Tipikal rakyat Indonesia itu sabar dan rendah hati. Sangking baiknya, tahu kalau jadi korban tapi lebih seringan ikhlasnya. Uang rakyat dikorupsi sejadi-sejadinya, yang mau ngampunin Yusril. Kalian kaum jelata diem aja!
23 Desember 2019.
Disini benang merahnya! Harun Masiku menyerahkan uang Rp 850 juta kepada Riri, anggota staf PDIP di sebuah rumah di Jalan Sultan Syahrir no 12A yg merupakan kantor HASTO KRISTIYANTO, lalu diteruskan pada Saeful Bahri yg tak lain adalah staf Hasto!
قال أبو الفتح منصور بن الحسين الرهاوي: سمعت أحمد بن مهدي بن رستم يقول: أردت أن أكتب كتاب الأموال لأبي عبيد، فخرجت لأشتري ماء الذهب، فلقيت أبا عبيد، فقلت: يا أبا عبيد أريد أن أكتب كتاب الأموال بماء الذهب، قال: اكتبه بالحبر فإنه ابقى. (بغية الطلب في تاريخ حلب لابن العديم: ١١٦٩)
Anda melakukan simplifikasi secara sangat dangkal seolah Hamas, Hezbullah dan Houthi adalah representasi gerakan khilafah tulen. Jelas argumen Anda payah.
Mereka adalah gerakan perlawanan, tapi propaganda media telah menegasikan seluruh sepak terjang mereka.
Alhamdulillah.. peringatahan hari santri dg kemasan pengajian yg mubalig kh mustofa bisri / gus mus. Sekaligus menyerahkan penghargaan untuk santri berprestasi, gus mus guru sy & semoga sy tetap di akui sebagai… https://t.co/gk8T9xC37L
Bapak Baddrut Tanam, membentuk PCC (Pamekasan Call Care) agar masyarakat mudah untuk meminta bantuan, jika merasakan sakit. Telepon PCC dan segera dijemput oleh petugas kesehatan. Informasi layanan PCC sudah ada di setiap rumah dan tempat umum. @rabaddruttamam#pamekasanhebat
mereka Ulama Salaf; salah satu tanda Allah menipu seorang hamba (istidraj) ialah ketika dia (hamba) hanya bisa melihat aib orang lain karena Allah membutakan dia atas aib dirinya sendiri.
—الأنوار للإمام الشعراني
Nah selain tukang REKAYASA KASUS, ST juga pernah Nagaku sendiri menerima uang dari rekanan sebesar 350 juta perkara Pembangunan tahap II Jembatan Way Sekampung Kresnowidodo Negara Saka pada tahun 2012.
Kasusnya SEGUDANG yg keluar BUKU PRESTASI…
Lanjutin gak neh…
Pindaian kartu pos ini berisi ucapan Lebaran, dari M. Achmad Sjarwani untuk Chadroti Sjech (Kiai) Hadji Moechamad Hasjim (Asj'ari), 11 Okt 1942.
Ditulis dg mesin tik, dikirim dari Purbolinggo ke Jombang. Perangko Dai Nippon/Kekaisaran Jepang, harga 3,5 sen.
Sumber: Perpus TBI