Hyperliquid, a decentralized crypto platform, is open 24 hours a day, seven days a week. The exchange has emerged this year as a go-to spot for Wall Street’s weekend warriors. https://t.co/3dUhMXjVao
Anthropic senior engineer just revealed how to use Claude Code at 110% in a 47-minute session.
47-minutes. free. by Anthropic team.
worth more than any $500 vibe-coding course
here's what she covers:
• 3 things Claude needs: access, knowledge, tooling
• git worktrees + one Claude each = a team you manage • /loop that babysits PRs and fixes CI overnight
• agents that message each other while you sleep
most people use Claude on one repo in one window - while the people who get this run teams of agents in parallel
watch the full talk, then read the article below
Claude opus 4.8 dropped and Anthropic released Boris Cherny's prompt workshop
One of the people actually building claude explains how to use it properly
Free
No signup
No paywall
The first 8 minutes are better than most $300 ai courses
Context
Task structure
Cleaner outputs
Fewer wasted prompts
Watch it and bookmark it before this gets sold back to you as a course
Singapore’s Foreign Minister, Dr Balakrishnan casually explaining how he built his own AI agent (a 2nd brain for diplomacy) using Claude & WhatsApp integration etc. on a Raspberry Pi
“You cannot govern a technology you have only been briefed on.” 🇸🇬
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
anak IT kalo flexing.. bisa dilihat dari ekstensi domainnya🫵😌
Kelas subsidi :
.xyz
.my.id
.web.id
.biz.id
Kelas Menengah:
.com
.info
.net
.app
.dev
Kelas Elit :
.ai
.io
Kelas menolak mengeluarkan uang:
.netlify
.vercel
.github
Connection pooling in Postgres.
Postgres uses a process-per-connection model
not thread-per-connection.
That means every connection is expensive :
memory, file descriptors, process overhead.
Now the connection math matters.
A default pool of 100 connections is roughly ~1GB of RAM before queries even run.
4 app servers x 100 connections = 400 connections.
Postgres defaults to max_connections = 100.
Now the database starts refusing connections.
The fix usually isn’t “add more connections.”
It’s a connection pooler.
PgBouncer in transaction mode is the standard answer.
Apps connect to PgBouncer (cheap).
PgBouncer multiplexes them onto a much smaller pool of real Postgres connections (expensive).
1,000 app connections can fan into 20 actual DB connections.
Before reaching for it, read the caveats.
Prepared statements, session-level state, advisory locks.. all behave differently.
If your scaling plan is just increasing max_connections, you probably don’t need a bigger database.
You need PgBouncer.
GDP Indonesia naik 5.61% padahal Negara nya terpuruk dalam Inflasi
pas diliat breakdown nya paling banyak kontribusi dari Goverment Spending yang membuat GDP naik tinggi, manfaat nya tidak ada.
Sudah 1 tahun 6 bulan sejak Prabowo menjabat dan tidak ada Kemajuan apa apa selain membuat ekonomi negara Hancur.
Selama 1 tahun 6 bulan Jokowi sudah mulai Proyek jalan nasional, pelabuhan, bandara, irigasi, dan tol. Konsep “Tol Laut” dan pembangunan konektivitas antarwilayah.
Perluasan Kartu Indonesia Sehat (BPJS), Kartu Indonesia Pintar, dan bantuan langsung tunai. Fokus pengurangan kemiskinan.
Jokowi 1 - 0 Prabowo
Netflix, Wikipedia, Airbnb, Dropbox ~ all run on the same web server.
One quiet Russian engineer wrote it alone. For free. 🤯
Meet Igor Sysoev 🇷🇺
> Russian software engineer. Born 1970 in Soviet Kazakhstan.
> Failed his first university entrance exam.
> Joined Rambler in 2000 as a system administrator.
> 2002 ~ started writing a new web server in his free time. Alone.
> Goal: handle 10,000 simultaneous users on one machine ~ a problem Apache (the dominant web server at the time) couldn't solve.
> 2004 ~ released nginx publicly. Free. Open source.
> Zero marketing. Zero PR. Just the code.
> 2008 ~ nginx was serving 500 million requests per day at Rambler.
> 2011 ~ founded Nginx Inc. with co-founder Maxim Konovalov.
> 2013 ~ Netflix scaled its streaming CDN to 40 Gbps per server using nginx.
> 2019 ~ F5 acquired the company for $670 million.
> December 2019 ~ Russian police raided his Moscow office over a fake copyright claim.
> The Russian tech community publicly defended him. Charges were dropped.🚀
> 2021 ~ nginx overtook Apache as the #1 web server on Earth.
> 2022 ~ left F5 quietly. No farewell tour. No book deal.
> Today nginx powers Netflix, Wikipedia, Airbnb, Dropbox, Cloudflare, WordPress.
> 33% of every website on Earth runs on his code. Apache trails at 26%. Microsoft's IIS isn't even close.
> Still 100% open-source. Still free.
One man wrote it alone, in his free time, for free.
He never sought publicity. He never asked for credit.
A third of every website on Earth still runs on his work.
Webserver GOAT. 🐐
Introducing Mirage, a unified virtual filesystem for AI agents!
6 weeks. 1.1M+ lines of code. We rewrote bash from the ground up so cat, grep, head, and pipes work across heterogeneous services. S3, Google Drive, Slack, Gmail, GitHub, Linear, Notion, Postgres, MongoDB, SSH, and more, all mounted side-by-side as one filesystem.
Bash that AI agents already know works on every format! cat, grep, head, and wc parse .parquet, .csv, .json, .h5, even .wav! One pipe can stitch S3, Drive, GitHub, Slack, and Linear together, same Unix semantics throughout.
Workspaces are versioned too. Snapshot, clone, and roll back the whole thing with one API call. A two-layer cache turns repeated reads into local lookups, so agent loops stay fast and cheap.
Drop a Workspace into FastAPI, Express, or a browser app. Wire it into OpenAI Agents SDK, Vercel AI SDK, LangChain, Mastra, or Pi. Run it alongside Claude Code and Codex.
Site: https://t.co/zo1orc2wA9
GitHub: https://t.co/zeRAKri7I9
#AIAgents #OpenSource #AgenticAI #Strukto #Filesystem #VFS
We’ve agreed to a partnership with @SpaceX that will substantially increase our compute capacity.
This, along with our other recent compute deals, means that we’ve been able to increase our usage limits for Claude Code and the Claude API.