IBU CENUK SAYEKTI DOSEN UNAIR BERSAKSI SAMBIL TERISAK DI MK:
Jadi dosen tahun 2010, saat itu gajinya 1,2 juta per bulan.
Dapat gelar Doktor tahun 2016. Serdos tahun 2020.
Tahun 2022 pindah ke Unair, gaji pokok saya 2,6 juta.
Belasan tahun jadi dosen.
Gaji pokoknya masih segitu.
Ini kejadian gak cuma di Unair. Kejadian di seluruh Indonesia.
momen ahli MBG kena skakmat hakim:
Ahli MBG DPR (Parulian): Yang Mulia, di Finlandia dan Swedia, makan siang gratis itu hak subjektif setiap siswa, didanai penuh oleh pajak. Di Inggris hanya untuk kelompok penerima manfaat tertentu. Prancis dan Italia mengombinasikan subsidi negara dengan iuran orang tua dan standar gizi ketat. Bahkan di Jepang, makan siang jadi bagian kurikulum pendidikan lewat Gakkou Kyushoku. Brasil mencantumkan hak atas makan dalam konstitusinya, India lewat putusan MA sebagai hak dasar hidup.
Hakim MK (Saldi Isra): Saya singkat saja, tapi dijawab langsung ya, Pak Doktor Parulian. Dari negara-negara yang tadi Bapak jadikan komparasi, ada enggak di konstitusinya yang menentukan mandatory spending 20 persen untuk pendidikan? Tolong dijawab, Pak.
Ahli MBG DPR (Parulian): Tidak ada, Prof.
Hakim MK (Saldi Isra): Oke, terima kasih, saya tidak melanjutkan pertanyaan saya.
Intinya Saldi menskakmat dengan satu pertanyaan perbandingan Parulian dianggap tidak setara karena Indonesia punya kewajiban konstitusional 20% anggaran pendidikan yang tak dimiliki negara-negara pembanding tersebut.
Fathimah merespon demo pro MBG:
“Orang bisa sampe demo demi uang 100rb dan panci harusnya menjadi kaca pemerintah untuk membenahi ekonomi indonesia, membuat orang yang tidak mampu menjadi mampu, bukannya di iming iming sesaat”
Sayangnya pemerintah cuma memikirkan kantong mereka sendiri
hasan nasbi: "penangkapan orang terdekat seperti ketua BGN itu bentuk komitmen prabowo berantas korupsi"
fatimah azzahra: "kalau orang terdekat prabowo saja bisa dan berani korupsi, orang yang paling dia percaya, lantas gimana orang yang tidak dekat prabowo pak?"
hasan nasbi: diam seribu bahasa 😂
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
JUST IN: KITA BELUM MENANG‼️
1. Militer masih berada diruang sipil
2. Harga BBM dan bahan pokok masih mahal
3. MBG dan KDMP masih terus berjalan,
Serta banyak kebobrokan lainya.
Sudahkah kita puas dengan aksi kemarin?
Menghina kampus kampus top karena mahasiswanya demo adalah bentuk betapa masih banyak masyarakat yang tidak peduli pendidikan, apalagi pendidikan tinggi. Mereka tidak termotivasi dalam kesempatan berkuliah di kampus-kampus top.
Jika itu organik dari masyarakat, jika itu buzzer berarti emang ada yang sedang ketakutan.
"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya"
"memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?"
duarrr 🔥
@LambeSahamjja Petani mana yg turun ke jalan Jakarta ini?
Jujurr buzzer begini sebetulnya kasian juga, pemerintah memanfaatkan kemiskinan rakyat sendiri. Duitnya gak seberapa tapi bisa menyambung hidup mereka, isinya juga org-org yg jadi korban 19 juta lapangan pekerjaan. PEMERINTAH NIREMPATI!!
Stop gunakan stunting sbg alasan agar MBG tidak dihentikan.. 😓
Hanya di Indonesia, bantuan sosial dimakan setengahnya o/ penyelenggara, bahkan o/ entitas swasta pemilik dapur. Bahkan jika program dilanjutkan dgn sasaran wilayah 3T, keluarga miskin, balita, & ibu hamil, anggarannya hanya sekitar 67 triliun u/ 26 juta penerima. Bukan 268 triliun, seperti yang dianggarkan sekarang. Selisihnya 201 triliun. 201T ini untuk siapa klo bukan untuk kepentingan??
Bayangkan 201T itu banyak, bisa digunakan u/ anggaran pendidikan, kesehatan, infrastruktur.
Bukan jd pakan ternak saja 😔
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
Gurita kepentingan di balik Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dibongkar ICW. Dari sampel 102 yayasan mitra, ditemukan afiliasi ngeri-ngeri sedap:
• 28 yayasan terafiliasi Parpol
• 18 Pebisnis Swasta
• 12 Birokrasi
• 9 Relawan Pilpres
Sisanya terhubung ke militer & eks koruptor. Ini program gizi atau bancakan politik?
Video : kompas tv