Ketika Prabowo Menciptakan Bencana Nasional
Ah, saya tidak habis dengan kejutan besar yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dengan pemotongan anggaran di banyak Kementerian, yang tujuannya untuk efisiensi anggaran. Menurut saya, tujuannya bagus, namun terjadi efek domino akibat kebijakan efisiensi ini di mana, Kementerian melakukan penghematan besar-besar dengan memadamkan listrik pada pukul 4 sore, menyalakan hanya sebagian AC, serta penghematan-penghematan lain seperti yang sudah kalian baca sendiri di media massa maupun media sosial.
Nah, pada esai kali ini saya ingin menjelaskan efek yang akan timbul karena pemangkasan anggaran belanja hanya dari satu Kementerian saja, yaitu Kementerian PUPR. Bagi orang-orang yang mempelajari ilmu ekonomi pasti sudah bisa melihat efek mengerikan imbas pemotongan anggaran ini, yang mana justru tidak berbanding lurus dengan janji kampanye Prabowo tentang pertumbuhan ekonomi yang katanya, tembus hingga 8%.
Sebagai bahan informasi, Kementerian PUPR mendapatkan pemotongan atau pemangkasan anggaran sebesar Rp 81,38 triliun. Nah imbas dari efisiensi ini, ada beberapa proyek penting yang akhirnya terhenti seperti anggaran untuk pemeliharaan jalan, waduk, bendungan, hingga jembatan. Sedangkan, untuk waduk, bendungan, serta jembatan sendiri jika tidak dilakukan pemeliharaan secara rutin maupun berkala, akan menyebabkan masalah-masalah yang baru.
-Sebuah Esai-
Iroh terlibat dalam pelbagai pelanggaran HAM selama penjajahan Negara Api di Kerajaan Tanah bagian Timur, seperti pembantaian hingga penangkapan pasukan perlawanan tanpa proses pengadilan. Meski demikian, Iroh tidak terlibat secara langsung dalam pembantaian di Pemakaman Omashu.
Setelah berakhirnya Perang 100 Tahun, Iroh diberhentikan karena terlibat dalam penculikan aktivis anti monarki Api. Mereka ingin mengubah negara Api menjadi sebuah Republik. Namun aktivis itu dilepaskan dan beberapa bergabung dengan Partai Teratai Putih yang kemudian didirikan oleh Iroh.
Seluruh timeline twitter euforia #Bitcoin naik, kalau saya melihat ini biasa aja, karena saya tau cepat atau lambat crypto bakal dibanting lagi dan bantingannya terjadi secara cepat, sadis, dan mendadak.
Seperti contoh bantingan tahun 2018 dan 2022 dibawah ini terjadi secara cepat dan mendadak.
Kalau ada yang bilang, "tapi kan sekarang sudah Bitcoin ETF! Sudah beda secara fundamental bla bla bla!"
Respon saya sih ya namanya crypto apapun bisa terjadi di dunia crypto.
Saya senang crypto terus naik karena porto saya 100% di spot alias ga trading futures, tapi ini saatnya saya mulai pikirkan gimana strategi take profitnya, soalnya kalau terjadi koreksi sadis lagi ya bisa aja semua floating profit itu lenyap.
"Floating profit adalah ilusi selama belum di take profit."
Sebagai hiburan masa tenang, dan sebagai persembahan untuk presiden yang naik sebagai produk demokrasi dan akan turun sebagai yang melumatnya, saya mengumpulkan sampul-sampul Majalah Tempo yang memuat Jokowi sejak awal.
Sampul pertama:
Samsul bilang ke Prof Mahfud. Masa profesor ga ngerti greenflation.
Di Perancis. Demo Rumpi Kuning. Sdh makan korban.
Lha! Kalo itu sih GREEDFLATION, Samsuuul.
Greedflation itu Demo atas keserakahan Pemerintah atas Pajak. Greed, serakah.
Kupingmu krungune green?
Yung alah.
MKMK memutuskan Anwar Usman telah melakukan pelanggaran etik berat terkait putusan MK soal batas minimum usia capres-cawapres, Senin (7/11). Anwar pun dikenakan sanksi diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua MK. #pemilupedia#focus#putusanmkmk#news#oneliner
Pembangkit Listrik Energi Batubara (PLEB) kami dtuduh sbg sumber polusi udara. Pdhl dr raja api ke 1, tdk ada protes, br X ini bnyak kluhan dr warga ibukota Ba Sing Se. Saya ksal! Pdhal PLBE yg kotor itu milik pembisik raja, inisialnya "L"
Siapakah "L" ini? Saya ulas disini!1!1!