Could spinning stellar-mass #BlackHoles emit a hidden particle signal? 🕳️
Scientists propose "scalar sirens" — persistent emissions of hypothetical particles — as a new way to study the Milky Way's black holes. Read more in @physrevlett: https://t.co/Hg9QPh1BjC
🌟 OPEN ACCESS 🌟 Preface to the Focus Section on Environmental Seismology #SRL
One scientist's noise is another's signal. In this Focus Section, researchers present their work in environmental seismology.
https://t.co/7wkCgFEyrz
50 websites that can turn a “quick visit” into hours of exploring 🌍
1. https://t.co/Frob61AeSQ — Live satellite views
2. https://t.co/6mqo6mR9Lg — Track planes worldwide
3. https://t.co/u2V7sBQpZZ — Track ships in real time
4. https://t.co/CAOUuIAu9Z — Live weather & storms
5. https://t.co/a0zXIuVzP3 — Live lightning strikes
6. https://t.co/Y8sVO9hDgX — Recent earthquakes
7. https://t.co/0QmiFcat7V — Explore internet cables
8. https://t.co/13QzPqjE7m — Monitor global forests
9. https://t.co/3ojGB4Ps9U — Live world statistics
10. https://t.co/2n29tvrtta — Live internet stats
11. https://t.co/P1uWCgBqmz — Compare country sizes
12. https://t.co/5DHe31bT5I — Explore historical maps
13. https://t.co/F0Jgkgf3ZN — Historical map archive
14. https://t.co/DvrqfP3PcO — Community-built world map
15. https://t.co/Xt7JR03hTj — Windows around the world
16. https://t.co/Kg7v1D3Tvy — Virtual city walks
17. https://t.co/OCZyFkiRd0 — Random places worldwide
18. https://t.co/ImEAFXwvR4 — Strange places worldwide
19. https://t.co/n9XshKVuPb — Fun interactive experiments
20. https://t.co/qvYZotonQo — Atom to universe
21. https://t.co/yqvjOvLlRJ — Explore space in 3D
22. https://t.co/gKslQvsvOn — Interactive sky map
23. https://t.co/a6qv89Hmci — NASA’s daily space image
24. https://t.co/rhpAP7i6nQ — NASA image archive
25. https://t.co/u592YwWH4C — Interactive data stories
26. https://t.co/6xhr04dQJm — Global data & insights
27. https://t.co/B7jeF2T1JA — Understand global trends
28. https://t.co/ReYsR8qSUi — Data visualizations
29. https://t.co/F3HAcYjmGu — World Bank data
30. https://t.co/MxlIEBXe4K — Turkey’s official statistics
31. https://t.co/gdgp16vtG5 — Massive digital archive
32. https://t.co/uUJZAIHz4Z — Free classic books
33. https://t.co/W9G5JYoP1p — Explore millions of books
34. https://t.co/gpzVSw2vGo — Library of Congress archive
35. https://t.co/zLi2mctIFe — Europe’s cultural archive
36. https://t.co/F4hnnrARIB — America’s digital library
37. https://t.co/HSBHdAy85W — Virtual museums
38. https://t.co/EVCt9jDA8g High-res artworks
39. https://t.co/xdgZ422doe — Online art collection
40. https://t.co/O6TL54zqvU — Historical treasures
41. https://t.co/2LN4huDZJh — Free culture & education
42. https://t.co/PgKG6RpQ5e — Explore the Met collection
43. https://t.co/lvVEbVOSGE — Explore music genres
44. https://t.co/IvHuHDPOBT — Music by country & decade
45. https://t.co/u92F1rysNm — Wikipedia edits as audio
46. https://t.co/ZscV6jVJel… — Random knowledge
47. https://t.co/9VfFpqV9ZI — Time & astronomy tools
48. https://t.co/dFXX2qy7H9 — Latest science news
49. https://t.co/IzQTU7VSmT — Free research papers
50. https://t.co/gnXNeWrtuG — Interactive data visualizations
The internet is much bigger than your usual feed.
