“sayang, are u okay?”
“lagi banyak pikiran ya?”
“hari ini kok agak beda, why? cerita sini”
i love a man who notices the little changes in my mood and checks on me without making me feel like a burden🥹🫶
dia sibuk, kita coba ngertiin
dia capek, kita coba ngertiin (lagi)
tapi pas kita kesepian, dia ga mau ngerti (katanya : udh capek, sibuk ini itu and don’t have any energy)
saking mandirinya sampe gak pernah ada yang nanya :
1. uang kamu masih ada?
2. jajan kamu aman kan?
3. lagi pengen beli apa?
4. skincare bulan ini udah kebeli belum?
KEREN GAK SIH KITA?? SEKUAT ITUU LOHH
ternyata kakak kakak yang kehilangan banyak energinya dan mudah capek itu, sekarang adalah aku. sadly, I really miss when I was still excited about living life.
sejak dulu rahim perempuan selalu diatur society, harus punya anak sebelum UMUR segini lah, harus punya anak JUMLAH segini lah, kalo mens dan nifas GABOLEH ini itu..
sekarang pembalut, satu dari sekian kebutuhan RAHIM PEREMPUAN juga dikenai pajak dan makin memberatkan perempuan
pernah nggak sih kamu punya hubungan sama seseorang, terus setiap ada masalah kamu selalu berusaha memahami dia? mungkin dia lagi capek, mungkin dia lagi banyak pikiran, mungkin memang caranya menunjukkan perasaan nggak sama kayak kita. akhirnya setiap kali ada sesuatu yang bikin kamu kecewa, kamu selalu punya alasan buat memakluminya.
tapi lama-lama pernah nggak kamu kepikiran, sebenarnya siapa yang memahami perasaan kamu? kamu sibuk banget mencari alasan kenapa dia bersikap seperti itu, sampai lupa kalau kamu sendiri juga punya perasaan yang perlu diperhatikan.
memahami pasangan itu memang penting, aku setuju. tapi jangan sampai semua hal tentang dia selalu kamu mengerti, sementara perasaan kamu sendiri terus-terusan diminta buat mengalah. hubungan kan seharusnya bukan cuma tentang satu orang yang berusaha memahami, ya?
sebagai orang yg perasa, aku sebenarnya tau kapan sedang disindir, diremehkan, atau bahkan tidak disukai, i notice everything. cuma aku memilih untuk tidak membalasnya. aku sadar, aku tidak bisa menyenangkan semua orang, jadi kalo ada yang ga suka its okay, cukup tau, jaga jarak.
Heran, perempuan yg setiap harinya hanya bekerja, pulang kerja langsung ke rumah, gak pernah nongkrong, kalau libur gak pernah pergi keluar, sirkel pertemanannya sedikit itu juga perempuan semua, introvert parah, gak punya temen laki-laki, itu nanti jodohnya datang lewat mana ya??