Alasan kenapa seseorang bisa mati rasa adalah karena dia terbiasa kecewa tanpa ada yang menenangkan, terjatuh tanpa adanya sandaran, menangis tanpa adanya pelukan, dan menyembuhkan luka tanpa bercerita.
Yang biasa dilakukan hanya bersembunyi di balik tawa yang tampak bahagia untuk membungkam semua kesakitan.
Sampai akhirnya, dia terbiasa menghadapi semuanya sendirian. Bukan karena tidak membutuhkan siapa pun, tetapi karena terlalu sering berharap dan berakhir dengan kekecewaan.
Jika seseorang terlalu menderita sedari kecil, mungkin ia akan terjebak dalam perasaan penderitaan itu adalah hal yang normal dan memang harus dia terima terus terusan. Itu adalah berita buruknya. Ia bahkan tidak pernah mengerti makna bahagia, dihargai dengan layak, mendapatkan hak yang semestinya. Ia dengan mudah menerima dirinya yang terus disakiti berulang-ulang, hak-nya yang tidak dipenuhi. Jiwa melawan dalam dirinya telah mati karena terlalu menderita selama ini.
when lu sadar lu punya potensi yang gede banget, tapi udah ga punya ambisi lagi karena energi lu udah abis cuma buat bertahan di survival mode instead of growing 😔😔
Aku sempat mengira semua orang akan merasa bersalah setelah tahu dirinya menyakiti, ternyata tidak; ada orang yang bisa melihat lukamu dengan mata terbuka dan tetap menganggap semuanya wajar.
LIFE IS YOURS. mau mengisi hidup dengan apa, siapa yang diberi tempat, apa yang dikejar, apa yang dilepas, semuanya adalah pilihan sendiri. dan makin sadar soal itu, makin nggak tertarik buat hidup berdasarkan ekspektasi siapa pun.
yang paling capek itu bukan gagalnya. tapi tau kalau sebenarnya kamu punya potensi besar, punya banyak hal yang bisa dicapai, tapi hidup terlalu sibuk mengajarkanmu buat bertahan. sampai gaada tenaga tersisa untuk berkembang.
dan akhirnya, energi yang seharusnya dipakai untuk tumbuh malah habis untuk menyelamatkan diri sendiri. while everyone talks about growth, you're just trying not to fall apart.
hampir semua dari kita
pernah di fase:
"kayaknya cukup sampai di sini aja deh, capek juga kalau dilanjut"
entah itu
soal pertemanan, percintaan, maupun pekerjaan.
kalian tau silent burnout ga sii?
jadi kaya… dimana keadaan emosi dan mental kita lagi di posisi yang cape bgt tapi kamu diam aja (silent treatment), sampe kita gapernah ngeluh soal banyaknya rasa sakit. tapi hebatnya orang yang mengalami itu kehidupannya tetap berjalan normal seperti biasanya, tapi didalam hatinya hancur sehancur hancurnya bahkan kaya mati perlahan, dan itu ternyata adalah hal yang berbahaya jika seseorang tidak pernah bisa meluapkan emosinya, akibatnya kita jadi lebih gampang nangis karena terlalu banyak emosi yang ngga di luapin.
kehilangan spark itu rasanya aneh,
lu masih jadi diri lu, tapi hidup lu udah nggak sebernyawa dulu
slowly losing your spark hits harder than being sad all at once.
Di atasnya "people pleaser" itu ada namanya "savior complex".
Hobinya nyelamatin dunia. Padahal gaada yg minta.
Selalu ngerasa harus bantu, nyelesaiin masalah orang lain, kasih solusi, bahkan ikut mikul beban yang sebenernya bukan tanggung jawabnya.