Ada banyak solo gitar John Petrucci di Dream Theater yg luar biasa, seperti Constant Motion, Breaking All Illusions, Lines in the Sands, Hollow Years, Stream of Consciousness, dll.
Tapi yg terbaik menurutku Best of Time (Black Cloud & Silver Linings)
https://t.co/gK2oiJ68Jf
Lu pilih mana, diberi akses pendidikan gratis hingga tahap pekerjaaan dgn sallary yg menjanjikan, atau lu pilih diempanin gratisan selama 5 tahun?
Ini ttg mindset. Kalau lu berjiwa inlander, mental gratisan, tentu lu akan pilih opsi yg kedua, program gratisan ala komprador gemoy.
@sigitwid Rakyat dipaksa menelan mentah² rebranding dadakan buah pikir konsultan jalur Lord Hachim.
Gemoy, rebranding kampungan yg massive diblow-up di media utk menutup aib capres berlumur darah & tak pnya prestasi itu.
Gemoy, kalau panik, nervous, mesti joget sesuai arahan psikiaternya.
Anak Muda Jompo Yang Sesungguhnya Di Era Milenial
Oleh : Rika Sudjiman
Sering temanku berkeluh kesah di media sosial mereka, yang capek menjalani harinya. Mulai sakit punggung karena duduk seharian, kepanasan karena kerja lapangannya dan keluhan lainnya. Senjata mereka adalah balsam, minyak kayu putih, vitamin dan obat-obatan warung.
Itu dilakukan demi bertahan di zaman dengan tekanan pekerjaan yang serba keras ini. Mereka bertahan berada di posisi ini karena terhimpit ekonomi. Tak sedikit pula mereka menjadi tulang punggung keluarga yang kerap disebut sebagai generasi sandwich, dimana mereka bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya saja tapi juga kebutuhan keluarganya.
Punggungnya yang pegal, kepalanya yang pusing dan rindunya akan jatah tidur normal sering mereka sebut dengan pemuda jompo. Jiwanya anak muda tapi karena beban kehidupan, mereka sering merasakan seperti sudah tua yang jompo. Sakit sana-sini kerap mendera tubuh mereka, sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan kerja.
Tapi hal itu tidak dirasakan oleh Gibran, cawapres hasil putusan Mahkamah Konstitusi. Lihat saja awal karirnya masuk ke pemerintahan, mulus seperti jalan tol yang dibangun bapaknya. Bilangnya tidak mau masuk dunia politik, tapi akhirnya bergabung juga dengan bantuan bapaknya.
Lobby sana-sini termasuk meminta bantuan Megawati Soekarnoputri yang punya hak prerogative sebagai ketua umum PDIP, untuk menunjuk kepala daerah yang dicalonkan di Solo. Kala itu sudah ditetapkan dengan proses yang runtut dan matang oleh sahabat Jokowi, FX Rudy. Tapi karena kecintaan Mega dengan keluarga Jokowi, aturan 2 tahun setelah masuk partai dan baru bisa maju jadi kepala daerah ataupun badan legislative pun mendadak dipinggirkan.
Ya Gibran yang baru masuk PDIP langsung bisa duduk di kursi pilwalkot Solo. Kata Purnomo, cawalkot yang gugur demi Gibran, siapa sih yang tidak mengalah demi anak presiden?
Bahkan Purnomo dan Rudy kala itu sempat ditawari jabatan untuk menambal kekecewaan di masa lalu. Tapi mereka bukan orang yang gila akan jabatan. Mereka mengabdi untuk negara lewat partai, tidak melulu lewat jabatan di pemerintahan.
Penampakan itu tidak menjadi contoh bagi Gibran, karena hari ini naiknya dia menjadi cawapres lewat menghalalkan segala cara. Statemen terakhir yang berdengung di telinga publik tentang “senyumin saja mereka yang bikin hoax dan nyinyir”.
Aku jadi heran dimana letak hoaxnya, saat pamannya yang menjadi ketua Mahkamah Konstitusi terbukti melakukan pelanggaran kode etik ketika mengeluarkan putusan batas minimal capres-cawapres? Nyinyir? Barisan pemuda yang dipertontonkan tindakan Gibran ini merasakan kesenjangan, antara rakyat biasa dan anak presiden.
Tidak cukupkah namanya yang mendapat perhatian dari publik, hingga berpengaruh ke usaha dan bisnisnya yang laris manis? Kenapa harus mengangkangi konstitusi demi mendapat jabatan yang tinggi? Dimana proses itu berjalan? 2 tahun yang dibantu orang-orang besar?
Bahkan sekelas kader PDIP, 2 tahun itu proses pertama untuk melangkah di pemerintahan. Itupun belum mendapat jaminan menang, karena persaingan ketat. Beda dengan temannya, hanya dua tahun Gibran sudah mendapat tiket jadi cawapres lewat putusan pamannya yang melanggar kode etik.
Di situlah letak kekhawatiran yang terus berkembang di berbagai kalangan. Kalau maju tanpa menabrak konstitusi, tidak akan menjadi polemik. Tapi Gibran membawa nama anak muda yang menubruk konstitusi demi memanjat posisi cawapres. Apa hal itu bisa dibenarkan?
Bahkan sekelas anak muda pun ikut menyayangkan hal itu. Dan yang lebih buruknya saat kubu Prabowo justru membanggakan peristiwa itu, dengan narasi anak muda yang pemberani dan membuat banyak kalangan panik.
Jogjarockarta Festival, it’s time… 🔥🔥
We are VERY excited to announce that we will be headlining Jogjarockarta Festival with our good friends In Flames.
27-Jan-2024
Yogyakarta, Indonesia
Tickets on sale now from https://t.co/zd04muWloy