Gambaran Pilpres kmrn neh guys...
Grand Final Suci 12.
01. Dukung Pendidikan.
02. Kasih Makan Gratis
03. Hobby Gowes dan Olah Raga
Dah lah terserah dewan Juri saja mana yang menang 🤗🤗🤗
Aku dicolek2 Mbak2 muda di kereta, yg duduk disampingku, trs nunjukin layar hpnya.
Tulisannya : “kak mau beli puding coklatku? 2pcs 5k”
Aku tolak krn ga punya cash. Aku jg lg puasa.
Trs aku sedih, org nyari duit sampe begini, Pemerintahnya neken abis2an.
Akhirnya aku bales pake text hpku :
“Mbak, maaf aku puasa. Tapi temen2ku mau nih. Bisa QRIS? Aku gak ada cash”
Dia bilang bisa, yaudah aku beli 12pcs buat temen2ku yg stres BBM Naik diem2 😭🙏🏻
cc:threadsavirasavvv
Harga BBM Indonesia walaupun naik, masih SANGAT MURAH dibandingkan negara-negara ini.
Australia : Rp21.000
Kanada : Rp22.000
Jepang : Rp20.000
Singapura : Rp36.000
Jerman : Rp33.000
Belanda : Rp35.000
Italia : Rp32.000
Spanyol : Rp30.000
Indonesia : Rp14.000
Harga BBM di Indonesia masih relatif terjangkau. Ini berkat sinergi & komitmen pemerintah dalam memastikan BBM yang murah, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat
Begitulah kata buzerp.....
Tapi yang tidak di ungkap adalah gaji rakyat disana, nih awak luruskan biar gak makin prabodoh
Gaji rata-rata penduduk
1. Australia : Rp45 juta/bulan
2.143 liter/bulan
2. Kanada : Rp40 juta/bulan
1.818 liter/bulan
3. Jepang : Rp32 juta/bulan
1.600 liter/bulan
4. Singapura : Rp75 juta/bulan
2.083 liter/bulan
5. Jerman : Rp55 juta/bulan
1.666 liter/bulan
6. Belanda : Rp60 juta/bulan
1.714 liter/bulan
7. Italia : Rp35 juta/bulan
1.093 liter/bulan
8. Spanyol : Rp30 juta/bulan
1.000 liter/bulan
9. Indonesia : Rp3,1 juta/bulan
221 liter/bulan
10. Gaji honor nakes dan guru: 250k/bulan
17,8 liter /bulan
@yayaggp Setuju.
Urusan isi piring di rumah, biar jadi konsentrasi orang tua mereka. Negara tidak perlu ikut campur. Kalau pun mau, fokuskan di penyuluhan soal kualitas nutrisi dan gizinya saja.
@Stakof Aku si lebih seneng mbg ditiadakan, biar gizi yg memenuhi keluarganya. Yang lebih tau kebutuhan anak bumil atau lansia dan cocok di mereka. Sering makanan nggak dimakan karena nggak cocok
Jika MBG dihentikan, bagaimana dengan nasib 1,5 juta penggerak SPPG & supplier bahan makanan?
Saya tidak tahu, dan tidak mau tahu juga. Karena sejak awal realisasi program ini, kan, ngotot "demi" gizi anak-lansia-bumil. Maka, perhatian saya ada di sana, bukan yang lain.
Kalau program ini benar-benar murni demi gizi anak-lansia-bumil, kenapa harus bikin rantai pasok sebesar itu yang ujung-ujungnya cuma bikin ketergantungan massal pada APBN?
Mereka yang ngotot dari awal apakah tahu persis bahwa ini bukan solusi gizi tapi mesin politik untuk bagi-bagi proyek?
Sekarang, tiba-tiba 1,5 juta orang jadi korban ketika programnya dihentikan (setelah mantan Kepala BGN-nya ketahuan korup), apakah mereka dari awal tidak tahu bahwa mereka cuma jadi alat untuk narasi “peduli rakyat” yang murahan?
Siapa yang salah kalau akhirnya nasib mereka terkatung-katung? Warga Indonesia selain 1,5 juta itu? Lho, bukan mereka yang memaksa "program gagal" ini jalan.
Lagian, kalau gizi anak-lansia-bumil memang prioritas utama, kenapa tidak langsung kasih dana tunai ke keluarga daripada lewat supplier dan penggerak yang entah berapa persennya cuma jadi perantara rente?
Seharusnya 1,5 juta penggeral SPPG harus menagih tanggung jawab ke mereka saja, bukannya ngasih tahu warga tentang kondisi mereka yang terkatung-katung itu.
Jadi, ya, jangan salahkan yang kritis dan protes sejak awal. Yang salah justru mereka yang ngotot program ini “harus” jalan, tanpa hitung-hitungan matang soal keberlanjutan, dan dampak jangka panjangnya.
Nasib 1,5 juta orang pengegrak itu, kan, konsekuensi logis dari kebijakan yang dibangun di atas "sandiwara gizi", bukan atas dasar akal sehat, to? Sementara kalian, kan, mengambil itu atas dasar ekonomi, to?
Kenapa harus mengadu ke rakyat non-1,5 juta itu?
NB: 1,5 juta itu bukan "relawan", ya. Mereka digaji pakai APBN. Tidak bisa disebut relawan karena mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan itu.
Dan ternyata tidak begitu pecus.
@chaoho554 Jir parah banget. Di kampus gw AI detector ini dichallenge pake paper jadul. Hasilnya serupa, dianggap hasil kerjaan AI. Alhasil tahun ini AI detector dihilangin dari parameter submission. Diganti banyak in person exam.
@chaoho554 Skripsi gu tahun 2017, iseng iseng gua masukin ke ai detector, 95% ai😂
Trus waktu mau gua publish, sama editor nya minta 60% di paraphrasing kalimat nya. Gua paraphrasing pake chatgpt, trus turun jadi 45%. Dah gila emang
2017: First Travel. 63.000 jemaah gagal berangkat. Kerugian Rp905 miliar.
2018: Abu Tours. 86.000 jemaah gagal berangkat. Kerugian Rp1,2 triliun.
2018: Hannien Tour. Ribuan jemaah gagal berangkat. Skema Ponzi.
2026: Hanania Group. kurang lebih 2.500 jemaah gagal berangkat. Estimasi kerugian Rp60 miliar.
Setiap kasus: modus sama. Skema Ponzi. Dana jemaah dipakai tutup lubang lama. Tersangka ditangkap. Korban menangis.
Setiap kasus: respons pemerintah sama. Prihatin. Minta diusut. Janji perbaikan regulasi.
Kemenhaj mengakui Hanania punya akreditasi B, rekam jejak bagus, bahkan peraih rekor MURI.
Mereka yang keluarkan izinnya. Mereka yang audit 5 tahun sekali.
Sembilan tahun. Empat kasus besar. Hampir 200.000 korban. Hampir Rp2,5 triliun raib.
Dan sekarang pemerintah bilang akan "membuat regulasi monitoring yang lebih ketat."
Pertanyaannya bukan lagi kenapa travel ini bisa menipu.
Pertanyaannya: kenapa negara butuh 9 tahun dan 200.000 korban untuk baru mau serius?
Sumber :
Kompas: https://t.co/Xvg4nPj60F
CNBC Indonesia (First Travel/Abu Tours): https://t.co/7D0dQF82if