Kami sedang kumpulkan semua bukti-bukti semacam ini.
Dan saya juga punya datanya.
Data di KPU:
SD, SMP, SMA: Kosong!
Hanya ada 1 data: Fakultas Kehutanan UGM (yang tidak jelas Ijazahnya dimana).
Ketika semua data terkumpul maka gambaran puzzle penipuan terbesar sepanjang sejarah Indonesia, akan dipahami dengan mudah bahkan oleh anak SD sekalipun!
Sekali layar terkembang, pantang surut kembali!
BONGKAR TERUS!
Pengkhianatan Polri dan Ancaman Perang Berdarah
Jika melihat berita akhir-akhir ini tentang demo dan ijazah palsu Jokowi, sepertinya Indonesia sedang berada di fase ambang kehancuran, dan semua ini tidak lepas dari tingkah Jokowi yang dengan congkak, seolah dengan sengaja mengencingi otoritas Prabowo Subianto, Presiden yang sah saat ini.
Sebuah skandal politik tiba-tiba saja muncul, yang membuat darah seperti mendidih ketika melihat rombongan Sespimmen Polri, calon-calon pimpinan polisi masa depan, dengan penuh arogansi mendatangi rumah Jokowi dan meminta arahan, seolah Jokowi masih sebagai Presiden saat ini, seolah Prabowo tak lebih dari seorang pecundang yang tidak pantas untuk mengomandoi Polri! Kunjungan Sespimmen Polri bukan hanya sekadar pelanggaran tata cara maupun etika, melainkan lebih tepat disebut sebagai pengkhianatan terang-terangan yang bisa membuat negara ini terbakar dalam konflik yang berdarah. Jokowi, yang seharusnya sudah menjadi sisa-sisa ampas politik, ternyata masih haus akan kekuasaan, dan dia tidak segan menghianati bangsa demi ambisinya.
Narasi "matahari kembar" (dua kekuasaan antara Jokowi dan Prabowo), bukan lagi sekadar gosip, tetapi sebuah kenyataan pahit yang siap meledakkan Indonesia. Jokowi, dengan liciknya, seperti sedang memanfaatkan Polri yang akan digunakan sebagai alat untuk menjegal Prabowo, di mana TNI sudah menegaskan kesetiaan pada Presiden Prabowo. Bayangkan, baru enam bulan Prabowo menjabat, tapi otoritasnya sudah diinjak-injak oleh mantan Presiden yang gila kuasa ini. Drama perebutan kekuasaan ini bukan hanya soal harga diri Prabowo yang dihancurkan, tetapi soal masa depan 270 juta rakyat Indonesia yang terancam menjadi korban perang sipil-militer yang mengerikan. Jokowi, seperti dengan sengaja, telah menyalakan api konflik yang bisa membakar habis negara ini.
-Sebuah Esai Analisis-
Tidak mau menunjukkan ijazah, tapi menuduh orang fitnah.
"Pokoknya saya ngga mau tunjukkan ijazah saya. Yang ngga percaya berarti memfitnah!"
Lha piye Iki logikane?
Sumber: YouTube
https://t.co/nUZxnOuYIT
Jika Terbukti IJAZAH PALSU, Jokowi Terancam Pengembalian Fasilitas Negara dan Pembatalan Hak, Fasilitas dan Tunjangan Pensiun Presiden.
Enak banget muncungnya yang lancip itu bilang tak ada kewajiban tunjukan Ijazah Asliโฆ.!!!
Heeyyy TOLOL, kau 10 tahun makan gaji Presiden dan fasilitasnya dari uang rakyat, begitu pula 2 tahun gubernur DKI dan 7 tahun Walikota Solo, total 19 tahun kau berak dari semua yg kau makan dari rakyat, termasuk pensiun kau, itu semua kau dapat karena IJAZAH yang kau gunakan sebagai syaratnya, kau paham tidak TOLOLโฆ!!!
Kalau soal Ijazah SMAnya Jokowi, Ini lebih ruwet dan lebih parah dan lebih kompleks dari ijazah UGM.
Jokowi mengaku sekolah di SMA 6 Surakarta tahun 1977-1980.
