miris banget, akun kepala BGN bikin konten kayak gini. sementara fakta lapangannya kira-kira udah 42 ribu anak tempur sama racun di tubuhnya karena MBG.
1883 Krakatau mega-erupsi
83-88 Paceklik, pajak jalan terus
1888 Pemberontakan Banten
1996 Mega-deforestasi 1 juta Ha
1997 Kebakaran, krisis ekonomi
1998 Soeharto tumbang
2003 Darurat militer
2004 Tsunami
2005 Otonomi khusus untuk Aceh
BuzzeRp:
Bencana = konspirasi asing.
Kenapa kalian mengalah? Jika dia tak mau keluar gedung dlm kondisi terborgol dan berompi maka seret dia spt gaya kalian pada orang lain yg tak punya kuasa dan jaringan elit. Secara sadar kalian mengajari kami cara mencemooh lembaga hebat ini. Bekas komandan kalian itu telah selesai. Biarkan dia mengurusi dirinya sendiri dan jaringan jahatnya. Kini, waktu dan kesempatan kalian bertindak benar. Beri kebanggaan bagi anak-anakmu. Mereka menonton dan membaca kasus super jahat ini. Kecuali kalian memang tak berniat meninggalkan legacy buat mereka. Maka celakalah kalian!
Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
Sebenarnya tidak seimbang dialog dengan mahasiswa yg usianya sama dengan usia anak² kita, yg pengalaman dan jam terbang dialektikanya jauuuuh di bawah kita². Dialog staffsus presiden itu harusnya dengan para ahli perpengalaman, bukan mahasiswa. Tapi begitupun, lihat aja sendiri.
fathimah ini dididik dgn pola parenting yg gimana ya? anak FK, identik dgn dunia eksakta, tpi pemikiran sosial-politisnya se mateng ini.
dia berargumen jg ga kebawa emosi lawan bicara. tetep tenang, tpi lugas; intonasi + redaksi argumennya tertata bgt.
Saya dan keluarga disurveilance dan dikuntit. Tiyo juga sama. Uda Feri dan keluarganya didoksing. Prof Uceng diteror digital. Prof Saiful di rumah dan kantornya ditongkrongin OTK. Kami juga telah dilaporkan ke polisi. Apa cara begitu yg dibilang lebih mengutamakan diskusi?
Presiden akan ke luar negeri lagi? Ya Allah... Nasib negeri dipimpin orang yang pernah kabur dan lama tinggal di luar negeri. Keenakan. Jadi bolak-balik pingin napak tilas.
Nggak sambil survey nyari negara baru untuk tujuan pelarian berikutnya, kan?! #ah
Pak @dinopattidjalal cuma mengingatkan Presiden sesuai dgn kapasitasnya sebagai diplomat senior (tugas ini sebenarnya harus dilakukan DPR, tapi you know lah🙈). Point2nya juga sangat bagus & berisi. Tapi kenapa dijawab dengan nada julid sampai membawa2 "cuma 3 bulan jadi Wamenlu". Duh...sekaliber Pak Dino dibegitukan...Astaghfirullah.
Belum jawaban blunder tentang Presiden nombokin biaya perjalanan ke LN pakai uang pribadi...ini sungguh menyalahi tata kelola keuangan negara. Negara seharusnya tidak bergantung pada kemampuan finansial pribadi pejabatnya. Sistem pemerintahan dirancang agar kegiatan kenegaraan tetap berjalan siapa pun presidennya dan berapa pun kekayaan pribadinya. Belum lagi hal ini pasti menimbulkan pertanyaan akuntabilitas dll.
*Kemarin saya kira netizen bakalan sibuk ngomentarin pidato Presiden (syukurlah beliau baca teks), tapi ternyata dpt tugas baru; ngomentarin klarifikasinya Seskab Teddy 🙈😅
Sebetulnya esensi lepas-sambut Presiden/Wakil Presiden atau pejabat yang melaksanakan perjalanan dinas gini tuh apa sih?!
Repot banget kalo pejabat/atasannya sering dinas luar. Nggak mau ngantor di bandara aja sekalian???
Itu namanya Bansos bukan Kurban. Tidak bisa jg dinamakan sapi kurban sbg pribadi pak prabowo. Bansos sapi dr bansos presiden yg kebetulan dibagikan saat Hari Raya Idul Adha.
Kok bisa sih Pak Purbaya tidak tahu sapi kurban 100 miliar Pak Prabowo pakai APBN?
Ada 3 masalah: 1. Pengawasan & transparasi keuangan negara.
2. Kurban pribadi tidak bisa pakai dana APBN. Kalau dr APBN namanya Bansos. Dan Bansos bukan Kurban. Dua hal ini tdk bisa dicampuradukkan secara teologis.
3. Presiden untuk semua umat dan agama. Jgn sampe dinilai pilih kasih unt satu agama saja...
#kurban #prabowo #purbaya #APBN