Biarkan yang berat
luruh ke bumi
sebab yang ringan
hanya perlu sehelai angin
Begitulah aku
belajar melepas diri
menjadi sayap yang
enggan berhenti terbang
menuju cahaya
di luas langit keheningan
#puisikangambar
~@wansoetadji
Bukan lagi tentang rindu yang ingin ku hadiahi temu
Bukan juga tentang kenangan yang tak kunjung mengabu
Yang tersisa hanya sekeping hati yang mencoba bertahan agar tidak lagi patah
Dan sejumput harap yang coba ku rawat
Agar esok luka-luka itu berhenti mengalirkan darah 🥀
Aroma kopi tak memaksa, tapi selalu berhasil memanggil ...
Kopi ku seduh terasa pahit
Sengaja aku lupakan gula, agar aku terbiasa menelan realita
Senja* yg sirna ... ☕️
kelak
suatu hari nanti
bila gigilmu tak lingsir
di gigir malam
barangkali
akulah selimut itu
yang tetap hangat—
mencintaimu.
#matasenja
— @LilyLunaLyra
Setiap pagi adalah kesempatan baru untuk bersyukur masih ada usia dan nikmat sehat
Hadapi hari ini dengan keyakinan, bahwa setiap detik membawa berkah tak terduga
Dan semoga di sepanjang hari ini Allah turunkan anugerah, ampunan, rezeki dan keberkahan bagi kita semua
Aamiin 🤲
🌐 @simfonihening
seribu satu kali dikecewakan oleh waktu
sepuluh ribu harapan dilayangkan kepada waktu
dan demi waktu ...
dalam setiap peredarannya
doa-doa pasti bersua
#mainkata
Hujan buka
portal masa lalu
saat rindu masih serasa
irisan sembilu
terbayang aku yg kecil
tergugu merengek
depan penjual mainan
Ibu menggamitku
aku tak beranjak
beliau menoleh pergi
tak menoleh lagi
Aku sadar dari lamunan
kulihat ibu senyum
namun enggan kembali
hingga kini
Hujan menyapa kembali ,
Di telinga seperti riuh , ada setetes yang mengumpat lirih
Mencaci karena rindunya tidak didengar
Namun suara petir menjawab tidak setuju..
@UsaiSenja#US
sapaan hangat di dalam genggaman
hanya itu yang sekarang kita punya
sampai berganti hari
tiada yang disongsong lagi
di kesunyian yang semakin mencekam
sesak di kepala oleh kehampaan
~@dusone
Panahnya menancap di sini
Tepat pada dada sebelah kiri
Kucabut menyisakan nyeri
Kubiarkan membunuh perlahan
Dengan apakah kau mantrai
Hingga aku terpuruk hilang nyali?
~@erawatimegah
pagi ini
kuhirup lagi
aroma matahari
setelah malam
menidurkan rimbun daun
bangku taman
dan juga kenangan
sulur-sulur cahaya
menyelinap lewat kaca jendela
satu jatuh di telinga
membisikkan rindu paling gema
dari engkaukah?
»@sedikitshaja
Akan ada senja
saat lidah terasa kebas
terbata-bata
ketika mata rabun dan keriput merajalela
lutut melemah
dan punggung terasa berat untuk menyangga
Jika kau pikir pilih mati muda saja
agar terkenang rupawan dan gagah
Kau kira semudah itu
administrasi pindah alam ?
...dan tak akan
kubenci angin
yang mengikutimu
sepanjang jalan ini.
aku berembus
memang sepantasnya berembus.
seperti cinta,
yang selalu dirasakan
daun-daun.
#matamalam
~ @diperjelas
Aku masih terjaga di sini
Bersama ribuan bayangmu yang menggebu-gebu
Bersama setiap kenangan yang seakan tak sudi untuk menjadikannya layu
~@gejimayuki
Sebuah renungan kebencian;
menyusup halus mengendap
di sudut nafas paling tenang,
selembut pijar api dalam dada
tak juga membakar segalanya.
#puisipendek
~@lengkapara
aku pernah begitu
takut kehilangan
lalu semuanya terjadi
layaknya sebuah nama
tanpa huruf vokal;
tak ada detak yang
menghidupkan, selain
bunyi yang demikian
asing bagi jantung
tapi kesedihan
semakin mesra
aku menyukainya
lebih dari diriku sendiri.
~@dirindukan_
Masih tersisa gerimis
walau kemarau mulai eksis
hanya sebentar
tak cukup lama datangkan "rindu"
namun semesta terlanjur sepi
obrolan teras rumah terhenti
dongeng pak tua telah diakhiri
usai gerah seharian
dan tidur siang yg tak mungkin dipaksakan
Baca doa
tidurlah kawan