🔖 Bookmark this for later.
Follow @Romeocoder11 for more useful websites & AI tools. 🚀
🌟 OPEN ACCESS 🌟 Complex Rupture of the 2024 Mw 7.3 Hualien Earthquake from Onshore and Seafloor Geodesy and Its Tectonic Implications #SRL
The rupture involved a deep, steep part of the Longitudinal Valley Fault and a shallowly dipping offshore fault.
https://t.co/NZTowxwIsG
🌟 OPEN ACCESS 🌟 Limited Dynamic Earthquake Triggering in Nevada #BSSA
Focusing on the span from 2008 to 2023, scientists identified 94 dynamically triggered earthquakes concentrated in four distinct regions in Nevada.
https://t.co/xeXYtZw9PC
El Niño is strengthening, with a greater than 90% chance of a very strong event during the Northern Hemisphere fall and winter 2026-27. An #ElNino Advisory remains in effect. #ENSO https://t.co/5zlzaZ1aZx
David Evans (2001) presented a general model for true polar wander in the context of supercontinents and mantle convection. The core idea is that old supercontinents shield their underlying mesosphere from subduction cooling, establishing a prolate axis of mantle upwelling complementary to the encircling downwelling girdle. The upwelling axis is rotationally unstable; TPW drives it to the equator, and the supercontinent fragments. The cycle repeats every ~500 Myr as the successor supercontinent inherits the geodynamic legacy.
Evans ties this to the paleomagnetic record. Laurentia's oscillatory paleolatitude shifts (1.2–0.9 Ga) are interpreted as rapid TPW within the relict subduction girdle from Nuna. Gondwana's assembly shows the same oscillatory signal. By 800 Ma, mature Rodinia stabilised its equatorial position and disaggregated shortly after. The model also predicts little substantial TPW since Pangea's breakup, possibly because the Tethys–Indian Ocean system has stabilised the rotation axis.
Evans, D.A.D. (2003) "True polar wander and supercontinents." Tectonophysics, 362(1–4):303–320. https://t.co/Aul9trBtVH
The tropics are settling down for a bit after the burst of activity that produced Karina, Lowell, and Marie, but it doesn't look like that will last for too long.
Models are indicating we'll likely see another couple of Pacific storms very much in the same vein as those that we've seen so far this season: something in the Eastern part of the West Pacific near the Mariana Islands, and something in the Western part of the East Pacific or moving into the Central Pacific.
Meanwhile the Atlantic looks pretty dead, with just a weak signal for something in the MDR or off the SE coast.
El Niño continues to leave its obvious mark on global TC activity.
BUKTI DAHSHAT SATELIT SENTINEL-2! ANOMALI MORFOLOGI ANAK KRAKATAU TERBONGKAR, ALIRAN LAVA DAN AWAN ERUPSI SAPU SISI BARAT DAYA!
Data rekaman citra satelit Sentinel-2 L2A (Copernicus) perbandingan tanggal 3 vs 8 September 2026 dalam visual False Color (Urban) membuktikan secara ilmiah betapa masifnya eskalasi letusan Gunung Anak Krakatau saat ini!
Perubahan fisik pulau dan aktivitas pelepasan magma pijar terlihat sangat nyata dan mengerikan dari ruang angkasa!
Rincian temuan fakta ilmiah dari citra satelit Sentinel-2 L2A
1. Perbandingan Fase (3 Sept vs 8 Sept 2026)
- 3 September 2026: Kondisi relatif tenang, hanya terdeteksi anomali titik panas kecil di dalam kawah utama.
- 8 September 2026: BOOM! Terjadi erupsi besar. Warna merah menyala mengonfirmasi adanya akumulasi aliran lava/lahar panas yang meleleh hebat ke sisi barat daya pulau!
