@rykarlsen ditempat saya kerja, memproduksi packaging dari produk Unil*ver. biasanya setiap hari selalu ada pengiriman ke sana 10-20 kali. setelah boikot hampir tidak ada, paling hanya seminggu 2 hari dan 1-2 penggiriman
dari 3 paslon, pak anies agak mencuri perhatian dari jawaban-jawabannya. maybe, okee secara personalnya. cuman kalo menang, agak ga yakin sama fans real madridnya
@kegblgnunfaedh Yg koment toleransi menurut ini itu, ikut ibadah atau engga, sumpah ribet amet. Tuh bocah berkawan juga ga ganggu idup lu pada, yg bagus mereka ga pernah berantem soal agama dan tidak mengganggu atau melarang ibadah orang lain.
Yaudahlah ya. Liverpool pernah merasakan masa krisis bertahun tahun. Ceng2 an 30 tahun ga juara, manajer gonta ganti.
Pernah dibantai stoke 6-1 pula.
Apa yg diraih liverpool skrng juga ga hasil instan.
Fans manUtd harus tau namanya : sabar
Baru juga 10 tahun ga juara epl.
Kadang disuruh milih yang mana terbaik. Bagiku tidak perlu. Karena mereka ketika membela Liverpool memiliki kehebatannya masing-masing.
Duet Torres dan Gerrard, dengan link-up super spesial. Gerrard, salah satu gelandang paling komplit di eranya, bertemu dengan Torres yang kala itu memiliki kombinasi kecepatan, dribel, finishing dan heading yang mematikan. Dua pemain yang banyak membuat orang-orang jatuh cinta pada Liverpool.
Lalu pada duo "Make Us Dream" yang hampir membawa kita mengakhiri puasa Liga Inggris lebih awal. Suarez dengan kemampuan lengkap sebagai seorang penyerang, entah diplot sebagai striker utama ataupun second striker diduetkan dengan Sturridge yang memiliki finishing super tenang kala itu. Duo SAS🔥
Dan Trio Firmansah. Kombinasi kecepatan dan naluri gol Mo Salah dan Sadio Mane di sayap dipadukan dengan sokongan dari seorang Roberto Firmino pada posisi false nine yang dia dikenal terbaik di posisi itu. Hasilkan trofi lengkap di lemari The Reds pada rentang waktu.
Kini kini menuju era baru; Luis Diaz, Mohamed Salah, Darwin Nunez, Cody Gakpo dan Diogo Jota. Hampir semua dari mereka bisa memaikan lebih dari satu posisi di depan. Opsi yang lebih variatif untuk Liverpool. Yang semoga bisa lebih banyak membawa trofi daripada kombinasi penyerang pendahulunya.
Gas penuh musim ini, Reds!