🚨 Indonesia’s stock market crashes over -11% recording its biggest crash since 1998.
MSCI is considering downgrading Indonesia from an "emerging" market to a "standalone" market.
A standalone downgrade could force global funds to sell Indonesian stocks, triggering billions of dollars in outflows.
The move comes amid concerns over market transparency concentrated ownership and trading integrity.
The announcement triggered a massive sell-off and forced a temporary trading halt.
The Indonesian rupiah falls to 18,070 per dollar, nearing its record low of 18,190.
Salah satu biang keladi hancurnya pasar modal RI : pemilik BEI adalah anggota bursa efek sendiri.
Ini ibarat pemain merangkap jadi wasit. Ya pasti konflik kepentingan. Pat gulipat amat rentan terjadi.
Konyolnya : tata kelola absurd ini dibiarkan bertahun2 sama OJK.
Dan OJK baru bergerak untuk rombak kepemilikan BEI after teguran MSCI.
Harusnya perombakan kepemilikan BEI ini dilakukan 10 tahun lalu. Kemana aja OJK selama ini? Bengong aja?
OJK ini over-rated. Gaji pegawai tinggi, tapi kinerja amat buruk.
Kalau nanti pasar modal RI resmi masuk stand alone, maka butuh waktu 8 - 10 tahun agar kembali ke Emerging (Pakistan butuh waktu 9 tahun agar kembali statusnya dari stand alone ke emerging).
Gila sekali dampaknya.
Ribuan triliun dana investor retail lenyap hanya gara2 ketidakmampuan birokrat OJK mengawasi pasar modal.
Honestly, pemulihan IHSG kali ini akan amat lama, sebab pemicunya adalah hancurnya trust pasar atas kegoblokan BEI dan OJK.
Beda dg saat covid atau krisis 2008, dimana pasar kolaps karena faktor eksternal pasar.
Jonathan Foster, seorang profesor jurnalisme pernah bilang, prinsip dasar jurnalistik seperti ini:
Jika seseorang berkata saat ini sedang hujan, dan orang lain berkata saat ini langit sedang terang, tugas Anda bukan sekadar mengutip keduanya. Tugas Anda adalah melihat ke luar jendela dan mencari tahu mana yang benar.
Tugas seorang jurnalis bukan cuma memberitakan apa yang disampaikan suatu pihak, tapi juga menelaah kebenaran informasinya. Besar kecil media tidak jadi soal. Bukan berarti karena bukan media besar, lalu boleh-boleh saja membuat narasi tanpa berpijak pada fakta.
Konsep ini yang makin lama makin pudar. Banyak sekali media yang hari ini mengejar kecepatan, bukan lagi ketepatan. Yang penting naik dulu beritanya. Perkara benar atau salah, belakangan. Justru berbagai penelitian menghasilkan simpulan bahwa berita yang salah, jika dikemas dengan cara yang menarik, akan jauh lebih cepat menyebar daripada berita yang benar, tapi membosankan.
Kecenderungan ini juga melanda Twitter atau X. Tempat ini sekarang jadi gudang letupan berita bombastis yang belum tentu akurat. Tempat yang dulu kaya akan pemikiran yang menarik ini, buat saya, pelan-pelan "dimatikan" oleh penghuninya sendiri. Memang masih ada tulisan-tulisan yang menarik untuk dibaca. Tapi, saya mesti mengais-ngais cukup jauh untuk menemukannya. Ditambah dengan percakapan yang terasa tak lagi organik, Twitter pelan-pelan kehilangan roh dan daya tariknya.
MOMEN WARTAWAN DIUSIR PRESIDEN LAGI HARI INI
***
Wartawan masih ada di lima menit pertama, Bapak Presiden.
Dengan hormat, saya mengundang para wartawan untuk minum kopi.
Saya penutupan.
*kresek-kresek*
Kompas TV:
*bawa kamera ke luar*
Kalian kalo selalu bilang demo bikin macet, nih liat yg bikn macet tu justru silop dan ijo.
Mahasiswa aja lewat jalur busway.