Padahal,
SMA Negeri 6 Surakarta baru berdiri tahun 1985.
Sebelumnya SMA 6 Surakarta bernama SMPP 40 Surakarta, yang berubah nama menjadi SMA Negeri 6 Surakarta, di tanggal 9 Agustus 1985.
Artinya, kalau ada siswa yang mengaku dia sekolah di SMA 6 Surakarta tahun 1977-1980, siswa itu semacam tuyul atau makhluk gaib dari masa depan.
Untuk anda ketahui, SMPP atau Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan adalah sekolah proyek percontohan dengan kurikulum yang berbeda dengan SMA biasa, sehingga siswa SMPP menempuh masa sekolah 4 tahun, bukan 3 tahun seperti siswa SMA pada umumnya.
Jadi, kalau Jokowi mengaku dia sekolah di SMPP 40 Surakarta dan mulai masuk di tahun 1977, maka seharusnya dia lulus di tahun 1981.
Artinya kalau dia mau meneruskan kuliah, dan seandainya dia diterima di Fakultas Kehutanan UGM, maka dia akan jadi Mahasiswa angkatan 1981, bukan 1980.
Dan Ijazah SMA nya dia, tidak bakal dikeluarkan oleh SMA 6 Surakarta yang belum lahir, tetapi dari SMPP 40 Surakarta, tetapi ijazahnya baru akan dia terima di tahun 1981, bukan 1980.
Wis tah
Ruwet...ruwet...ruwet!!
Kapolri dalam genggaman
Masih kurang aman?
Masih perlu tambah keamanan
Jadi harus datangkan preman?
Kalau ketakutan munculnya dari dalam hati dan pikiran
Mau seribu polisi dan sejuta preman dikerahkan pun tak akan mampu mengusir rasa takutmu.
Kalau masih ingat ada Sang Maha Kekuatan, namanya Tuhan
Tuhan, Allah, adalah Sang Sumber Kekuatan kami, rakyat jelata ini
Jadi apapun yang namanya masih makhluk ciptaan Tuhan, kami tidak takut, karena kami yakin, Tuhan akan menghilangkan ketakutan kami atas apapun.
Kami cuma takut, kalau kami salah, kalau kami menipu, kalau kami berdusta, kalau kami berbohong, kalau kami mencuri, kalau kami merampok
Itu kami takuuuut sekali
Karena yang paling kami takutkan adalah, Allah murka.
Jadi, jangan takut-takuti rakyat dengan segala macam intimidasi dan ancaman.
Dan jangan hilangkan ketakutanmu dengan mendatangkan preman.
Hilangkan ketakutanmu
Dengan pertobatan.
Dengan pengakuan.
.
Ini Hanya Masalah Waktu.
Cepat Atau Lambat, Berhasil Di HUKUM atau Tidak. Jokowi dan Keluarga Besarnya akan Menjadi "PUBLIC ENEMY"
Hal itu akan jadi Catatan baru dalam Sejarah Perjalanan Bangsa ๐ฎ๐ฉ ke depannya dan dalam ingatan Rakyat ๐ฎ๐ฉ.
#AdiliJokowi#IndonesiaGelapJilid2
Fakta Nyata Mahasiwa 98 berhasil melengserkan SOEHARTO.
1. Gerakan Nasional
2. Tuntutannya Jelas
3. Bernyali Pahlawan
4. Gk Pulang Sebelum Menang
5. Berhasil Mengambil Alih Gedung DPR- RI
6. Kobaran Api Di Setiap Pelosok Negri
Hasilnya SOEHARTO Lengser
Hapalin lagunya! Jumat besok kita nyanyiin bareng di depan muka mereka!
#IndonesiaGelap#kamibersamasukatani
Dengerin lagunya di bandcamp: https://t.co/9qPuj0HFx6
Mahasiswa di FITNAH oleh buzzer2 laknat Mulyono & Pemerintah !
Difitnah terima uang dr PDIP utk melakukan demo.
Berapa triliun yg dikeluarkan utk danai mahasiswa yg hampir disemua daerah bergerak.
Bergerak terus, jgn menyerah utk keadilan ๐ฅ
#IndonesiaGelap2025#AdiliJokowi