kadang yang menurut kita hurt banget, di orang lain cuma small thing yang lewat aja. bukan karena dia jahat, emang beda aja cara ngerasanya. kita expect dimengerti, tapi dia bahkan nggak kepikiran. jadi kadang bukan siapa” yang salah, we’re just not on the same page.
Ternyata org bilang terima kasih pas dikasih yg mereka suka ajaa, klo ga suka, bilangnya “lagian siapa yg suka dibikinin bla bla kaya gitu?” .. kualitasnya baik, rasanya enak & niatnya baik, ga ada artinya selagi dia “ngga suka” heheu
Tau ngga hal paling jahat didunia ini apa?. Saat kamu cerita kesedihan kamu, kesulitan kamu ke org lain, tapi org lain itu malah pakai cerita sedih kamu buat menangin argumen, argumen kamu sm dia. Dia yg jadi tempat tumpuan, tempat aman, turns to dia jadi org yg paling nyakitin🙂
Gak becus bgt kah gue jd manusia di mata dia hah?. Tuhan kah dia yg ga pernah salah?. Udh smp penyakitan gini, semua dokter bilang krn stress, DIA YG BIKIN STRESS. Ini penyakit muncul pas udh bareng dia! Kok dia ga pernah mikir sih ya allah
Dari dulu ga pernah bgt ngetik toxic, krn ga sopan & bukan gue bgt. Tp ini ga kuat anjg. Hari2 disalahin. APAPUN, tentang apapun!. Berhentinya klo gue mati apa gmn anjg.
Salah aku jg si ga liat nama buahnya. Tp pas sampe di kasir gabisa di cancel, & teriak “NANTI SAYA YG BAYAR KAK GABISA DI CANCEL” tanpa minta maaf dong ihh, 0 banget akhlak nya. Plis siapa yg nyangka klo nangka nya smp 28.500 while semua buah lainnya cuma 15.000 😭😭
Lawson cipete raya pegawai nya zonk bgt buset. Dia yg salah ga naro harga dj rak, dia jg yg teriak “harusnya kakak tanya dulu” ada gila2 nya :’) . Harga tertera 15.000 pas sampai kasir harga 28.500. Ga minta maaf samsek malah nyalahin, ga lagi2 jajan di lawson situ ih
Koreksi kalau salah.
Kalau mau bahas soal adab dalam islam (agamaku), adab makan yang baik: makan secukupnya & tidak mengenyangkan perut, mengunyah tanpa bersuara, membagi pertiga bagian perut dengan makan, minum dan udara.
Kalau mau bahas soal adab untuk sosial: Tergantung perspektif. Kalau makan sendiri, selagi dia nggak ngereog dan merepotkan sekeliling, menurut gue udah cukup beradab. Kalau makan bareng manusia lain dan semua okey dengan itu, artinya nggak ada hubungannya dengan adab. Kalau menurut km itu mengganggu dan ditegur orangnya nggak bisa, tinggalin aja?
Kalau mau bahas soal menghargai makanan atau tidak: menurutku nggak ada sebab akibat soal ini. Gimana kamu tahu dia nggak menghargai makanan cm dengan main hape? Apakah dia buang-buang makanan? Apakah dia acak-acak itu makanan? Apakah dia maki itu makanan? Kalo nggak, semestinya nggak bisa dijadiin dasar kamu judge mereka yg main gadget dengan tidak menghargai makanan.
Kalau mau bahas dari segi kesehatan: memang kurang baik karena manusia jd nggak konsentrasi untuk mengunyah, mempengaruhi pencernaan.
Tapi, karena drtd concernmu cuma soal adab. Ya nggak nyambung. Ini jatohnya kamu cuma tantrum sama sesuatu yg nggak sesuai dg pandanganmu. Padahal dunia nggak melulu soal batasan dan kriteria kamu aja.