#CeritAngin 5+
Eva: Aku tak akan tidur nanti malam. Aku ingin menjemput Lailatulqadar. Kau mau menemaniku?
Manon: Pasti. Dan aku yakin akan beroleh Lailatulqadar.
Eva: Kok yakin sekali?
Manon: Denganmu, setiap malam adalah Lailatulqadar bagiku.
#MimpiAngin -1
Seekor semut menepi. Kaki kanan depannya patah tiba-tiba. Barisan masih susul-menyusul. Seekor lagi menepi dan barisan tak tampak lagi.
"Kakimu juga patah?" tanya si patah kaki.
"Tidak."
"Tak kaususul mereka merayah butiran gula?"
"Aku perlu menemanimu di sini."
#MimpiAngin -0
Kukatakan keinginanku menuliskan mimpi. Eva dan Manon tertawa. "Maksudmu impianmu, keinginanmu?"
"Bukan," tukasku, "impianku saat tidur"
"Angin juga tidur dan bermimpikah?"
"Bacalah dengan hati, kau akan tahu mimpi-mimpi angin."
"Indahkah?"
Aku hanya tersenyum.
#CeritAngin 4+
Manon: Kau kembang, aku kumbang.
Eva: Kuno! Enaklah kau lelaki. Kumbang terbang-terbang. Begitu puas menyesap nektar mawar, kau ke kacapiring, kesumba, seroja, asoka....
Manon berbisik kepadaku: Katakan padanya aku bukan kumbang seperti itu.
Aku (Angin): Preeet!
#CeritAngin 3+
Eva: Kenapa kau mencintaiku?
Manon: Apa ya harus ada alasannya?
Eva: Harus!
Manon: E, e....
Manon melirik ke arahku. Dari matanya aku tahu dia butuh pertolongan.
"Tugasku hanya menanam cinta ke hatimu, bukan memberi alasan," jawabku.
"Tapi Eva membutuhkan alasan."
#CeritAngin 2+
Eva membisikkan kata-kata cinta untuk Manon ke selembar daun, lalu menerbangkannya. Kubawa daun itu terbang dan mengempaskannya ke kamar Manon.
"Manon mengambil daun itu?" tanyamu sepekan kemudian.
Aku mengedikkan bahu. "Tugasku hanya menerbangkan daun itu."
#CeritAngin 1 +
Bisikan Manon kepada Angin: Eva itu perempuan biasa. Tapi aku yakin, aku jatuh cinta kepadanya.
Bisikan Angin kepada Eva: Manon bilang kau itu perempuan luar biasa.
Bisikan Eva kepada Angin: Dia tak bilang dirinya jatuh cinta kepadaku?