Lo tau Ciccio Manassero?
Menurut gue, dia salah satu football person paling underrated di Indonesia saat ini.
Gue pertama notice dia di industri bola itu waktu dia jadi host NET Soccer tahun 2016an kalau gak salah. Waktu itu pengetahuan bolanya belum banyak keliatan, karena emang gak banyak kesempatan buat nunjukinnya juga. Belakangan dia mulai sering muncul lagi di podcast-podcast bola kaya Sepik Bola di Vindes, Podcast Bola di Kemal Palevi, sampai beberapa hari lalu gue abis nontonin dia di Late Night Show-nya Hanif Thamrin.
This guy is truly underrated. Siapapun pemain yang dibawa ke pembahasan, dia bisa breakdown kelebihan, kekurangan, posisi terbaiknya, history pemain ini di klub itu, dll. Pengetahuan Serie A nya memang jadi yg paling menonjol, karena dia emang Interisti, tapi Premier League sama La Liga juga dia kuasai dengan baik gue liat-liat.
Nih orang emang beneran ngikutin bola dan nontonin bola. Mesti dikasi panggung lebih sih di industri ini.
Ref tells Saka to hurry up and take the corner with stoppage time up. Saka does his usual slow-walk to run down the clock. The ref calmly waits, and the absolute second Saka gets into position? He blows for half-time.
Absolute cinema. Masterclass game management for a final.
Arsenal got so used to getting away with murder from Premier League refs that when someone actually enforces the rules, they think they’re being robbed.
Credit where it’s due tho, they played some demonic football to get here. But if PL refs weren't so intimidated by Arteta’s touchline tantrums and fooled by their theatrics, Arsenal wouldn’t be parading a PGMOL trophy today.
Justice served in Europe! 🫶🏼
Instagram Ahmad Dhani
Sama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (benar ya nulisnya?), saya tidak nonton pernikahan anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty (dua idola saya di waktu kuliah).
Tapi apa yang ditulis Dhani di Instagram-nya saya baca, dan langsung teringat dengan salinan putusan pengadilan agama Jaksel yang dulu pernah beredar di Twitter (masih bernama itu, belum X).
Saya ulas di sini karena cukup mengernyitkan dahi ketika membaca tulisan Dhani itu.
"Kok, beda dengan yang saya baca dulu?"
Saya urai sejauh bacaan saya, apakah "pengakuan" Dhani ini sesuai dengan fakta hukum 2008 atau tidak?
(Disclaimer: ini putusan tingkat pertama [PA], bukan putusan kasasi MA. Untuk amar di banding atau kasasi, saya belum pegang berkasnya)
1. "Maia ditalak 3"
Talak satu bain sughra, bukan talak tiga. Dan ini bukan Dhani yang menjatuhkan, melainkan putusan pengadilan atas gugatan cerai Maia.
Dhani justru menolak perceraian.
2. "Maia selingkuh dengan pemilik TV swasta, diakui tertulis dan ditandatangani"
Tidak ada di dokumen. Majelis menyatakan tegas (kutipan langsung):
"...tidak ada yang mengarah kepada terjadinya nusyuz Penggugat kepada Tergugat."
3. Narasi "suami selingkuh dengan orang ketiga" disebut drama palsu Maia
Tamara Geraldine bersaksi di bawah sumpah mendengar langsung pengakuan perempuan yang mengaku dinikahi siri Dhani, di rumah Melly Goeslaw, sekitar 2006.
Menurut kesaksian Tamara, Dhani pernah mengirim SMS ke perempuan itu mengakui "memang enak punya dua isteri".
Setelah pengakuan itu, Tamara menerima teror dari Dhani. Majelis tidak memutus sah-tidaknya nikah siri, tapi mencatat isu ini nyata-nyata memicu kehancuran rumah tangga.
4. "Laporan KDRT palsu"
Maia melapor ke Polda Metro Jaya 20 April 2007 (bukti P.22). Tiga saksi di bawah sumpah (ayah, ibu, pembantu Maia) menerangkan: barang Maia dikeluarkan dari rumah, pakaian dikirim ke Surabaya, kamar dibongkar, lemari dijebol, baju dirobek, sepatu dibuang. Banyak hal terjadi saat Maia umrah.
Dhani tidak membantah peristiwanya. Pengakuannya sendiri: itu cara "memberi pelajaran" karena Maia tidak menuruti perintahnya.
Tidak ada temuan majelis bahwa laporan itu palsu.
5. "MA hanya mengabulkan permohonan cerai saja, hak asuh tidak dikabulkan"
Putusan PA Jaksel mengabulkan: cerai (talak satu bain sughra), hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa, Dhani wajib serahkan anak, nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan, sita marital atas tujuh aset sah, harta bersama dibagi dua.
NB: HAK ASUH
Oiya, ini tidak ada di Instragam, tapi ada di PA (bahkan saya juga kaget karena dulu gak baca sampai sana): Maia dituduh memakai narkoba oleh saksi-saksi yang dihadirkan Dhani.
Awalnya Maia menggugat agar tiga anaknya (Al, El, dan Dul) ditetapkan dalam asuhannya. Dhani menolak keras dan menghadirkan sembilan saksi yang menggambarkan Maia tidak layak mengasuh.
Salah satunya: Maia adalah pemakai narkoba.
Beberapa saksi yang dihadirkan Dhani bahkan mengaku ikut memakai narkoba bersama Maia.
Kemudian, Maia mengajukan hasil tes lab dari RS Azra Bogor dan RS Marzoeki Mahdi Bogor, dan keduanya membuktikan bahwa Maia negatif narkoba.
Majelis menerima bukti ini.
Maia juga dituduh mengabaikan anak. Namun Maia mengajukan 14 rapor sekolah anak (2006-2008) yang ditandatangani sendiri sebagai bukti keterlibatan.
Plus, ijazah S1 FISIP UI sebagai bukti kapasitas mendidik.
Amar putusan: hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa. Dan Dhani dihukum menyerahkan anak, dan wajib memberi nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan.
Saya akan lampirkan berkasnya di reply, silakan baca sendiri. Dan sila koreksi jika ada kekeliruan.
Liam Delap wanted Champions League football and didn’t want to join Manchester United.
João Pedro rejected any bid from United just to play European football.
Alejandro Garnacho said he’d rather sit on the sidelines for 6 months if he didn’t get his move to Chelsea so he could play in the CL.
But guess who’s about to play CL football next season… and who might not even play in Europe at all 👀
Paling bahagia ini fans manutd, selama tim mreka belum main
- lfc kalah di fa dan ucl
- arsenal gagal juara carabao, kalah di fa, dan skrng kalah di epl
Selama itu, mo salah dan robbo umumin keluar
Ibarat ga ngapa2 in musuhnya buyar sendiri. 🗿