@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib Jalur instan? Wkwk. Kalo ente beneran bener2 ambil jenjang pendidikan di singapura, O levels itu 2 tahun, A levels itu 2 tahun. Total pendidikan habis SMP di Indo itu 4 tahun sebelum bs diterima S1 di kampus di singapura. Sedangkan SMA di Indo cuman 3 tahun. Instant dari mane?
@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib Gak ada juga gw nge bela Gibran. Gw cuman ngomong persepsi orang terhadap lulusan LN jadi ikut terseret hanya karena mereka dianggap tidak punya ijazah SMA yg dianggap setara padahal dari kemendikti cuman minta minimum transkrip nilai.
@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib Gimana sih mas? Kalo emang sistem pendidikan di negeri lain punya standard sendiri kenapa harus ikut standard Indonesia? Emang ada istilah SMA di singapura?
@KancanaKid@ainunnajib Semua yg pernah bersekolah di LN jika ingin disetarakan di kemendikti ya harus minimal punya transkrip nilai kalo misal nya pihak kampus tidak mengeluarkan ijazah/COC/COA.
@ranrats@ainunnajib Gw gak ada bukti lulus/ijazah. Cuman ada transcript nilai. Aman2 aja di setarakan di kemendikti. Di kantor gw di Jakarta gak masalah dengan transript nilai tanpa ijazah ๐คฃ
@KancanaKid@ainunnajib Punten, tolong lebih teliti lagi. Saya gak pernah bilang lulusan LN tdk boleh ikut cawapres. Saya bilang banyak diaspora Indo di LN yg ikut pathway gak punya ijazah hanya punya transcript nilai.
@qrivasiii John Herdman cuman bilang pundit Indo kalo bikin ulasan gak ada dasar nya. Dia gak pernah bilang orang Indo toxic di sosmed, tapi ramah di dunia nyata. Misleading nih
@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib punten mas, izin tanya ente emang sengaja terlihat malas bernalar atau emang gak mampu berpikir setelah penjelasan saya berkali-kali sebelumnya bahwa untuk diterima S1 hanya diperlukan academic transcript sebagai prioritas utama, bukan COC atau COA?
@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib Hehe terus kalo gak ada dokumen yg loe maksud, kok bisa dia dan juga diaspora Indonesia lainnya yang gak punya ijazah diterima di S1 di MDIS?
@ranrats@ainunnajib Katanya gibran ambil pathway UTS Insearch. Kok jadi A level? Ente sebenarnya paham gak sih beda nya program pathway vs foundation program?
@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib Ini dokumen resmi penyetaraan ijazah. Lihat poin nomer 4 - "... apabila penyelenggara pendidikan mengeluarkan ijazah", berarti pihak kemendikti aja sadar ada beberapa sekolah pada program pathway tidak mengeluarkan ijazah, hanya transkrip nilai
@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib Terus kok gw dan diaspora lainnya sukses lulus program pathway tetap dikasih certificate of attendance sama pihak sekolah? Dan kenapa gw bisa sukses menyetarakan di kemendikti modal nilai transkrip doang?
@Sobat_Gigi@fearlessbarb13 Ya gak ada setara SMA di singapura karena emang gak ada istilah SMA disana. Ada nya secondary school (secondary 1-5) habis itu di lanjutkan mau ambil pre-university atau pathway tergantung kebutuhan masing-masing.
@icharis Ah gak juga. Saya WNI ngambil O levels di Singapura tetap harus ambil A level. Bagi yg gak kuat A levels harus ambil program pathway/foundation setahun sebelum bisa diterima di S1.
@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib Ya saya gak tahu itu apa dan punya siapa. Jelas-jelas tertulis Academic English. Emang sertifikat begitu diterima sebagai syarat masuk S1 cuman modal Academic English doang? Yg dilihat juga academic transcript English nya bukan ini.
@Hfffiiidziiiii@gitaputrid@ainunnajib Mas tadi membuat klaim bahwa pathway tidak bisa melanjutkan ke NUS, NTU. Saya bilang salah. Canadian Matriculation Program adalah salah 1 contoh pathway yang diterima di NUS. Silakan mas baca-baca disini dibawah "High School Qualification specific requir": https://t.co/HpcJhewEzX