LSE bukan kampus yang megah dengan halaman luas. Ia menyatu dengan kota London. Gedung-gedungnya berdiri di antara jalan-jalan yang sibuk, seolah mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah jauh dari kehidupan sehari-hari.
Di sudut kampus berdiri patung globe, simbol yang terasa tepat bagi sebuah universitas yang sejak awal melihat persoalan dunia sebagai ruang belajar bersama. Beberapa langkah kemudian ada Sir Arthur Lewis Building, sebuah penghormatan kepada ekonom peraih Nobel yang mengubah cara kita memahami pembangunan dan transformasi ekonomi di negara berkembang.
Di lorong Department Of Economics , terpajang wajah-wajah yang telah membentuk sejarah pemikiran ekonomi: Friedrich Hayek, John Hicks, Arthur Lewis, James Meade. Kampus ini juga pernah menjadi tempat dari Ronald Coase, Amartya Sen, Christopher Pissarides, George Akerlof, dan banyak lainnya. Mereka mengingatkan bahwa gagasan besar lahir dari keberanian untuk mempertanyakan, bukan sekadar menerima. Senang dan terhormat menjadi bagian dari LSE
Discover how digital device use prolongs the working hours of child labourers and explore the comprehensive solutions proposed in Sukma and Ruslan’s (2025) study.
Learn more:
🔗 https://t.co/uKUkC9BlTh
#JCLI#ChildLabour#DigitalDevices
Pada sidang Komisi Statistik Dunia ke 53 di New York, delegasi Indonesia (alhamdulillah anggota sebagai porter merangkap juru tulis 📷) menyampaikan kesediaan menjadi Regional Hub pada agenda sidang tentang Big Data. Alhamdullilah Regional Hub kini di Otista.
Hasil Sensus Pertanian 2023 menyajikan potret buram sektor pertanian kita. Sebuah fakta enam dekade yang tak kunjung berubah: distribusi sumberdaya lahan yang sangat timpang. Mimpi petani sejahtera nampaknya bakal jauh dari kenyataan.
Next week, I will be presenting our research, " Digital Inclusion and Rural Earnings in Indonesia: Evidence from E-Commerce Adoption Across Sectors," at the Asian Development Bank Institute (ADBI), Tokyo, Japan.
Makalah kami terpilih sebagai salah satu makalah terbaik untuk dipresentasikan secara offline pada Seminar Nasional ISEI 2025 tanggal 18 September 2025. https://t.co/xz1E8JGTRJ
@kamuitubeda Menarik...distribusi nilai peserta mirip dengan tahap 1, seperti yang dipotret oleh mba @Alpriliaa pada link berikut: https://t.co/bNo6E5sehf. Nampaknya tingkat kesulitan soal dan kemampuan peserta relatif sama secara umum.
@kamuitubeda Akan sangat membantu dan memperjelas juga jika data menurut kelompok beasiswa tersedia seperti yang dilakukan oleh mba @Alpriliaa. Berdasarkan data mba @Alpriliaa, nampaknya PG akan berada di sekitar rata-rata/median per kelompok.
@kamuitubeda@46un Bagusnya ada informasi per jenis/kelompok beasiswa, mas (reguler, targeted, dll) karena passing grade ditentukan secara independen (nampaknya) berdasarkan distribusi data pada masing-masing kelompok.
@theOrionxiann@keepmeingouch kalau PG 155 berarti persentase yang gugur mencakup peserta dengan nilai 150 ke bawah. Jadi, bukan 54.9%. Karena juga mencakup peserta dengan nilai 155. Kalau PG 160 baru betul.
My op-ed today at The Jakarta Post narrates the results of the 2024 Economic Agricultural Survey just released this year by BPS as part of the 2023 Census of Agriculture round. After a decade, the survey still captured the same story: the faint voices of our farmers.
Ekonomi kita sangat dipengaruhi oleh konsumsi domestik. Ekonomi berbasis event menjadi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga bisa menjadi jalan untuk mengoptimalkan bonus demografi yang sedang kita nikmati.
https://t.co/8yYvzNkNfM
Password: Eventonomics