Ini tim humas @BNI apa tidak bisa lebih cerdas lagi menjelaskan ke publik soal dana Paroki yang digelapkan karyawannya. Jawaban2 humas @BNI justru buat apatis dan memunculkan gaung tarik simpanan.
Keblinger kalo semua kritik atau gerakan kritis kpd pemerintah digolongkan mau menggulingkan pemerintahan, apalagi bawa2 kepentingan asing...dan saya yakin para pengkritik tidak sekalipun pnya hasrat menggulingkan pemerintahan krn kritik sekeras apapun adalah energi demokrasi
Guntur Soekarnoputra adalah sosok yang mengkader Megawati Soekarnoputri di GMNI Bandung.
Mereka kakak beradik. Sangat dekat & menjadi teman bermain sejak balita, remaja, dewasa hingga tua.
Usia Mereka terpaut dua tahun dua bulan. Guntur kuliah di ITB sementara Mega kuliah di Unpad.
Saat Mega bergabung ke GMNI, Guntur menjabat Ketua Tim Indoktrinasi Dasar GMNI Cabang Bandung sejak pertengahan tahun 1965.
Guntur memberikan materi soal sejarah politik Indonesia & materi soal Marhaenisme.
Mega lulus menjadi kader GMNI dengan predikat sangat baik. Mega tidak hanya menguasai pemikiran filsafat barat dari sosialisme hingga liberalisme. Mega bahkan bisa memaparkan dengan baik ideologi fasisme.
Pasca Peristiwa 1965 tersiar kabar soal penangkapan pelbagai aktivis pro-Soekarno.
Salah satu yang ditangkap adalah Ketua GMNI Palembang. Namanya : "Bule". Teman baik Guntur.
"Temanku, si Bule ditangkap, Dis" ucap Guntur pada Mega pada satu sore di tahun 1965.
Mega tidak tahu apa-apa soal Bule yang dimaksud oleh kakaknya itu.
Selama dua tahun si Bule di penjara. Sempat bebas. Kemudian ditangkap lagi di pertengahan tahun 1968 karena membela Soekarno & melakukan aktivitas politik mengkampanyekan Marhaenisme.
Di tahun itu, 1968 Mega menikah dengan seorang Perwira TNI AU bernama Surindro Supjarso.
Tahun 1970, Mega kehilangan suaminya Surindro dalam sebuah kecelakaan pesawat di Papua. Saat itu Mega mengandung anak keduanya yaitu Prananda Prabowo yang mana anak pertama Mega bernama Muhammad Rizki Pratama.
Tahun 1971, Si Bule keluar dari penjara kemudian langsung ke Blitar untuk menjiarahi Makam Bung Karno. Kebetulan bertemulah Guntur, Si Bule & Panda Nababan di Madiun kediaman Mega saat itu.
Disini Guntur mengenalkan Si Bule ke Mega.
"Dis, kenalkan ini temanku, Bule" ucap Guntur ke Mega.
Laki-laki itu bukan Bule dalam pengertian dia orang Eropa. Itu hanya julukan karena ia tinggi, putih & ganteng.
Dan si Bule itu pula akhirnya yang menjadi suami dari Mega. Mereka menikah sederhana di tahun 1973. Dari pernikahan itu lahirlah Puan Maharani tahun 1974
Dan si Bule itu adalah Taufik Kiemas.
Aktivis GMNI, Soekarnois sejati & Bapak Empat Pilar Kebangsaan RI.
@Pupufafa1 pengalaman riil jelang 98, ada mahasiswa baru gue rekrut, gue ajak rapat2 aksi tapi saat aksi dia ngilang2..belakangan ketahuan kalo susupan intel
Harusnya pemerintah meniru cara Rusia, NGO/LSM lokal penerima pembiayaan penuh dari dana hibah asing maka harus disebut "Agen Asing".
Jadi untuk membedakan dengan NGO/LSM yang beneran nasionalisme, didanai dari lokal bukan didanai asing.
Jadi seperti @celios_id ini penerima dana $ 2.000.000 lebih dari asing yaitu Soros, maka sudah memenuhi syarat buat disebut "Agen Asing". Mereka sudah tentu lebih mementingkan kepentingan donatur asingnya, agar dana hibah tetap lancar mengalir ke dompetnya daripada kepentingan nasional Indonesia.
Dulu kita punya KUD, kini yg tertinggal bangunan2 mangkrak.
Entah kelak dgn KOPDES MP, yang sepertinya hanya akan bertahan 10 thn.
Kenapa tidak memaksimalkan BUMDES atau Unit2 PPK (peninggalan program PPK-PNPM Perdesaan) yg asetnya milyaran rupiah.
