β οΈππ₯πππππ‘π!
β οΈβ οΈKABAR PERACUNAN EMBEGEβ οΈβ οΈ
BGN kembali melanjutkan tradisi peracunan. Hari ini mereka meracuni RATUSAN santri di Ponpes Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jatim.
Bagus. Jangan kapok. Terus-terusan saja menerima embege. Terus-terusan saja meracuni diri sendiri.
π¨π¨π¨
RATUSAN SANTRI KERACUNAN MBG DI SIDOARJO
Data sementara 120 santri dilarikan ke RS dengan rincian
- RSUD Sidoarjo 80 santri
- RS Siti Hajar 19 santri
- RS Delta Surya: 12 santri
- RS Pusura Gelam 9 santri.
Hingga berita ini ditulis, jumlah korban masih berpotensi bertambah sebab puluhan ambulans terus keluar-masuk kawasan pesantren untuk mengevakuasi santri yang mengeluhkan gejala keracunan.
Kita doakan yaa...
Ada gak ya panti asuhan yang nerima gua (umur 22 tahun) lagi sakit tbc kelenjar & laring. Bisa jait tangan, bisa masak, pokoknya gak bakal nyusahin bgt. Nanti kalo udah bisa kerja, pasti gue bakal bales budi. Demi apapun gak tau mau kmna
Bus yang membawa rombongan aktivis dari Pati diserang orang tak dikenal di jembatan tol Karawang KM 56. Mas Botok mengalami luka, ia menuju kw Jakarta lagi setelah sehari kembali ke Pati
Berbagai cara yang dilakukan rezim untuk menggembosi aksi AMPB (Aliasi Masy Pati Bersatu) mulai dari demo tandingan di area Gerbang Utama DPR RI, pemblokiran rekening Mas Surpriyono (Botok) dan baru terjadi hari ini bus rombongan dari Pati ke Jakarta dilemparin batu bata oleh orang tak dikenal/menggunakan masker Di daerah Kerawang! Jelas ini intimidasi untuk membungkam suara masyarat. Gini amat yahhh rezim sekarang......
Adu argumen antara aktivis mahasiswa PMII UPI Sumenep dengan pejabat/penanggung jawab Pusat Informasi KKKS Sumenep dari BUMD PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS)
π¨ REMPANG KEMBALI MEMANAS!
Jumat, 14 Agustus 2026, warga dan aparat terlibat bentrokan di tengah proses penggusuran lahan. Alat berat turut diturunkan ke lokasi.
Jhoni salah satu korban yang diani+ya oleh anggota TNI bersama lima pihak keamanan PT Agrinas Palma Nusantara (APN), . Peristiwa itu terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Selasa 16 Juni 2026 lalu.
BUBARKAN REPUBLIK INI JIKA REMPANG TERUS DITINDAS π¨π¨π¨β³οΈ
REMPANG MELAWAN
Menolak Punah di Tanah Sendiri
Ketika Doa dan Dada Telanjang Menjadi Benteng Terakhir Warga dari Kezaliman BP Batam
Hari ini, perlawanan warga Rempang, khususnya masyarakat Kampung Pantai Melayu, memasuki babak yang kian memilukan sekaligus heroik.
Anak-anak, kaum ibu, hingga para tetua adat terpaksa memasang PAGAR BETIS membarikade jalan menuju tanah kelahiran mereka sendiri dari ancaman penggusuran. Di sepanjang jalan kampung, suara zikir dan doa bersama bergaung, memohon keadilan atas ketidakadilan yang dilakukan oleh BP Batam dan jejaring proyeknya.
Rempang bukan sekadar titik koordinat investasi. Rempang adalah tanah ulayat, ruang hidup, dan sejarah identitas yang tak bisa dinilai dengan angka rupiah.
Mari kita otopsi ketimpangan dalam konflik ini wak
1. Perang Asimetris= Negara & Pemodal vs Rakyat Kecil
Ketika instrumen kekuasaan dan regulasi dikerahkan untuk memuluskan mega proyek, rakyat kecil sering kali hanya disodori dua pilihan, menyerah atau digusur. Pagar betis dan doa bersama yang dilakukan warga Pantai Melayu adalah bentuk pertahanan diri paling sakral ketika dialog dan keadilan hukum sudah tak lagi memihak mereka.
2. Pembangunan untuk Siapa?
Slogan DEMI PERTUMBUHAN EKONOMI dan INVESTASI terus digaungkan. Namun, jika sebuah proyek harus mengusir warga dari tanah leluhurnya, mencabut akar budaya, dan menyisakan ketakutan trauma berkepanjangan pada anak-anak, untuk siapa sebenarnya pembangunan itu dibuat?
Pembangunan yang memanusiakan manusia tidak boleh berdiri di atas air mata dan reruntuhan rumah rakyatnya sendiri.
3. Ketegaran Doa vs Kecongkakan Kekuasaan
Sejarah mencatat, kekuasaan dan modal boleh saja memiliki kekuatan aparat dan alat berat. Namun, doa orang-orang yang terzalimi dan perlawanan rakyat yang memperjuangkan hak atas tanahnya memiliki daya tahan moral yang tidak akan pernah bisa ditundukkan oleh intimidasi fisik.
Konflik Rempang harus menjadi cermin bagi pemerintah pusat dan BP Batam
- Hentikan pendekatan represif dan paksaan dalam memuluskan proyek.
- Hormati hak atas ruang hidup, tanah adat, dan keberlanjutan masa depan warga lokal.
- Dengarkan aspirasi rakyat secara bermartabat, bukan sekadar menjadikan mereka objek relokasi paksa.
Tanah kelahiran bukan barang dagangan. Membela tanah air dan ruang hidup adalah hak mendasar setiap warga negara yang dilindungi undang-undang dan nurani.
Bagaimana pandangan kalian wak? Sampai kapan hak atas ruang hidup warga lokal harus dikorbankan atas nama EFISIENSI INVESTASI?
KEMANA PEJABAT DAERAH DI JAWA BARAT?
APAKAH DERITA RAKYAT SUKAJAYA INI AKAN DIBIARKAN BEGINI TERUS?
Warga Desa Sukajaya menyuarakan penolakan terhadap aktivitas alat berat yang disebut masuk ke area perkebunan dan pertanian masyarakat.
Lahan warga bukan ruang kosong yang bisa diterobos seenaknya. Jika benar terjadi intimidasi dan perusakan, publik tentu berhak bertanya: siapa yang bertanggung jawab dan untuk kepentingan siapa aktivitas tersebut dilakukan?