Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
🚨18+
kronologi kasus chat grup mahasiswa FH UI yang disusun ulang secara sederhana dan netral:
1). Pada 11 April 2026 malam, akun X bernama @sampahfhui mengunggah thread berisi tangkapan layar percakapan dari sebuah grup WhatsApp mahasiswa FH UI. Isi obrolan tersebut berupa komentar vulgar sehari-hari, objektifikasi tubuh perempuan, lelucon cabul terhadap foto Instagram mahasiswi, serta penggunaan frasa seperti “diam berarti consent” dan “asas perkosa”. Thread itu dengan cepat menjadi viral dan ditonton jutaan kali.
2). Diduga Anggota grup tersebut bukan mahasiswa biasa. Banyak di antaranya menjabat sebagai pimpinan organisasi kemahasiswaan, ketua angkatan, serta calon panitia ospek. Beberapa nama yang muncul dalam screenshot antara lain VH, IK, DY, RM, SP, dan beberapa lainnya.
3). Keesokan harinya, 12 April 2026, Fakultas Hukum UI menerima laporan resmi mengenai dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana terkait pelecehan seksual.
4). Pada hari yang sama, Dekan FH UI Parulian Paidi Aritonang mengeluarkan pernyataan resmi. Fakultas mengecam keras konten yang merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan nilai etika akademik. Mereka menyatakan sedang melakukan penelusuran dan verifikasi secara serius serta menyeluruh, sambil meminta publik menahan diri dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
5). Berbagai organisasi internal seperti BEM FH UI dan badan semi otonom lainnya juga mengeluarkan pernyataan sikap yang mengutuk perilaku tersebut dan mendukung proses penanganan.
6). Hingga 13 April 2026, kasus ini masih dalam tahap investigasi internal Fakultas Hukum UI. Belum ada pengumuman nama resmi yang terbukti terlibat maupun sanksi yang dijatuhkan. Publik terus menanti langkah konkret dari pihak kampus.
🌱saya kira kasus ini menjadi pengingat yang cukup keras bahwa, di sebuah fakultas yang seharusnya menjadi tempat lahirnya pemahaman hukum dan etika yang tinggi, masih saja ditemukan sikap yang meremehkan batas-batas penghormatan terhadap sesama.
🌱harapan kami, proses yang sedang berjalan tidak hanya membersihkan nama baik institusi, tetapi juga menjadi pelajaran nyata agar budaya semacam ini tidak lagi dianggap sebagai “guyonan biasa” di kalangan mahasiswa.
cc : @lowongandosenx / @dosenkesmas / @habiburokhman / @taufikbasari / @oncemkl
Tulisan terbaru Mawa Kresna membongkar klaim sukses MBG hingga penelusuran dokumen pengadaan BGN yang menunjukkan belanja Rp6,2 triliun pada 2025.
Ada kaos kaki tanpa merk & tanpa SNI seharga Rp100 ribu/pcs. Tablet harga pasaran Rp8 juta dibeli Rp17 juta. https://t.co/qU70f5G3OF
Wahai adik-adikku sayang, membacalah. Seriously, read. History, biography, philosophy... read.
Membacalah, sayang. I cannot stress this enough. Read books. Stop letting AI make a fool out of you.
I'm saying this out of nothing but love. Please. Read.
Baca buku Reset Indonesia di warung. Seorang pembeli datang. Buku saya tutup. Dia melihat judulnya. "Wah, lagi viral nih. Subversif kamu!" Ketusnya. Sambil tertawa.
"Sudah baca, pak?"
"Belum"
"Baca dulu!"
Beginian jangan diulang ya tong. Komandanmu ta kuliahi sisan!
Pengakuan seorang Intel yang disinggung panji di acara Mens Rea
(Salut bang mau terbuka ) 😇🤗
Kayanya memang sudah waktunya saya harus ungkap jati diri saya yg sesungguhnya. Maafkan saya kalo akhirnya identitas yg selama ini saya jaga rapat-rapat sekarang mesti terbongkar dan tentu itu sangat mengecewakan banyak pihak terutama keluarga dan orang-orang terdekat saya.
Jadi ya, saya memang aktor lapangan alias intel.
Semakin ramai pemberitaan tentu semakin anda mesti melihat sendiri bagaimana kebebasan berpendapat yg dilindungi undang-undang tersaji dengan apik dalam Mens Rea oleh mas @pandji di @NetflixID
Jangan nonton dari flashdisk.
