Video runtuhnya Birch Glacier di Blatten, Swiss, Mei 2025, memberi gambaran bagaimana bencana gletser dapat dimulai: jutaan ton es dan batuan tiba-tiba meluncur ke lembah. Tetapi ada perbedaan penting dengan bencana di Nepal-Tibet. Di Blatten, pergerakan gletser telah dipantau dan sekitar 300 warga dievakuasi sembilan hari sebelum longsoran besar terjadi. Sekitar 90 persen desa kemudian tertimbun, tetapi evakuasi dini membuat korban jiwa dapat ditekan. Ini menunjukkan bahwa besarnya bencana alam tidak otomatis menentukan besarnya korban; pemantauan, peringatan dini dan keputusan evakuasi dapat mengubah hasilnya.
Di Nepal, tantangannya lebih kompleks. Runtuhan es dan batuan dapat berubah menjadi debris flow, membendung atau mengubah aliran sungai, lalu memicu banjir bandang yang bergerak jauh ke hilir. Karakter Himalaya dg lembah sempit, lereng sangat terjal, gletser yg besar dan permukiman di sepanjang sungai, membuat efek berantai ini sangat berbahaya. Keterbatasan pemantauan dan kapasitas mitigasi juga menjadi persoalan.
Di sinilah perbandingan itu membawa kita pada keadilan iklim. Nepal hanya menyumbang sekitar 0,1 persen emisi gas rumah kaca dunia, tetapi harus menghadapi risiko yang semakin besar dari dunia yang memanas. Bahkan kebutuhan rekonstruksi pascabencana terbaru diperkirakan mencapai US$4–5 miliar, hampir 10 persen ekonomi Nepal.
Gak pernah ada yang nyangka sebelumnya kalau pencairan es bisa berdampak demikian dahsyat dan tragis. Sampai titik ini, semoga semakin banyak yang percaya perubahan iklim itu nyata. Terutama buat kaum yang anti-perubahan iklim dan anti-sains.
oke saatnya gw bongkar sekarang!!
PT Kiani Lestari, entitas bisnis kehutanan/HTI di Kaltim yg berada di bawah payung grup Nusantara Energy milik presiden PRABOWO SUBIANTO (cnn indonesia)
konsesi eks taipan Bob Hasan ini dibeli PRABOWO tahun 2004 silam lewat perantara JK dan sempat heboh diungkit pas sesi debat capres soal penguasaan ratusan ribu hektar lahan (antaranews).
perusahaan ini sepaket sama pabrik pulp raksasa kiani kertas (kertas nusantara) yg menguasai hamparan konsesi hutan ratusan ribu hektar di bumi etam.
meskipun jika nantinya perusahaan kebukti melanggar, gw yakin gamungkin ada tersangka
Jangan ngaku jago main FPL kalo belom ikutan "Liga FPL Perspective Football"🫵🏻
Juara 1 E-Wallet Rp 1.000.000
Juara 2 E-Wallet Rp 500.000
Syaratnya gampang banget!
- Follow kita di X dan Instagram https://t.co/QBHfemXvSV
- RT dan reply twit ini + tulis nama manajer dan nama tim
Goodluck pers! 🔥🎉
🚨 FREE #FPL CASH PRIZE LEAGUE 🚨
💰 £1000 PRIZEPOOL 🏆
🥇 Winner: £250
🥈 Runner-Up: £150
🥉 Third Place: £100
💰 Monthly Prizes:
🥇 £25
🥈 £15
🥉 £10
HOW TO ENTER FOR PRIZES👇🏼
1. Like and Repost this tweet
2. Follow @FootballMadUK + @FPLMattW
3. Join @FPLMattW Telegram - 🔗 Bio
4. Comment your FPL team name 👇🏼
✅ Code: d1kfxa
After demo-demo ini, gw baru sadar ternyata polisi di Indonesia tu buanyak banget. Artinya, urusan keamanan harusnya selesai dan angka kriminalitas bisa ditekan. Soal prioritas aja ternyata
BEM UI DEMO SIANG INI!
PANJANG UMUR PERJUANGAN..
Berikut 8 tuntutan demo oleh BEM UI hari ini:
1. Hentikan praktik penjajahan negara terhadap rakyat.
2. Berantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
3. Wujudkan reforma agraria yang sejati.
4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
5. Evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta hentikan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
6. Tolak pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) serta kembalikan otonomi daerah.
7. Tetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak.
8. Hentikan tindakan represif dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil, serta bubarkan Yon TP.
Yang salah bocahnya, kenapa sopir yang dipukul? Tolol banget nih satpol pp, tni, sama dishub. Sirine sekenceng itu harusnya keken ngamanin jalur, pada sibuk main gaple lo pada?
Skakmat buat pidato Istana di MPR! Rieke PDIP sentil keras: sebagus apa pun 'Pedoman Kabinet', kalau basis datanya ngasal, yang lahir cuma anggaran fiktif & korupsi. Jargon evidence-based policy tapi data PDB & kemiskinan difabrikasi demi pencitraan.
Video : kompas tv