Kirain dulu quarter life crisis Itu udah bahaya, tapi ternyata lebih mengerikan losing spark at 30 yo. Hidup rasanya flat, kerja jg pulang pergi tiap hari kayak gak ada tujuan. Coba hobi juga ujungnya hambar, seneng gk sampe hati, bersyukur di mulut doang. Rasanya berdosa bgt 😔
aku heran deh, kenapa sekarang semua orang dituntut punya personal branding.
emang kenapa kalau ada orang yang cuma pengen hidup biasa, kerja yang bener, terus pulang?
Gue suka liat topik berat dijelaskan dgn “bahasa bayi” & “logika bodohnya aja” tapi masih ga ngerti.
Kayaknya gue masuknya kategori embrio berlogika goblok, deh.
Siapapun bisa nasehatin orang lain, bisa mbahas fafifu wasweswos tentang mental health, healing di podcast.
Tapi coba liat apa dia mempraktekkannya di relasi sama orang terdekat, di keluarga, pasangan, anak.
Karena di relasi sama orang terdekatlah momen belajar yang lebih dalam.
Jangan mudah kagum sama orang yang sebatas tau, tapi tidak mempraktekkannya di relasi sama orang terdekatnya.
Kalo cuma tau, AI noh jauh lebih tau, wkwkwk 😊
Seperti halnya film laris, kesuksesan itu nggak ada formula pastinya. Motivator aja yang kebablasan yakinnya tentang formula pasti suksesnya.
Padahal itu ya cuma sebatas pengalamannya, dan formula yang cocok buat 1 orang belum tentu cocok buat lainnya.
Hidup nggak sepasti itu.
Afirmasi positif yang justru bikin hidup bertambah berat:
“Hidup ini mudah, nggak sulit.”
“Hidup selalu gembira.”
Dan semacamnya.
Karena bertentangan dengan kenyataan hidup yang punya sangat banyak cara untuk memberimu tantangan, masalah, pain.
Kurang-kurangin denial-nya. Sadari, terima kenyataan bahwa:
“Hidup sulit, nggak mudah, dan nggak bisa selalu gembira.”
Jadi ketika itu terjadi, sikap batin kita bisa:
“Ya memang begitulah adanya hidup ini.”
Siapapun kalian, dimana pun, dan berapa pun usia kalian
Kalo kalian lihat tweet ini, semoga kita semua bisa kembali merasakan “joy of playing something" baik itu di PS, PC, atau mobile, diluar kesibukan sehari2
Semoga tetap bisa merasa senang dengan apapun game yg kita mainkan~
Menjadi konsisten itu BUKAN BERARTI
setiap harinya harus selalu menjadi yang terbaik, selalu cemerlang, atau selalu perfect
Tetap hidup dan hadir setiap hari saja sudah merupakan bentuk konsistensi yang patut diberikan apresiasi
GAK SELALU wujudnya gelas yang penuh,
bisa aja wujudnya banyak gelas setengah terisi, bahkan hampir kosong
Gak lengkap dong pembahasannya kalo gak ada jurnalnya kan
Penelitian dengan judul “Self-discipline outdoes IQ in predicting academic performance in adolescents” ini melibatkan 140 siswa kelas 8 atau kelas 2 SMP untuk dinilai kedisiplinannya kemudian dilihat performa akademisnya
Hasilnya semakin disiplin atau konsistensi seseorang, maka semakin bagus juga kemampuan akademisnya
“Never bet against a person who just keeps showing up”
Di episode putbal terbaru, tentang menjemput hidayah, ada satu kalimat yg buka pikiran aku banget, kalimatnya kurang lebih:
"Jgn fokus pada tujuan, tp fokus lah pada prosesnya."
Jadi, gmn kalau pada akhirnya kita ga jd apa2?
Jawabannya ya ga apa2.
Yg penting adalah kita berada di jalur yg benar utk mencapai apapun tujuannya.
Kalian setuju ga?
Buka Instagram: ini semua orang happy?
Buka Thread: ini semua orang kaya?
Buka Facebook: ini semua orang jualan?
Buka LinkedIn: ini semua orang sukses?
Buka Twitter: ini semua orang marah?
Buka TikTok: ini semua orang, orang?
"Lebay banget sih lu.
Orang lain banyak yang lebih susah hidupnya
tapi gak banyak ngeluh tuh"
Nara hanya bisa tertegun saat menatap layar ponsel.
Perasaan Nara campur aduk.
Pesan itu terasa mengoyak hati.