Sehat-sehat orang baik dan panjang umur perjuangan
Btw makasih buat temen-temen yg sudah mau mengrimkan momen detik-detik terungkapnya identitas asli saya dari segala penjuru medium anda. Saya terharu sekaligus malu
Klarifikasi & permohonan maaf sejumlah pihak yang diduga lakukan bully pada Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana yang meninggal, Rabu (15/10).
Konflik Trump vs Elon Musk belum usai, kini Warga Los Angeles, AS, melancarkan gelombang demonstrasi dahsyat yang mengguncang kota, berpuncak pada bentrokan brutal, hingga Pasukan Garda Nasional terpaksa turun tangan.
Lengkapnya di Threads...🧵
🔥 Rusia - Ukraina terbaru...
Tampaknya Ukraina berhasil membalikkan keadaan.
Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke bandara-bandara Rusia, termasuk di ibu kota Moskow dan beberapa pangkalan udara lainnya.
📌 Serangan terbesar sejak awal perang Rusia-Ukraina.
Rusia mengalami kerugian sangat besar.
Detailnya di threads…🧵
Teman-teman SD UMP Purwokerto sampai sewa 47 ANGKOT untuk nobar Film JUMBO 😭😭💛
Semoga core memory ya, Dek. 🥹🥹🥹
SELAMAT NONTON KAKAK TERHARU BANGET TAU NGGAK 😭😭
Bias dan Anomali RUU KUHAP, RUU Kejaksaan, serta Tumbangnya IHSG
Dalam esai kali ini, saya akan mengajak kalian lagi untuk “membayangkan”, tentang kondisi negara saat ini yang tidak bisa dimanipulasi oleh angka di pasar modal. Bayangkan tentang hukum di Indonesia seperti sebuah rumah tua yang dulu kita banggakan, dindingnya tebal, atapnya kuat, tiangnya berdiri tegak melawan badai. Tapi sekarang? Dindingnya retak-retak, atapnya bolong, dan tiangnya sudah dimakan oleh rayap sehingga nyaris roboh.
RUU KUHAP dan RUU Kejaksaan datang layaknya tukang bangunan yang berjanji akan memperbaiki rumah tua ini. Namun, apa yang justru mereka lakukan? Tukang itu membawa palu godam, menghancurkan sisa-sisa tiang yang masih berdiri, dan meninggalkan kita di bawah puing-puing. Esai kali ini bukan hanya tentang ketidakadilan hukum dan potensi penyalahgunaannya, tapi tentang nyawa kita semua yang bisa melayang karena rentan terhadap serangan makhluk buas.
Ketika rumah tua itu sudah hancur, IHSG bisa semakin ambruk sehingga membuat bursa ditutup paksa, sedangkan investor kabur membawa uang mereka, dan rupiah akhirnya bisa tembus ke Rp 20.000 per USD, membuat hidup kita seperti di neraka. Keadaan yang serba mencekam ini bukan hanya tentang jaksa atau hakim, tapi juga tentang anak kita yang nanti menangis kelaparan karena kita diam saja atas segala carut marutnya birokrasi serta hukum yang ada di Indonesia.
-Sebuah Esai-
Buka artikel terbaru di https://t.co/qUW4MtiUVs sekarang! Kamu akan diajak berkeliling ke berbagai daerah yang menopang pembangunan IKN. Berbagai cerita dikombinasikan dengan peta yang akan memudahkan kita untuk melihat seperti apa warisan si ‘Raja Jawa’.
https://t.co/zyglhH3ok2
Apa jadinya jika layanan BPJS Kesehatan berhenti tiba-tiba? 😨
Ternyata, ancaman itu nyata. BPJS Kesehatan berisiko gagal bayar dalam dua tahun ke depan. Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita ulas bersama. ⬇️ #TempoThread
Mau mention Aa' @RaffiAhmadLagi, tapi udah gak aktif akun X nya. Biar sama-sama baca laporan yang ditulis selama tiga bulan hingga menghasilkan 11 ribu kata dan diedit selama hampir dua minggu.
https://t.co/FAJINoxWGe
#RaffiAhmad#SultanAndara#YaAkuBakalDibaca
Halo, teman-teman. Kami membaca dan menyimak diskusi yang sedang berkembang tentang AI dan sampul buku Marjin Kiri. Terima kasih. Berikut ini penjelasan kami: