Hand hygiene is one of the most important measures to prevent the spread of infectious diseases, including bacterial, diarrhoeal and respiratory diseases, such as #COVID19 👉https://t.co/XcVAKDlhiu
#GlobalHandwashingDay
[WVCF3-033] INDONESIAN GESTORA PHYSICIAN & MEDICAL STUDENT MUSICAN VIRTU... https://t.co/pzuQDPPXDV via @YouTube.
Dia antara kesibukan mereka ,para Dokter, seraya terus berjuang menolong sesama yang terkena pandemi COVID-19, ini lah jadi an sebuah lagi untuk kita semua.
While we continue to wait for a coherent national plan to navigate this pandemic, states like Massachusetts are beginning to adopt their own public health plans to combat this virus––before it's too late. https://t.co/Eb2Hz8H8vU
“Be comforted/
Let’s make us medicines of our great revenge/
To cure this deadly grief.” Shakespeare, Macbeth
Come on, science & medicine colleagues. This moment is what we’ve trained our whole lives for. Let’s destroy this damn virus.
#VaccinesWork#DrugDevelopment#COVID19
Mereka telah belajar bagaimana menjadi lebih maju dalam hidup sebagai warga kota — traveling to Balikpapan from Waiting Room Gate 7 - 8, International Departure - Djuanda, Surabaya https://t.co/Z2lc3l5KEK
Bebas serangan flu
Mari lakukan hal-hal berikut ini agar tidak sakit:
1. Cuci tangan.
Yakinkam diri bahwa hal ini selalu berhasil. Jika Anda mencuci tangan Anda lakukanlah setidaknya pada waktu yang tepat yaitu... https://t.co/c7O19ykqa8
Apakah selamanya kita akan bebas dari flu? Tentu tidak jawabannya.
Rata-rata orang dewasa akan mengalami 2 hingga 3 pilek setiap tahun, dan seorang anak dapat mengalaminya 8 sampai 12 kali setahun.
Jadi jika... https://t.co/Te4fPx5TQk
Selamat datang musim piilek dan batuk, apakah anda sedang mengalaminya?
Ada berita baik untuk anda.
Sebagian besar penyebabnya adalah virus, dan akan menjadi lebih baik dengan sendirinya. Tetapi berita buruknya... https://t.co/KhRaJhwnbD
Di dalam kata “pokoknya” terdapat kenyataan hilangnya nalar berpikir dan kecenderungan membenarkan perasaan. Pokoknya A berarti selain A salah. Bagaimana bisa?! ASU da lah.
“Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Bibel)
Dalam beragama kita kehilangan Tuhan. Dalam beriman kita dapat menyaksikan keberadaan Tuhan.
Hidup dalam beriman meniadakan kebenaran agama,agar tidak kacau.
Kenapa banyak orang sekarang ini selalu bicara tentang saya, apakah si ‘saya’ ini satu-satunya orang penting di dunia ini? Kalau orang lain tak bertahta apakah ‘saya’ tidak jadi apa-apa?. Lagian saya dan orang lain ada yang menciptakan bukan? Dimana DIA?