Assalamu'alaikum, Sahabat Syariah!
Bantuan dari BSI dan BSI Maslahat telah menjangkau sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT dan Flores. Berkat kepedulian Anda, 2.000 penyintas telah menerima bantuan dan merasakan hadirnya harapan di tengah masa sulit.
Namun, masih banyak saudara kita yang berjuang untuk bangkit. Di tengah kehilangan dan keterbatasan, mereka membutuhkan uluran tangan kita untuk melanjutkan hidup.
Mari terus hadirkan harapan bagi para penyintas bencana. Salurkan donasi terbaik Anda melalui BSI Maslahat di BYOND by BSI atau melalui https://t.co/LtKRo6PjfR.
#BankSyariahIndonesia
#BSIMaslahat
#MelayaniSepenuhHati
Data demografi ini tunjukkan :
- makin muda usia & makin rendah pendidikannya, pilih 02.
- makin tinggi pendidikan x makin atas ekonominya, pilih 01.
Grafik pemilih 01 makin bnyk saat pendidikan dan status ekonomi makin tinggi.
Muhammadiyah (berkemajuan) jg bnyk pilih 01.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan walk out atau keluar dari ruangan ketika Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Gilad Erdan berbicara dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB terkait Palestina.
Bukan hanya Retno Marsudi, beberapa diplomat dari negara-negara yang mendukung genjatan senjata juga melakukan walk out saat Gilad Erdan menyampaikan pendapatnya.
Walk out dilakukan Menlu Retno karena Dubes Israel juga tidak berada di ruangan saat delegasi Indonesia dan sejumlah negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan pernyataan dalam pertemuan itu.
Guna menghindarkan kemungkinan perang besar-besaran di Timur Tengah, Menlu Retno kembali menyerukan gencatan senjata permanen yang akan memberikan ruang untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza.
Menlu juga mendesak pihak-pihak terkait agar memulai upaya rekonstruksi pascakonflik dan meneruskan proses solusi dua negara.
Retno juga menegaskan bahwa Palestina harus segera diberi status keanggotaan penuh di PBB.
Indonesia menjadi salah satu dari negara mayoritas muslim yang mendukung gugatan Afrika Selatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ).
Dalam dokumen gugatan setebal 84 halaman yang diajukan ke ICJ pada 29 Desember lalu, Afsel menuduh Israel telah melakukan genosida di Jalur Gaza dan melanggar kewajibannya selaku negara peratifikasi Konvensi Genosida PBB tahun 1948.
Meski begitu, Indonesia yang bukan negara peratifikasi Konvensi Genosida PBB 1948 hanya mampu mendukung, tanpa bisa ikut menggugat Israel.
"Secara hukum Indonesia tidak bisa ikut menggugat karena dasar gugatan adalah Konvensi Genosida di mana Indonesia bukan Negara Pihak," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal.
📸: Dok. AP Newsroom, YouTube MoFA Indonesia.
#newsupdate #update #news #svt #afsel #israel #icj #pbb #genosida #palestina #infoterkini #beritaterkini #kumparan
“Libur Nataru orang-orang udah pada sibuk ke luar kota, terus ada yang ke luar negeri. Lo ke mana?”
“Cukup ke luar rumah aja, ngangkatin jemuran.”
#overheardjkt
Bayi-bayi prematur membusuk di RS karena dokter dan orangtuanya dipaksa pergi
Mereka meninggal pelan-pelan
Akhirnya terungkap setelah berminggu-minggu RS-nya dikuasai lsraeI
Mantan penasehat Presiden AS Barrack Obama di Direktorat Keamanan Nasional AS untuk Asia Selatan dan Direktur Senior pada Kantor Urusan Israel dan Palestina, Stuart Seldowitz akhirnya ditangkap setelah video pelecehan terhadap Nabi Muhammad saw, ujaran kebencian dan Islamofobia, serta ancaman kepada penjual makanan halal di Manhattan, New York viral. Seldowitz yg dinobatkan sebagai 'American Zionist of The Week' juga sebelumnya melontarkan pernyataan bahwa 4.000 anak-anak di Gaza, Palestina yg tewas karena serangan Zionis Israel itu belum cukup (harus ditambah lagi).