Pas ditanya alesannya masuk ke jalan:
1. "Mau nyeberang" (tapi kok ga jalan)
2. "Gatau, ikut perintah komandan"
Klaim sepihak pemerintah yang menyebut BBM jenis Pertamax hanya dikonsumsi "orang kaya" telak dihantam realita di aspal. Faktanya, kebijakan menaikkan harga Pertamax hingga Rp4.000 per liter justru mencekik leher kelas pekerja bawah mereka yang terpaksa bertahan demi menjaga modal kerja utama yaitu mesin kendaraan.
~RS
Kabar hari ini:
- Harga Minyak Dunia tembus di Atas $100
- Dollar tembus di atas Rp17.000
- defisit APBN berpotensi di atas 3% dari PDB
- MBG tetap dibagikan selama seminggu libur lebaran
What a time to be alive
Impor minyak RI :
1 JUTA barrel per HARI !
Cadangan BBM RI =
20 hari.
Jika perang lbh dari 3 minggu, cadangan bbm bisa habis.
Bersiap, ribuan SPBU akan kehabisan bbm. Pas saat mudik + arus balik lebaran!
Lakukan mitigasi risiko sejak sekarang.
jadi gini....
stok telur di desa sukamaju, untuk sebulan biasanya 20.000 butir.
telur ini, biasanya dibeli oleh warga, warung makan, warung sembako, dan tukang kueh.
lalu MBG datang, SPPG borong tuh 10.000 ribu butir. utk stok SpPG selama 1 bulan.
sisa 10.000 telur inilah, dibagi ke warga, warung makan, warung sembako, dan tukang kueh.
mau restok dr desa sebelah ga bisa, desa sebelah juga kondisinya sama.
mau minta ke peternak, ga bisa.
ayamnya udah mentok, produksi telurnya.
jadilah harga naik,
permintaan tinggi, barangnyo sedikit.
semua rugi.
𝗠𝗔𝗧𝗘𝗠𝗔𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗠BG
Jatah per anak 15 ribu dimana 5 ribunya boleh diambil vendor untuk biaya operasional. Artinya:
1/3 x anggaran 335 T = 112 T masuk kantong vendor, 223 T net untuk bahan makanan
Anggap setengah dari total porsi makanan yang disajikan, dibuang anak-anak setiap hari karena aneka alasan: gak enak, basi, bau asem, mbosenin dll. Artinya:
1/2 x 223 T = 111 T dibuang sia-sia.
Artinya lebih dari 200T anggaran masuk kantong vendor dan terbuang percuma ke lingkungan. Sisanya lebih dari 100 T terbuang ke pispot karena anak-anak bukannya dapat makanan hangat, dimasak fresh dan kaya nutrisi seperti di negara lain tapi cuma dapat makanan dingin, anyep, ultra-processed atau basi.
Dan itulah duit yang harusnya bisa dipakai untuk menggaji para guru honorer dengan layak, bisa menggaji para dokter dan nakes puskesmas dan RSUD dengan layak, bisa mengobati penyakit rakyat dengan layak, bisa menyulap jembatan Indiana Jones jadi layak, dst dst hingga bisa membuat Yohanes gak jadi bunuh diri karena ia dapat buku, pulpen dan sekolah gratis sampai sarjana dari Negara.
🚨MBG Scam?! Mark up harga oleh mitra/yayasan MBG?!
Poin Temuan
- Negosiasi alot dan rumit dengan Mitra/yayasan MBG
- Tidak mau ada "Hitam di atas Putih" dan Kunci Harga
- Disiapkan 2 ton beras, endingnya cuma 1 ton
- Deal sama bosnya 15K, admin minta 14.5K, Kepala Gudang 14K (ampuuuuun, 1 item 3 kali nego)
Gongnya: Dibayar 15K, Invoicenya 16.5K
Rest in power, Arianto
Semoga esok, lusa, dan seterusnya tak ada lagi tangis orang tua yang harus jatuh karena anaknya tewas begitu saja tanpa keselahan apapun. Doa-doa tak luput juga dipanjatkan kepada korban lainnya yang hingga hari ini masih menanti keadilan.
A.C.A.B