2. Perubahan Morfologi Pulau & Kolom Abu
Awan putih-biru tebal yang melayang ke arah barat adalah kolom abu vulkanik dan awan panas erupsi yang terbawa angin. Penumpukan material vulkanik baru yang sangat masif membuat bibir pulau di sisi barat daya mengalami perluasan daratan (perubahan morfologi) secara mendadak!
3. Validitas & Ketajaman Visual
Meskipun citra asli dari Copernicus mengalami pemrosesan AI upscale 4K untuk memperjelas batas detail visual, pola geofisika, tutupan abu, dan titik anomali termal lurus dan konsisten dengan laporan kegempaan harian PVMBG (73 kali gempa hybrid & tremor menerus)!
Eskalasi eksplosif dan erupsi lava pijar ke laut ini menegaskan betapa bahayanya area perairan Selat Sunda saat ini! Keselamatan tim SAR yang sedang mencari 5 jurnalis hilang kontak harus memperhitungkan dinamika vulkanik ekstrem ini!
Tuntutan kesiapsiagaan darurat untuk PVMBG, Basarnas, dan BPBD
- Perlunya pemantauan visual real-time dan pemetaan risiko tsunami runtuhan lereng/flank collapse akibat perubahan morfologi cepat di sisi barat daya!
- Sterilkan total radius bahaya perairan Anak Krakatau dari seluruh aktivitas nelayan, wisata, dan kapal swasta!
Rekan-rekan pengamat geologi, kawan-kawan Banten, Lampung, atau masyarakat umum: Gimana analisis kalian melihat perubahan morfologi Anak Krakatau lewat satelit ini?
FAKTA ILMIAH: TSUNAMI ACEH 2004 DIPICU GEMPA TEKTONIK, BUKAN LEDAKAN NUKLIR ATAU REKAYASA MANUSIA
Dr. DARYONO, Anggota IABI
Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 dipicu oleh gempa bumi tektonik raksasa di zona megathrust Sumatra–Andaman. Tidak ada bukti ilmiah yg menunjukkan bahwa gempa tersebut merupakan akibat ledakan nuklir, uji coba senjata, atau rekayasa teknologi manusia. Justru, berbagai bukti dari seismologi, geologi, geodesi, dan tsunami menunjukkan satu rangkaian proses yg konsisten dengan rekahan batuan alami pada batas lempeng tektonik.
BUKTI PERTAMA adalah lokasi dan kedalaman sumber gempa. Gempa utama tjd di bawah Samudra Hindia pada kedalaman puluhan kilometer, di kawasan zona subduksi Aceh-Andaman. Di lokasi tersebut, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah sistem Lempeng Sunda. Gempa terjadi ketika tegangan yang terakumulasi pada bidang megathrust dilepaskan secara tiba-tiba. Jadi, sumber energinya berada pada proses deformasi dan patahan batuan di dalam bumi, bukan bahan peledak yang ditempatkan manusia di dasar laut.
Perlu diluruskan bhw kedalaman sumber saja bukan satu-satunya bukti utk membantah ledakan. Yang jauh lebih kuat adalah keseluruhan karakteristik sumber gempa. Gempa 2004 menunjukkan mekanisme sesar naik yang sesuai dengan gerakan pada bidang subduksi. Geometri sumbernya juga mengikuti zona megathrust Sumatra–Andaman. Karakteristik seperti ini sangat berbeda dari sumber ledakan yang pada dasarnya merupakan pelepasan energi dari suatu titik sumber buatan.
BUKTI KEDUA adalah panjang dan pola rekahan batuan. Gempa 2004 bukan peristiwa yg terjadi pada satu titik ledakan secara instan. Rekahan gempa menjalar sepanjang sekitar 1.200–1.300 km mengikuti arah zona subduksi dari sekitar Sumatra bagian utara menuju Kep. Andaman. Proses pelepasan energi berlangsung selama bbrp menit. Pola rekahan batuan yg sangat panjang dan terarah ini merupakan karakteristik khas gempa megathrust raksasa.