Amsiong tenan.
KOPDES MP itu tak akan berjalan baik, jika ekonomi rakyat lesu. MBG juga tak akan mampu menopang pertumbuhan jika implementasi acak adut, dengan kebocoran yang demikian besar.
Yang penting dipikirkan itu bukan soal defisit APBN, tapi bagaimana di situasi ekonomi global yg memburuk ini, ---yg nyata akan berdampak luas ke Indonesia, baik karena negara kita net import BBM, nilai tukar Rp yang rentan, dan ketergantung pada arus capital Asing di pasar------, RAKYAT BISA BERTAHAN, TETAP KUAT MENANGGUNG BEBAN EKONOMI YANG PASTI AKAN MAKIN BERAT, DAN HATI-HATI JANGAN SAMPAI KELAS MENENGAH KITA YANG SUDAH MENYUSUT AKAN MAKIN MENYUSUT.
Berfikir itu demi rakyat, dan program itu dirancang demi rakyat, bukan demi kekuasaan.
Apakah Indonesia punya senjata? Nah senjata macam apa yang dimaksud? Saat ini Indonesia kekurangan atau sama sekali tidak memiliki kapabilitas long-range dan medium-range air defence system, short-range dan medium-range ballistic missile, coastal defence missile, submarine-launched dan air-launched cruise missile, tank, heli, jet tempur pesawat angkut, kapal kombatan permukaan modern, kapal selam modern, dan banyak lagi lah pokoknya kurangnya kita.
Ini baru mencangkup persenjataannya saja, belum lagi urusan sensornya, seperti radar untuk mencari ancaman di udara, sonar untuk mencari ancaman di bawah laut, itu lebih BOLONG lagi. Kekuatan Indonesia masih lemah, jauh dari kata optimal dan ideal, jangan percaya ranking-ranking militer tidak jelas di internet, itu hanya membuat para pemangku kebijakan kita berpuas diri dengan buta. Entah kapan mereka akan sadar bahwa pertumbuhan ekonomi kita harus dibarengi dengan kapabilitas hankam yang kuat.
Intinya apa? MBG tetap dilanjutkan 🔥
Dalam UU PDP ada pasal ttg ini, lembaga asing dapat memproses data pribadi dengan sejumlah ketentuan. Masalahnya, belum ada PP lanjutan dari UU PDP termasuk lembga pelindungnya. Dititik inilah transfer data pribadi mnjdi isu sensitif.
Narasinya manis: Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance.
Diksi kelas internasional.
Vibes-nya kayak trailer film diplomasi.
Tapi di bawahnya ada klausul transfer data lintas negara yang bikin publik mikir: sejak kapan privasi jadi komoditas ekspor?
Ini bukan soal anti kerja sama.
Kerja sama itu wajar.
Tapi kalau posisi tawar kita selalu kelihatan kayak kerbau dicucuk hidungnya, ya masak gue gak berhak curiga: ini kemitraan setara macem apa?
Entah siapa itu, bilamana ia seseorang yg punya power hmm betapa bahayanya, lha untuk urusan kecil antri saja harus "intimidasi" pengguna jalan lain. Kalo ia orang "awam", mungkin lagi belajar sok2an kuasa di jalan..
Antri aja Ga usah banyak laga ga usah sok berkuasa di jalan. Tiap tahun gue bayar pajak. Terus mau berisik pula. Awalnya dia bunyikan sirene. Gue bunyikan klakson. Entah mobil siapa, Bila itu mobilnya si Ustad Bangsat HH yang jadi pembohong besar. Makin gue ga mau minggir.,
Polisi terus melakukan penyelidikan penyebab pasti kematian siswa SD yang ditemukan tewas gantung diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino, mengatakan penyidik masih melakukan penyelidikan termasuk meminta keterangan guru tempat korban sekolah. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap ada tidaknya dugaan bullying pada anak tersebut.
"Penyidik juga memeriksa pihak sekolah, termasuk guru korban. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah korban juga jadi korban bullying atau tidak. Ini yang masih diselidiki," ujarnya, Rabu (4/2).
Sementara dari hasil pemeriksaan sejauh ini, tidak ditemukan kekerasan dari tubuh anak itu. Polisi masih pada temuan awal, anak itu “mengakhiri”x karena putus asa.
"Motif sementara karena putus asai. Ini murni niatan anak. Selama ini korban juga tidak memiliki handphone," ungkapnya.
📸: Dok. Keluarga Yohanes Bastian.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: focus | siswasdntt | news | oneliner | R176 | E164
#yohanes #bicarafaktalewatberita #kumparan