Sebelum menyimpulkan suatu masalah yang dilihat, dibaca dan di dengar. Lebih baik cari terlebih dahulu sebab akibat yang melatar belakangi masalah tersebuh muncul.
Orang-orang bukan malas baca buku. Mereka dikondisikan kehabisan energi untuk cari makan. Dikondisikan mati-matian untuk bertahan hidup doang. Mereka tidak punya waktu, tidak punya energi lagi untuk merayakan hidup, bahkan sekadar membaca buku.
Terbiasa dengan seandainya
Terbiasa dengan seharusnya
Terbiasa dengan seumpamanya
Seandainya begini lalu begitu
Seharusnya begini lalu begitu
Seumpamanya begini lalu begitu
Rencananya begini seandainya
Jalannya begini seharusnya
Hasilnya begini seumpamanya
Menurut saya, ini adalah saat yang tepat untuk para pejabat melakukan aksi dan bukti nyata tanpa harus terlihat kamera. Alias, diem dulu bisa gak sih? Makin banyak ngomong makin blunder
Dari banyaknya donasi yang dibuat oleh masyarakat, dan banyaknya dana yang terkumpul, bisa disimpulkan bahwa negara ini nggak kekurangan orang baik. Negara ini cuma kekurangan orang yang mempercayakan uangnya di tangan pemerintah
Kali ini beda dimana terkadang hidup, terkadang jangan begadang. Lain kali hidup tidak bisa dibagi, ditambah apalagi dikurangi. Mungkin suatu saat nanti hidup kalo hidup nanti.
Hidup memang naik turun. Ada saatnya kau kalah, akui dan terima saja. Ada saatnya kau gagal, belajar menghadapi kenyataan. Jika kau pernah di atas, tak selamanya angka—angka itu padamu. Jangan menyangkal yang membuatmu dangkal. Perbaiki lagi pelan-pelan. Kau bukan pusat semesta meski merasa berkuasa.
Ternyata ada hal yang sama pentingnya dengan komunikasi. Yaitu ritme (irama). Butuh waktu lama untuk menyesuaikan ritme satu sama lain. Tapi ketika sudah bisa seirama, jalani saja meskipun orang lain belum tentu mengerti jalan yang kita tempuh