BUKTI KETIGA berasal dari rekaman gelombang seismik. Jaringan seismograf di berbagai belahan dunia merekam gelombang P, gelombang S, dan gelombang permukaan dari gempa Aceh 2004. Analisis mekanisme sumber menunjukkan karakter patahan naik (thrust) dengan mekanisme double-couple, bukan karakter sumber ledakan yg secara umum didominasi komponen isotropik atau kompresi. Dengan kata lain, rekaman seismik gempa 2004 memberikan "sidik jari" yang sangat kuat mengenai jenis sumber gempa tektonik tersebut.
BUKTI KEEMPAT adalah deformasi/perubahan kerak dan dasar laut. Rekahan batuan zona megathrust menyebabkan sebagian dasar laut terangkat dan sebagian lainnya mengalami penurunan. Perubahan vertikal dasar laut dlm wilayah yg sangat luas inilah yg secara tiba-tiba memindahkan massa air laut dalam jumlah sangat besar dan menghasilkan tsunami. Pengangkatan juga teramati pada sejumlah wilayah pesisir dan terumbu karang, sementara subsidence terjadi di wilayah lainnya. Pola deformasi tersebut sesuai dengan model pergeseran bidang megathrust.
BUKTI KELIMA adalah tsunami itu sendiri. Tsunami Aceh 2004 bukan sekadar gelombang yg muncul setelah sebuah sumber energi berada di laut. Pola tsunami yg tercatat di berbagai wilayah Samudra Hindia dapat dimodelkan dgn menggunakan sumber gempa megathrust dan deformasi dasar laut akibat petahan dasar laut tersebut. Dengan demikian, mekanisme gempa, deformasi dasar laut, perpindahan massa air, tsunami membentuk satu rangkaian sebab-akibat yg konsisten.
BUKTI KEENAM adalah adanya aktivitas seismik sebelum gempa utama 2004. Kawasan Sumatra–Andaman memang telah aktif secara seismik sebelum 2004. Sejumlah gempa terjadi pada 2002 dan 2003. Istilah yg lebih tepat adalah aktivitas gempa pendahuluan. Keberadaannya menunjukkan bahwa sistem tektonik tersebut memang peningkatan aktivitas gempa sebelum 2004. Yang lebih penting lagi adalah apa yg terjadi setelah gempa utama. Gempa Aceh 2004 diikuti oleh ribuan gempa susulan (aftershocks). Aktivitas tersebut sangat tinggi pada awalnya, kemudian secara bertahap menurun selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Proses pascagempa juga menghasilkan perubahan tegangan dan deformasi kerak bumi yang dapat berlangsung lama. Jadi, peristiwa 26 Desember 2004 bukanlah satu ledakan tunggal yang selesai dalam hitungan detik, melainkan awal dari suatu rangkaian proses tektonik sebelum dan setelah gempa utama.
BUKTI KE TUJUH CTBTO adalah organisasi internasional yg bertugas memantau dan mendeteksi kemungkinan uji coba atau ledakan nuklir di seluruh dunia yang pusat di Wina, Austria. Faktanya, jaringan CTBTO merekam Gempa Aceh 2004 secara jelas, tetapi tidak mengidentifikasinya sebagai aktivitas atau ledakan nuklir. Data CTBTO justru mencatatnya sebagai gempa besar beserta rangkaian aftershock-nya, konsisten dengan peristiwa tektonik alami.
Di sinilah muncul pertanyaan yg sangat sederhana: jika gempa Aceh 2004 adalah hasil ledakan nuklir atau rekayasa engineering, bagaimana menjelaskan rangkaian ribuan gempa susulan, perubahan tegangan, dan deformasi kerak bumi yang terus berlangsung setelah kejadian utama? Apakah seluruh proses tersebut juga harus "direkayasa" berulang kali “oleh tim asing tersebut” selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun? Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung skenario tersebut.
