Kita hidup di negeri yang konstitusinya bilang negara berdasar atas hukum tapi hakimnya dalam memutus perkara pidana menganggap unsur kesalahan tidak diperlukan.
Cabut aja status negara hukum di konstitusi, kalo perlu bubar sekalian! #tariknafas
面试 (miànshì) VS 采访 (cǎifǎng)
Keduanya sama-sama memiliki arti "interview/wawancara", lalu apa bedanya ya 🤔
Yuk simak percakapan Anna dan Anxin untuk mengetahui perbedaannya! 😉
#langtwt#studytwt#studyacc#mandarin#中文
Penghapusan Pasal 67, 68 dan 69 UU Nomor 20/2003 tentang SISDIKNAS di RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Pasal-Pasal itu atur sanksi pidana maupun dan denda terkait pamalsuan ijazah, sertifikat dan gelar baik oleh badan hukum maupun perorangan.
Karya JOKOWI! Skripsi juga tidak WAJIB!
Ketika Danantara Diawasi oleh Penjahat
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), sovereign wealth fund Indonesia yang resmi diluncurkan pada Februari 2025 lalu, hadir dengan janji megah untuk mengubah wajah ekonomi bangsa. Mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernilai lebih dari $ 900 miliar, Danantara menargetkan ambisi besar berupa pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029. Nah untuk mewujudkan visi tersebut, lembaga ini tidak main-main dalam menggaet tokoh-tokoh internasional ternama sebagai pengawas dan penasihat, mulai dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, eks pemimpin Thailand Thaksin Shinawatra, ekonom Jeffrey Sachs, hingga investor kelas dunia seperti Helman Sitohang dan Ray Dalio.
Nama-nama di atas, pada pandangan pertama, seolah menjadi jaminan kredibilitas dan kepercayaan global terhadap masa depan Danantara. Namun, kilau gemerlap ambisi tersebut mulai memudar ketika sorotan beralih pada bayang-bayang kelam yang mengiringi para figur tersebut. Di balik reputasi internasional mereka, tersimpan catatan kontroversial yang sulit diabaikan seperti dugaan keterlibatan dalam kejahatan kemanusiaan, skandal korupsi yang mengguncang negara, kebijakan ekonomi yang gagal, hingga tuduhan manipulasi finansial yang merugikan banyak pihak.
Ketika sebuah lembaga yang digadang-gadang sebagai benteng kesejahteraan rakyat, justru berada di bawah pengawasan tokoh-tokoh dengan rekam jejak penuh tanda tanya, muncul keraguan yang menggelitik sekaligus mengkhawatirkan. Apakah Danantara, yang seharusnya menjadi harapan baru bagi Indonesia, malah berpotensi menjadi panggung bagi "penjahat" global untuk memperluas jaringan pengaruh mereka?
Pertanyaan tadi bukan sekadar retorika, melainkan panggilan untuk menelisik lebih dalam, sebelum janji manis berubah menjadi ilusi yang mahal harganya.
-Sebuah Esai-
Banyak UU yang tanpa:
1. Naskah Akademik.
2. Uji publik.
3. Sosialisasinya.
Bahkan setelah disahkan pun sulit mengaksesnya. Alias secara keseluruhan minim partisipasi publik. UU BUMN terbaru, contohnya.
Negara nggak mau rugi, padahal sering merugikan rakyat. Mau gini terus?!
Pulang kantor mau masak tiba2 gas mati, padahal baru beli 2 hari yg lalu. Manggil tukang gas sejam lebih baru dateng. Alhamdulillah selesai urusan gas, eh mati lampu sekomplek. Nikmat amat malem ini yha 🥲
Kasus korupsi Pertamina ini ngeri banget. Ngoplos BBM Pertalite dijual jadi Pertamax 😱
Pantesan kok pernah ada masanya udah beli Pertamax tapi rasanya jeleeek banget kualitasnya, sampai akhirnya sekarang sebisa mungkin ga beli di Pertamina lagi
PT INDONESIA tbk = DANANTARA
Tahukah kalian, Danantara adalah media yang mentransformasi Indonesia, dari bentuk NEGARA menjadi KORPORASI.
Negaranya masih bernama Indonesia, sekedar biar kelihatan masih ada namanya.
Tetapi struktur dan fungsinya, berubah 100%, menjadi Perusahaan.
Lalu rakyatnya jadi apa?
Yaaa ada yang jadi Karyawan, ada yang jadi Cleaning Service, ada yang Jadi Tukang Angkat Barang
Dan sebagian besar adalah Konsumen, Penyewa, dan Pembayar Utang Perusahaan itu.
Makanya Cashingnya masih "Negara", biar "rakyat" tetapi bisa diperas sebagai Pembayar Pajak, Pembayar BPJS, Pembayar semua Utilitas, dan jadi Jaminan Utang.
Yang masih roaming, ayuk ke Kampus DRTF Channel, Kuliah ya. Jangan lupa bawa buku tulis sama bolpen.
Gurunya baik budi, cakep lagi. Yuk cuss
https://t.co/gP07io8rx7