Belum cukup dengan segala pernyataannya yg menjijikkan itu, Seldowitz juga mengancam akan menempelkan tanda pada 'gerobak' penjual makanan halal sebuah tanda besar yg bertuliskan: "Orang ini (penjual makanan halal) pendukung Hamas" dan menuduh si penjual adalah ilegal karena tidak memiliki ijin dan visa. Padahal, faktanya si penjual itu adalah warga negara AS.
Dari peristiwa ini kita menjadi semakin tahu bahwa sejak lama memang AS memiliki 'concern' tertentu terhadap Israel dan Palestina. Bagi saya memang tidak heran, karena populasi Yahudi dan migrator Zionis ke Palestina umtuk mendirikan negara jajahan Israel mayoritas datang dari Amerika Serikat.
Bahkan, baru-baru ini tersebar video tentara AS yg sudah 'terjun' di Gaza membantu tentara IDF Zionis Israel.
Atas pendiriannya yg mulia dan terhormat dalam membela Palestina dan anti Zionis Israel, serta tuntutannya agar Netanyahu ‘dinobatkan’ sebagai penjahat perang, Ione Bilhara diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Keadilan Sosial di Spanyol.
Dan, ia hadapi pemberhentiannya dengan senyuman.
A woman. Against Zionist Israel. What a brave!
Boikot terhadap produk/komoditas dari Zionis Israel dan atau pro-Zionis Israel sejatinya tidak perlu dalil dan diskusi panjang. Ini bukan tentang halal dan haram. Ini adalah tentang keberpihakan (al wala wal barra). Dan karena bukan tentang halal dan haram yg sudah jelas ‘pakemnya’, pemboikotan ini menembus batas keyakinan agama apa pun.
Pada saat pemboikotan terjadi, yg sering dilakukan oleh produsen dan penjual adalah menurunkan harga barang. Di sinilah keteguhan dan pengorbanan sebagai konsumen diuji.
Pada masa-masa sekarang, di mana kejahatan kemanusiaan sedang dipertontonkan secara telanjang oleh Zionis Israel terhadap Palestina, yakinilah bahwa setiap selisih harga sebuah produk sejenis terhadap produk Israel dan atau pro-Zionis Israel adalah donasi terhadap perjuangan Palestina.
Pikirkan faktor pengalinya. Mungkin saja selisihnya hanya ratusan rupiah saja atau hanya 0,5 ringgit saja, tapi jika dikalikan seribu, satu juta pembeli? Banyak juga. Dan cukup bagi Zionis Israel terus melakukan kebiadabannya.
Ingat, ketika kita tidak membeli produk Zionis Israel dan atau pro-Zionis Israel, kita tidak tiba-tiba menjadi miskin karena selisih harga, atau menjadi tidak keren karena tidak mengkonsumsi produk brand ternama, atau tiba-tiba mati begitu saja, bukan?
Yg kita korbankan pada pemboikotan ini adalah ego. Sementara yg saudara kita di Palestina korbankan ketika kita terus mengkonsumsi produk Zionis Israel dan atau pro-Zionis Israel adalah nyawa.
Di Perancis, yg ‘konon’ negara yg paling Islamophobia, masyarakatnya turut dalam pemboikotan ini. Sebagai mana tautan gambar di salah satu supermarket, mereka lebih memilih membeli alpukat dari Spanyol daripada alpukat dari Israel. Walau pun selisih harganya mencapai €0.54 atau setara dengan Rp 9.000. Selisih harga ini adalah harga dari sebuah perjuangan. Harga dari kemanusiaan.
Sudah saatnya kita yg menguasai diri kita sendiri dan tidak lagi dijajah produsen tertentu yg justru mereka tidak pernah peduli kita sebagai konsumennya. Ingat, konsumen atau pembeli itu adalah raja. Raja itu memilih apa yg diinginkannya. Bukan terpenjara dengan harga.
Kita mungkin tak bisa melakukan hal besar yg dapat menghentikan langsung sistem ekonomi Zionis Israel dan negara-negara sekutunya. Tapi kita bisa bersatu bersama melakukan hal ‘kecil’ ini yg dampaknya juga sama.
Tetap semangat! Sebentar lagi kita akan menyaksikan Palestina merdeka…