Bahkan, aktivitas gempa kuat dan Sejarah gempa besar di kawasan tsb jauh lebih tua daripada teknologi nuklir yang ditemukan manusia. Zona megathrust Sumatra–Andaman telah menghasilkan gempa besar dan tsunami jauh sebelum manusia memiliki teknologi untuk membuat senjata nuklir dan engineering. Catatan sejarah dan bukti geologi menunjukkan terjadinya gempa besar di Sumatra pada 1797, 1833, dan 1861, sementara endapan tsunami purba juga menunjukkan bahwa tsunami besar pernah terjadi jauh sebelum tahun 2004. Artinya, Gempa Aceh 2004 merupakan bagian dari siklus aktivitas tektonik yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Karena itu, tdk diperlukan teori ledakan nuklir atau rekayasa manusia untuk menjelaskan Tsunami Aceh 2004. Geometri rekahan dasar laut, mekanisme patahan, rekaman gelombang seismik, distribusi aftershock, deformasi dasar laut, pola tsunami, perubahan tegangan pascagempa, serta sejarah kegempaan Aceh, semuanya saling konsisten dengan mekanisme megathrust tektonik.
Kesimpulannya, Tsunami Aceh 26 Desember 2004 adalah konsekuensi dari gempa megathrust raksasa akibat pergeseran tiba-tiba pada batas lempeng tektonik. Bukti ilmiah yg tersedia tidak menunjukkan adanya ledakan nuklir, uji coba senjata, maupun rekayasa engineering sebagai penyebabnya. Justru, seluruh rangkaian fenomenanya memperlihatkan sidik jari khas proses tektonik alami dalam skala planet.***
Shen et al. (2026) "present a decadal‐scale paleomagnetic analysis of a stalagmite collected from Shuixi Cave, southwest China. The two independent methods produced consistent results and revealed eight short‐term geomagnetic anomalies during 89–123 ka. By comparing our findings with previous geomagnetic reconstructions, we propose that this interval includes three distinct stages: Blake (108,810− 119,090 years BP), post‐Blake (99,780− 103,140 years BP), and Skalamaelifell (90,950− 94,470 years BP).
Shen et al., Decadal‐Scale In Situ Scanning of a Stalagmite From Southwest China Reveals Blake Geomagnetic Excursion Structure (2026) https://t.co/6XWIMiVT5U
DoubleF: A Fast and Flexible Phase Association and Earthquake Location Method Using Adaptive Sobol Sampling #SRL
A crucial step in creating an earthquake catalog is phase association. DoubleF can help with that.
https://t.co/D0yINoEMR1
⚠️ 🔴 🚨 🛑 ⛔ HIGH RISK
As predicted via downscaling and analog ensemble modelling , the numerical weather prediction models (GFS and ECWMF) are now suggesting an increased risk of a Mediterranean tropical-like cyclone (#Medicane) and/or Medistorm developing near the Libyan coast and close to the Ionian Sea toward the end of September.
However, my analog analysis does not place the most likely epicenter there. Instead, it suggests that the system could become increasingly centered toward southern Italy and potentially the Aegean Sea at a later stage.
The attached numerical weather prediction model views are interim. The synoptic evolution of this potential storm will likely change several times during the upcoming model updates.
♻️ 🚨 Also, despite the long-range signal the analog model on my end suggests western mediterranean hurricanes are also likely during Autumn, particularly the Balearic sea region .
Therefore, this remains a long-range signal, and the exact track, intensity, and location are subject to significant changes as we get closer to the event.
I will soon begin providing daily analyses of the potential flooding and water runoff risks, as well as wind conditions, for the expected period.
Please share this outlook and warnings ♻️
Early warnings save lives and protect property.
Courtesy: Model runs borrowed from Mr. Weather-Watcher (Mr. WW) @WXWatcher07
Warmest regards,
Mr. M @Statisticizer
Superconductivity in magic-angle graphene was switched off entirely when electron interactions were screened across just 0.3 nm, sharply narrowing what can explain the effect. @AdmissionsUoM @PhysRevX https://t.co/OUQqdX0ptK