@thesweetesthani@Leewdoongwook@ribbouwn Siap kak.
Sebenernya bukan hanya Prof QS saja, tapi beberapa ulama mufti Mesir dulu juga sama kak. Bahkan Gus Dur dan pendiri NU pun ibu nyai-nya dengan hijab disampirkan secara longgar, Muhammadiyah pun juga sama dulu
Semuanya adalah perempuan terhormat
@thesweetesthani "wallahualam bishawab" sungguh maknanya sangat indah dan dalam, kak
Semoga kita tidak terjebak sekadar menilai apa yang tampak di permukaan, dan lebih mengutamakan hubungan personal yang hakiki dengan Sang Pencipta ๐คฒ๐ป๐
@thesweetesthani@Leewdoongwook@ribbouwn FYI kak, UAH yang kakak suka itu pernah memuji gus baha dengan kalimat "ahli quran yang paham fiqih", dan Gus Baha sangat menghormati Prof Quraish Shihab. Perkataan bagus dari Gus Baha: "Quran selalu lebih luas ketimbang tafsir itu sendiri"
Bisa tonton kajian mereka berdua kak
@Shidayat_ngk@mnadielmadani7 Iya kang makanya kita perlu orang luar juga untuk menilai secara objektif. Karena kita sangat takzim ke poro masyayikh padahal kita ingin yg terbaik untuk organisasi, kan?
@Leewdoongwook@thesweetesthani@ciaochela@certainkly@ribbouwn Kek polos banget yak ๐ค๐ป, sejarah agamanya sendiri nggak mau dipelajari secara objektif dan kritis
Kalo manut2 aja semangat iqroโ-nya malah nggak ada. Katanya mau kembali ke islamic golden age padahalโฆ
@thesweetesthani@Leewdoongwook@ciaochela@certainkly@ribbouwn , mendalami, meneliti, mengobservasi, dan memahami
Coba baca bukunya Ahmet T Kuru kak, gimana politik itu sangat mempengaruhi fiqh di suatu wilayah. Makanya setiap wilayah, bahkan sejarah kekalifahan kita, beda2 ikut madzhab nya
Kok bisa ada sepakat 4 madzhab krn apa?Ya politik
@thesweetesthani@Leewdoongwook@ciaochela@certainkly@ribbouwn Then siapa lagi? Orang yg satu malah ngeblock ๐คท๐ปโโ๏ธ
Sejak kapan juga mayoritas pasti benar? Di Iran mayoritas juga syiah bukan imam 4 madzhab. Tapi kmu nganggap mereka salah kan kak? Hehe
Makanya ayat pertama turun itu iqro yg artinya kita tdk hanya diminta membaca tapi menelaah-
@thesweetesthani@ciaochela@Leewdoongwook@certainkly@ribbouwn Kak, banyak hal yang imam 4 madzhab itu sepakat, perbudakan halal, menikahi perempuan di bawah umur juga halal, musik haram, gambar makhluk hidup haram. Tapi sekarang kan mayoritas tidak melegalkan itu semua.
Sekali lagi harus dilihat zaman, kontekstual, dan ushul fiqh-nya
@bkwnkw@thesweetesthani@ciaochela@certainkly@Leewdoongwook@ribbouwn objektifikasi juga mikir ribuan kali karena mereka berhadapan dengan perempuan berdaya, berwibawa, cerdas, dan kontribusi nyata yang diakui masyarakat.
Rasa hormat (respect) dari orang lain itu lahir dari integritas, kecerdasan, dan karya konkret, bukan pakaian doang
@bkwnkw@thesweetesthani@ciaochela@certainkly@Leewdoongwook@ribbouwn Kehormatan perempuan dibangun dari kualitas pendidikan, akhlak, kapasitas intelektual, dan kontribusi sosialnya di masyarakat, bukan sekadar simbol lahiriah.
Makanya putri2 prof Quraish itu malah terkesan sangat terhormat, Najwa, Najeela, Nahla semua berpendidikan. cowok mau โ
@bkwnkw@thesweetesthani@ciaochela@certainkly@Leewdoongwook@ribbouwn Kalau aturan rambut itu murni instrumen Ilahi buat cegah objektifikasi, harusnya budak yang paling wajib ditutup. Pembedaan itu bukti nyata teks fikih merespons strata sosial masa lalu. Memahami konteks sejarah bukan berarti menolak perintah Tuhan, tapi paham illat
@bkwnkw@thesweetesthani@ciaochela@certainkly@Leewdoongwook@ribbouwn Lah, kak... Justru kalau bicara "makna perlindungan dari objektifikasi'" logikanya makin runtuh. Zaman dulu, siapa yang paling rentan diobjektifikasi dan dilecehkan? Budak perempuan! Tapi kenapa 4 mazhab sepakat rambut budak bukan aurat dan boleh terbuka?
@GrimmLi08 daripada orientasi seksual orang/kelompok, dan ngomongin hal ini dari dulu stance gw juga udah clear. di luar sudut pandang agama, ham, and whatever that is, gw gabakal support LGBT.