@IDN_Horor@bacahorror_id ucap Gama menjelaskan dengan perlahan, bahkan baru pertama kali aku mendengar suara Gama seperti ini, sangat serius.
“Apa yang bisa aku perbuat sementara Gam, aku tidak bisa membayangkan malam ini kejadian aneh apa lagi yang akan terjadi di rumah, maupun di matrial”
Arum memarkirkan sepedanya sedikit jauh dari desa. Mereka berjalan dengan mengendap-endap.
“Orang-orang itu?” Bisik Dirga.
Arum mengangguk. Ia memastikan bahwa pria-pria berpakaian surjan yang mewarnai wajahnya dengan sesuatu yang berwarna putih itu adalah orang-orang yang ia maksud.
Guntur memperhatikan mereka satu persatu. Setiap dari mereka memiliki penampilan yang serupa. Wajah mereka dicat putih, namun keseluruhan mata mereka berwarna hitam. Kalung jimat, benda pusaka, cincin akik menghiasi tubuh mereka.
“Dukun?” Dirga mencoba menebak.
“Mungkin. Setiap dari mereka bukan orang biasa. Tapi apa yang bisa menggerakkan mereka semua serentak?”
Mereka bertiga pun berpindah dan mencoba mendekat. Seperti ucapan Arum, tiap dari mereka membawa kepala yang mereka letakkan di beberapa tempat.
“Itu, tur!” Arum menunjuk ke satu arah. Guntur menoleh dan melihat keberadaan orang-orang yang ia kenal.
“Itu Pak Kades dan warga yang lain?” Tanya Dirga.
Guntur mengangguk dengan menggenggam keras kepalan tangannya. Ia geram melihat keadaan Kepala desanya dan warga lain tak berkutik. Mereka dirasuki makhluk-makhluk yang membuat mereka merayap di tanah dan menjilati tanah.
Sementara Guntur mencoba mencari cara menolong orang-orang di sana, Dirga tertegun pada satu sisi. Guntur dan Arum yang menyadarinya pun mencoba mencari tahu.
“Mereka datang ke tempat ini karena itu..” ucap Dirga.
Dirga gemetar. Apa yang mereka lihat mungkin saja sebuah bencana. Ada sebuah guci yang begitu besar di belakang orang-orang itu. Guci yang dibawa dengan gerobak yang begitu besar yang ditarik lebih dari sepuluh orang.
“Apa di dalam guci itu?” Arum penasaran.
“Janin…” Dirga berkata tiba-tiba.
Guntur menoleh mempertanyakan darimana Dirga mengetahui itu.
Dirga pun bingung. Tiba-tiba ia terjatuh dengan rasa sakit yang muncul di kepalanya.
“Dirga!” Guntur berusaha untuk tenang dari rasa paniknya. Sayangya suara mereka terdengar oleh orang-orang itu.
Srakkk!!
Salah satu dari dukun-dukun itu memergoki mereka dengan membawa sebilah parang.
“Siapa?” Tanya seorang yang lain.
“Anak-anak kecil..” Jawab dukun yang memergoki mereka bertiga.
“Guntur! Bersiap!” Dirga yang berusaha menahan rasa sakitnya hampir saja memasang kuda-kudanya, tapi alih-alih mencoba melawan, Guntur malah terjatuh dengan wajah takut.
“Si—siapa? Siapa kalian! Jangan! Jangan dekat-dekat!” Wajah Guntur terlihat benar-benar ketakutan.
Dirga menghampiri Guntur dan menyikutnya. “Heh! Sejak kapan kamu teh jadi penakut gini?” Bisiknya.
Saat itu Guntur melotot pada Dirga.
“Kamu kenapa, Tur? Kesurupan?”
Arum yang awalnya bingung mulai mengerti isyarat Guntur. Ia pun tiba-tiba menangis dan mendekat ke arah Guntur.
“Takut! Mereka siapa?... hiks…”
Dirga bingung, namun ia pun menangkap bahwa ini adalah akal-akalan Guntur.
“Ja—jangan.. kami mau pulang! Ampun!” Dirga pun ikut berpura-pura ketakutan, dukun yang memergoki mereka pun tidak menaruh curiga pada mereka.
“Kalian butuh kepala tiga abege?” Teriak dukun itu.
“Hwaaaa!!! Jangan! Saya pernah nggak naik kelas! Kepala saya nggak ada isinya!” Guntur mengeraskan suaranya sambil pura-pura menangis.
“I—iya! Kepala Guntur emang nggak ada isinya! Lepasin kami! kalau jadi demit dia bakal ngerepotin!!” Tambah Dirga.
Mendengar ucapan itu Guntur tak terima dan menoleh sambil melotot. Ia pun mencubit Dirga keras-keras.
