@Stakof Tata Kelola. Ini hasil dari manajamen SDM yang tidak terukur. Beberapa Pemda asal angkat honorer. Tanpa mengacu Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja. Pegawai numpuk. Terus minta diangkat jadi honorer. PAD utama dari hasil Alam, diekspor mentah. Mayoritas diatur pusat. Ini.
Ketika rakyat merespon dengan memberikan pendapat, kritik dan sebagainya, dibilang reseh, berlebihan, ditunggangi mudah dihasut. Namun ketika diam, responnya "rakyat yang penting dikasih makan, langsung diam. Mereka gampang diatur, kualitas SDM rendah."
Dengan seluruh kekayaan sejarah dan budaya yang kita punya, kita harusnya mampu membuat ribuan kisah kolosal yang menguntungkan secara ekonomi, sosial, dan politik.
@LambeSahamjja Pendapatan Tenaga Pendidik belum ditindaklanjuti seperti Dosen dan Tenaga Kesehatan juga belum layak. Kalau MBG itu program suci dan menyangkut perut orang banyak, Itu tenaga kesehatan menyangkut nyawa. MBG belum jalan mungkin lapar. Kalo Nakes salah tindakan, dampaknya nyawa.
@HariSelumbari Sebenarnya ini kronis. Hanya baru muncul ketika daerah dibatasi Transfer DAUnya. Ini hasil Penerimaan CASN yang ugal2an sejak zaman Jokowi. Daerah terjebak karena ulah daerah sendiri yang pengen angkat tenaga kontrak jadi ASN. Akhirnya pusing ketika belanja pegawai dibatasi UU.
Tata Kelola. Itu salah satu aspek manajerial yang harus menjadi perhatian utama. Sebagus apapun suatu ide. Di atas kertas seluruh tahapan sudah layak dan sesuai. Namun Tata Kelola saat eksekusi ide tersebut tidak klop. Maka pasti ada kerugian.
@glxssie Sebenarnya bukan banyak sekolah yang harus diperbaiki.. tapi tata kelolanya yang harus diperbaiki.. sekolah bagus, distribusi guru yang berkualitas juga harus bagus.
@ferrykoto Sebenarnya trgantung pembisik Pak Presiden. Secara umum tata kelola MBG kacau balau, justru ketika diperbaiki atau bahkan dihentikan, rakyat pasti senang. Hanya kita tidak tahu bentuk laporan/input ke Pak Presiden sehingga beliau ngotot kalau ini berhasil.
@LambeSahamjja Daya beli ASN itu menyumbang kontribusi yang cukup signifikan untuk perputaraan Roda ekonomi di daerah. Dampak pengungkit juga terhadap daya beli masyarakat. Ketika di pusat tidak peduli dengan pendapatan ASN di daerah. Efeknya langsung terasa pada kondisi ekonomi di daerah
@LambeSahamjja Beliau sudah mulai tahu keuntungan posisinya dibandingkan Jokowi. Tingkat kesukaan dari tokoh tokoh nasional masih lebih baik dari Jokowi, sehingga mulai merangkul semua pihak yang ingin bekerja sama. Konsolidasi.
@Makaryo0 Bukan masalah turnovernya. Mereka masuk mereka lihat sistemnya, dikuasai, lalu jadi konsultan (informan) bagi perusahaan. Jadi perbaiki sistemnya dan SOPnya. Kalau jagain manusia, susah. Di kasih gunung emas juga belum tentu puas.
Kebijakan pemerintah sudah sangat baik. Hanya saja mentalitas para eksekutor program tersebut yang masih perlu diperbaiki. Menghadapi kondisi bangsa yang seperti ini memang perlu sedikit shock terapi.