujung denda. Sebagai ganti, PERSEBAYA AKAN MEWAJIBKAN SIAPA PUN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN DI TRIBUN GBT UNTUK MEMBAYAR DENDA!!! BAIK PENYULUT FLARE, PELEMPAR, MAUPUN PELANGGARAN LAIN.
GBT dilengkapi puluhan kamera CCTV yang bisa mendeteksi pelaku-pelaku perbuatan tidak seharusnya di tribun. Persebaya juga akan menyebarkan personel fotografer dan videografer untuk memastikan para pelaku dikenali dan dihukum.
Untuk kebijakan yang lebih tegas ini, Persebaya sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya, dan mendapatkan dukungan penuh. Tujuan Panpel Persebaya dan Polrestabes Surabaya sama, yaitu untuk memastikan tribun GBT aman dan nyaman untuk semua. Cukuplah pelajaran dari tragedi sebelumnya, korban jiwa jatuh berawal dari pelanggaran beberapa suporter. (*)