“Lepasin saja! Pokoknya cari kepala selasa kliwon! Kita masih butuh lima lagi!” Balas Dukun yang lain.
Deggg!
Akhirnya Guntur tahu motivasi mereka.
“Terima kasih! Terima kasih!” Teriak Guntur menarik teman-temannya.
“Pergi jauh-jauh! Kalau kalian muncul di desa ini lagi, kujadikan sate kalian!”
Dalam sekejap raut wajah Guntur berubah. Ia yang berlari dengan cepat tiba-tiba berhenti bersembunyi lagi di belakang salah satu rumah.
Cklakk!!
Guntur membuka paksa jendela rumah itu dan masuk ke dalam.
“Ini, rumah pak Yusni kan?” Tanya Arum.
“Iya. Kalau orangnya ada di sana, harusnya dukun itu tidak akan masuk ke sini lagi kan?” Ucap Guntur.
“Masuk akal..” Balas Dirga.
Mereka pun bersembunyi di rumah itu dan mengintip apa yang terjadi di luar sana dari sela jendela.
“Gila kamu, Tur! Nggak nyangka kamu bakal pura-pura ketakutan. Biasanya main libas saja, Kamu!” Ucap Dirga.
“Kalau nggak ada guci itu mungkin aku sudah ngelawan mereka, Dirga..”
Dirga mengerti. Ia yang sempat merasakan sesuatu yang ada di Guci itu.
“Berarti mereka mencari kepala tumbal orang-orang yang lahir di selasa kliwon untuk janin di guci itu, Kan?” Guntur memastikan.
Dirga dan Arum mengangguk.
Berawal dari memelihara setan untuk penglaris yang ditanam dalam pusaka "Tumbuk Lesung". Sudarsih (Ibu Maya) 'dimakan' oleh perewangan-nya sendiri.
Bagaimana bisa ? ...
Bentar lagi kita mulai threadnya, tinggalkan jejak atau tandai dulu judul utas di atas agar tidak hilang.
Masih banyak yg DM nanya urutan cerita / indeks. Bisa buka https://t.co/nyiSoLqQVE ya.. udah dinomorin untuk yang universe JSD dan yg gak dinomorin itu diluar JSD.
Sengaja saya rapikan disitu karena sudah puluhan judul, ratusan chapter, sering eror kalau di postingan.
NYATA INI !
TIDAK UNTUK DITIRU.
18+
GIL4 !
Langsung Kaya, tidak pakai kerja dalam 1 bulan langsung dapat 1 milyar ( Gunung kawi ).
A Thread
#lakonstory#ceritaserem
Mungkin hal itulah yang dilihat oleh Burhan yang akhirnya membuat Burhan seketika mengajak Cahyo untuk pergi karena Burhan pun tau, Prapto adalah seorang dukun berbahaya yang tidak segan-segan menghabisi siapapun orang yang berusaha mengusik hidupnya.
..
apalagi melihat Gama kembali bersusah payah berdiri.
“Aku lebih baik mati! Dari pada harus mengkhianati apa yang selama ini aku jaga! Maka aku mati dengan amanah! Tidak melanggar janji!” ucap Budi dengan tubuh gemetar.
apalagi melihat Gama kembali bersusah payah berdiri.
“Aku lebih baik mati! Dari pada harus mengkhianati apa yang selama ini aku jaga! Maka aku mati dengan amanah! Tidak melanggar janji!” ucap Budi dengan tubuh gemetar.
Kisah nyata.
Sumpah Serem, diantara DM yang masuk, cerita ini sepertinya paling seram.
Dan bahkan sudah sampai dibahas di website Laros media Untuk cerita lengkapnya.
A Thread,
#ceritaserem#malamjumat
KURUSETRA
Part 1 - Persembahan Untuk Laut
a thread
Deru ombak menghantam lambung kapal nelayan yang mengadu nasibnya dengan melepaskan jalanya di laut yang perlahan mulai tenang.
#bacahorror
Yuli berteriak histeris lalu menancap-nancapkan gunting tersebut secara brutal ke kepala dan tubuh sang Bayi hinga tangisan sang Bayi perlahan tak terdengar lagi.
Bayi tersebut di bunuh oleh ibunya sendiri
GETIH WANGI
Pengabdian puluhan tahun kembali terjadi, suami dan tiga anak yang mati belum cukup untuk mengakhiri.
[Part 3]
@bacahorror@IDN_Horor#bacahorror
Keluargaku melakukan pesugihan, di rumahku ada kamar khusus tempat Jin peliharaan yang selalu kami beri makan, mulanya hanya hewan, tapi akhirnya mereka meminta aku untuk tumbal.
#ShortThread#CeritaSerem
Edisi Malam Jumat Kliwon :)