🚨𝗠𝗢𝗛𝗔𝗠𝗘𝗗 𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛:
🗣️ “I know my teammates are frustrated by the loss. It is a hard one to take, especially after being 2-0 up.”
🗣️ “Sometimes, in the heat of the moment, we say things we don’t truly mean. That is the case with Ziko. He respects Messi and never intended any disrespect toward Messi or FIFA.”
🗣️ “We believe the game was fair. The referee got most decisions right. Football is a human game, and errors can happen, but there was no robbery.”
🗣️ “I lost the ball in Argentina’s box before their third goal. That was my mistake, and I take responsibility. Had I kept my composure, maybe we could have taken the game to extra time.”
🗣️ “I am proud of my teammates. They gave everything throughout the tournament and represented Egypt with pride.”
🗣️ “Good luck to Messi and Argentina. I hope the GOAT lifts the World Cup once again.”
🚨💣 BREAKING: This is INSANE.
A PR agency reportedly reached out to several major football accounts and influencers on X, offering paid campaigns to push anti-Argentina narratives during the World Cup. 🇦🇷
One large Football X account claims they were approached and asked to post content portraying Argentina’s run as “rigged.”
It could explain why so many unrelated accounts suddenly started flooding the timeline with the exact same “rigged” narrative. 👀
Sertu Riza Pahlivi, anggota TNI, aniaya Mikael Histon Sitanggang (15 tahun) hingga tewas.
Vonis pengadilan militer: 10 bulan penjara.
Tidak dipecat.
Restitusi ke ibu korban: Rp12,7 juta , harga nyawa seorang anak di mata pengadilan militer Indonesia.
Banding dikuatkan.
Ibu korban baru tahu putusan banding 3 bulan setelah dibacakan , sehingga kehilangan hak kasasi selamanya.
Hakim meringankan hukuman karena pelaku "sudah minta maaf."
LBH Medan baru tahu putusan banding setelah tenggat kasasi lewat.
Menteri PPPA sendiri bilang: seharusnya masuk peradilan umum, bukan militer.
Tapi tidak ada yang bergerak mengubahnya.
Dan sekarang ibu Lenny Damanik terpaksa bawa kasus ini ke Mahkamah Konstitusi , menggugat UU Peradilan Militer , ...
......karena jalan keadilan lainnya sudah ditutup semua.
BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa “Pesta Babi” adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Tulisan ini mengambil perspektif yang berbeda dari kejadian di Ngada...
Kami diajarkan bahwa Gereja berdiri di pihak yang miskin,
bahwa para suster, frater, dan romo meninggalkan kenyamanan dunia
demi melayani manusia, terutama mereka yang kecil dan tersisih.
Namun hari ini, iman terasa semakin mahal,
dan pendidikan justru menjadi barang mewah.
Sekolah-sekolah Katolik yang dibangun di bawah naungan susteran dan frater
berlomba berdiri megah,
namun uang SPP-nya menjulang tinggi,
tak terjangkau oleh anak-anak dari keluarga miskin.
Di mana letak keberpihakan itu?
Di mana suara Injil yang berkata:
“Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku”?
Kami bertanya dengan sedih, bukan dengan kebencian:
apakah para biarawan sungguh masih peduli pada kemiskinan
yang nyata di depan mata?
Ataukah misi kemanusiaan kini kalah oleh kebutuhan lembaga
dan kenyamanan hidup?
Ada anak di Ngada yang memilih mengakhiri hidupnya
karena orang tuanya tak sanggup membeli buku tulis dan pulpen.
Setiap hari ia makan umbi dan pisang,
sementara sekolah—yang seharusnya menjadi jalan harapan—
justru menjadi tembok yang tak bisa ia lewati.
Peristiwa ini bukan sekadar angka,
ini adalah luka kemanusiaan yang dalam.
Di saat yang sama,
kami melihat sebagian suster, romo, dan frater hidup berkecukupan:
makan enak, tidur nyaman, bepergian dengan mobil.
Kami tahu mereka juga manusia,
mereka juga butuh hidup.
Namun apakah wajar bila kenyamanan itu dibayar
dengan tertutupnya pintu pendidikan bagi yang miskin?
BAHKAN ADA DRAMA YG LAGI TREND... REAL BENAR TERJADI DI SD/SMP KATOLIK FAFORIT
KALAU TIDAK LUNASI UANG Sekolah TIDAK BOLEH IKUT UJIAN....!!! ANAK YG TDK LUNAS TERPAKSA GIGIT JARI !!KASIHAN......😭😭
Kritik ini lahir dari cinta,
dari harapan agar Gereja kembali pada wajah aslinya:
wajah yang sederhana,
wajah yang berpihak,
wajah yang berani menggratiskan pendidikan
demi masa depan anak-anak kecil.
Jika Gereja kehilangan kepekaan pada tangisan orang miskin,
maka bangunan sekolah semegah apa pun
akan terasa kosong.
Karena iman tanpa kemanusiaan
hanyalah simbol tanpa jiwa.
Miris, sungguh miris.
RIP (Yohanes Bastian Roja)
Bahagia bersama para kudus di Surga
[Trigger Warning: Suicide]
Terjemahan dari bahasa daerah:
SURAT BUAT MAMA RETI
MAMA SAYA PERGI DULU
MAMA RELAKAN SAYA PERGI
JANGAN MENANGIS YA MAMA
MAMA SAYA PERGI
TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA
SELAMAT TINGGAL MAMA.
😭 😭 😭
@waduhasoy Meninggal karena henti jantung disebabkan oleh apa? Itu yang sedang dibahas. Apakah karena wiping, atau karna hal yg lain. Logika sederhana gini aja ga paham astaga.
Dari kemarin kutahan2, tapi tindakan goblok2 in orang selevel dosen dan subspesialis di medsos apalagi dosennya jelasin baik2 itu dah tindakan bajingan
Mencetak 1 dokter subspesialis yg berkenan mengajar itu sulit. Kok waton dibantah.
Koe ning ngarepku tak idoni su.
Tepat. Dr @wita_desandri sejauh ini adalah masih satu2 nya sport cardiologist yg ada di Indonesia
Jadi harus kuliah dokter umum, lanjut dokter jantung, baru akhirnya bisa kuliah lagi di bidang sport
Salah satu guru dan pengajar yg aku segani.
Ngawur itu yg ngatain beliau