Gua udah punya jawaban kalo ditanya soal ini.
https://t.co/Kj7BQ2oS4r
Apakah kasihan? Tidak sama sekali. Sekarang kita balik:
- Apakah kalian kasihan dengan ibu2 kantin yang penghasilannya 0 rupiah karena MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orangtua yang menangis karena anaknya keracunan MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan jutaan orang yang bayar pajak, namun uang pajak itu dipakai untuk korupsi dalam MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orang yang kena PHK akibat multiplier effect dari MBG ?
Sejawat kalian saja suka pamer gaji di SPPG dan merendahkan orang lain. Ngapain juga kasihan.
Lo baru sadar HPnya ilang, langsung buka Find My Device lewat laptop.
Last seen 5 jam lalu di Stasiun Gambir. Abis itu? Udah.
Nggak gerak lagi. Langsung offline.
Si maling langsung matiin internet biar ga ke trace. Itu cara jadul.
Dulu sampe situ doang.
Sekarang? Nggak lagi.
Siang-siang yang awalnya mata ngantuk langsung menyala terang benderang.
Anak 10 tahun, demam tinggi batuk pilek sejak 3 hari, gak bisa napas lewat hidung, bisanya cuma lewat mulut, suaranya juga hilang, kalau bicara gak ada suaranya.
Ku tengok dari meja IGD, udah nampak tuh facies difteri, bullneck kiri kanan, pas dibuka mulutnya bener aja… Tonsil T4-T4, beslag (+) kiri kanan
Dalam hati menyebut nama hewan karena tau bentar lagi pasiennya bisa jatuh ke gawat napas karena obstruksi jalan napas atas dan gak mungkin pasang tracheostomy di RS mini ini 😵💫
Selagi pasien KU masih alert ya, compos mentis harus dirujuk se fast mungkin…. Untung punya ordal kakak aing yang lagi PPDS pediatri di RS Tipe A, pas stase infeksi dan jaganya PICU lagi 😮💨
#PENTING
Izin edukasi pertolongan yg lebih tepat yaa 🙏🏻
Klo kita liat ada org tbtb ga sadar, bisa jd dia serangan jantung, kejang, strok, atau pingsan biasa.
Terus gmn cara taunya? Gmn cara bedainnya? Pertolongan pertama utk masing2 gmn?
Baca & bookmark utas ini! Kita belajar bareng!!!
Turut berduka cita untuk TS yang meninggal ..
Karena sudah mulai ada korban lagi dari campak ini mau edukasi tentang campak
Kenapa campak dibilang berbahaya ?
Karena campak = patogen airborne paling menular yang pernah diketahui manusia
Satu orang dengan COVID bisa menularkan ke 2–3 orang
Satu orang dengan cacar air bisa menularkan ke 10 orang
Satu orang dengan campak? DELAPAN BELAS ORANG ❗️❗️
Dan yang lebih menakutkan dari penularannya bukan ruamnya aja
....
How does a 75GB file become 20GB when zipped ?
And then magically turn back to 75GB again ?
Let’s break the illusion:
- Zip files don’t delete data
- They remove repetition
Example
If a file has:
AAAAAAABBBBBBBCCCCCCC
Zip stores it as:
A x7, B x7, C x7
Less space. Same info.
Most large files have patterns
– Repeated text
– Similar pixels
– Duplicate metadata
– Redundant code blocks
Compression algorithms:
– Find repetition
– Store it once
– Add a map to rebuild it later
That map is why the file can become FULL SIZE again.
Nothing is created. Nothing is lost.
Just reconstructed.
Why some files barely shrink ?
– Videos (already compressed)
– Images like JPG/PNG
– Encrypted files
They have less repetition that leads to less compression.
- Zip isn’t Magic
- Zip is actually smart math + patterns
Data wasn’t reduced.
It was packed efficiently.
Mau tau seberapa besar jurang ketimpangan di Indonesia?
Bayangin ada 100 potong ayam goreng KFC buat 100 orang.
Idealnya, satu orang dapat satu potong.
Tapi di Indonesia:
- 1 orang ambil 50 potong buat dia sendiri
- 9 orang berikutnya masing masing dapat 2 potong
- 40 orang berikutnya harus berbagi 18 potong, per orang bahkan kurang dari setengah potong
- sementara 12 potong ayam sisanya harus diperebutkan 50 orang terakhir, masing-masing cuma dapat suwiran daging yang nempel tulang atau bahkan cuma kebagian tulang yang tercecer.
@Dospemz Ok, analogi yang bagus.
Kabar buruknya aturan utk bisa dapet suwiran ayam itu harus berpenampilan menarik, minimal lulus s1, usi maks 25 thn dg pengalaman minimal 2tahun.
Akhirnya yg dpt suwiran cuma 2 org. 48 org lain dpt tulang. Ada yg jd buzzer ada yg jd tim hore par tai **
Sister… you just exposed that you don’t know the difference between a qirā’ah and a Bible denomination.
There is ONE Qur’an.
There are TEN qirā’āt, all of them traced directly and independently to the Prophet Muhammad ﷺ through mass-transmitted recitation.
None of them contradict each other, none change theology, none alter commandments, and none rewrite history.
They are simply dialectal modes of pronunciation that existed in Arabia and were taught by the Prophet himself.
You think you found a “gotcha” because you saw the words Hafs and Warsh, but you don’t realize those are recitation chains, not different Qurans.
There is one rasm, one consonantal skeleton, preserved from Uthman’s standardization.
Every qirā’ah fits perfectly inside that rasm.
The differences you posted are vowelization choices that the Prophet allowed for different Arab tribes.
This is why:
• Hafs says كتابه
• Warsh says كتبه
Both are correct Arabic, both were recited by the Prophet, both mean the same thing, and neither changes a single law, belief, or story.
Meanwhile…
• Protestants removed 7 books from the Bible
• Catholics kept them
• Orthodox added more
• Mormons added an entirely separate scripture
• Jehovah’s Witnesses rewrote verses to deny the Trinity
• KJV, NIV, ESV, RSV, NLT, NKJV… all contradict each other and come from different Greek manuscripts
Your own scholars admit not one Gospel from the time of Jesus exists, not even in fragments.
So let’s summarize this cleanly:
Islam:
One Qur’an.
Multiple recitation modes taught by the same Prophet.
Zero theological differences.
Perfect oral preservation.
Perfect written preservation.
Christianity:
Hundreds of manuscripts.
Thousands of contradictions.
Books added and removed.
Doctrines rewritten.
And no one knows what Jesus actually said word for word.
You tried to attack Islam… and accidentally proved its miracle. Thank you Stephanie.