RAFAH UDAH LENYAP...
๐ญ๐ญ๐ญ
Rafah, yang pembangunannya diawali sejak zaman Fir'aun, kini menjadi puing-puing, menghapus jejak ribuan tahun sejarah...
Rafah, kota yang rata dengan tanah di ujung selatan Gaza, udah dibersihkan secara etnis oleh Israhell di depan mata dunia...
Skala kehancuran di Rafah, terlepas dari setiap peringatan, memperjelas bahwa apa yang udah dilakukan Israhell di Gaza adalah sebuah genosida, sebuah upaya untuk membersihkan warga Palestina secara etnis dari tanah mereka, persis seperti yang mereka lakukan pada tahun 1948...
Penghancuran Rafah yang terus berlanjut harus segera dihentikan, karena hal itu gak hanya mengancam peluang warga Palestina untuk kembali, tetapi juga menyembunyikan kejahatan yang udah dilakukan Israhell laknatullah...
Kita gak tauk berapa banyak jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan, kita mungkin gak akan pernah tauk skala sebenarnya dari apa yang udah dilakukan Israhell di Rafah...
Source : FB Greta Thunberg
Ramadan tahun ini: full bahagia, full rezeki, full kabar baik, full berkah, tiba-tiba semua doa Allah kabulkan dengan cara yang paling indah. Aamiin โจ๐๐ผ
JANGAN BERHENTI MEMBICARAKAN PALESTINA.
Yang terjadi di Palestina, terutama Gaza, BUKAN perang. Tidak pernah ada perang dalam sejarah di mana 80% negara hancur, 100% penduduk mengungsi, dan 50% korban tewas adalah anak-anak. Ini adalah GENOSIDA, dan masih berlanjut.
Di saat para elit dunia bicara soal "perdamaian" yang berorientasi bisnis properti, warga Gaza masih terus dibunuhi Israel. Yang dibicarakan elit dunia adalah perlucutan senjata pejuang yang melawan genosida, bukan perlucutan pelaku genosida. Mereka meminta negara-negara menyumbang 17 triliun rupiah, alih-alih meminta pelaku penghancuran (Israel) mengganti kerugian warga Gaza. Mereka memaksakan dogma bahwa penjahatlah yang harus dilindungi keamanannya, alih-alih korban.
Perdamaian tidak akan terwujud selama pihak penjajah masih dibiarkan membunuh & meduduki wilayah jajahan. Perdamaian tidak akan tegak tanpa keadilan.
Dr Hussam abu Safiyeh
The Israeli occupation forces killed his son before his eyes, and he refused to flee and leave his patients.. So that, he was kidnapped and tortured and deprived of proper food and medical treatment inside Israeli slaughterhouses houses..