Melaka Raya?
Kota bandar yang paling lama berada di bawah kuasa imperialis barat sedari 1511-1950an?
Kota bandar yang pada banyak tahun 1500an perlu dibela harkatnya oleh Demak serta Jepara?
Fenomena lari tidak finish tapi ingin dapat medali ini urusannya serius.
Itu cerminan sikap mental masyarakat kita, sedikit atau banyak.
Puncaknya adalah ijazah palsu dan sejenisnya.
Saya kasih satu lagi slide paparan saya di PKU, Beijing. Semoga pemerintah bisa introspeksi. It's clear that the public and the government are reading from different agendas.
Akuisisi oleh pengusaha RI tdk sama dg nasionalisasi. Kekayaan konglomerat RI tdk sama dg kekayaan rakyat RI. Kepentingan pengusaha nasional tdk sama dg kepentingan nasional.
JOGOEN DHEWE, ASU.
Remember Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Amikom Jogjakarta yang dilaporkan wafat per September 2025. Footage terakhir menampilkan Rheza digotong-gotong saat sakaratul maut, tidak dijaga, diperlakukan seperti hewan kurban dan bukan seperti manusia.
"Jujur agak shock dikit karena biaya pendaftaran di Puskesmas naiknya agak lumayan ya biasanya 10 rb naik jadi 45 rb, itu baru pendaftarannya belum kalau ada tindakan lain. Cek lab aja biasanya 85 rb ini jadi 130 rb."
Yang masih heran kenapa bisa naik:
- Subsidi dari Pemda ke Puskesmas mengalami pemangkasan.
- Dana kapitasi yg bersumber dari kepesertaan BPJS terus menurun gara2 banyak yg nonaktif.
- Rupiah terus melemah, sedangkan alkes, bahan baku obat, masih banyakan impor. Anehnya narasinya masih aja sama "warga desa kan gak pake dollar" 😌
keliatannya emang sebagian investor asing yang ngekor sama MSCI, lebih ngandelin bot. ketimbang analisis fundamental mendalam saham IHSG. analis mereka nyerahin ke bot karna nganggap porsi Indonesia kecil. ga worth watching.
jangan lupa klo algoritma tetap dibangun dari asumsi manusia. kalo asumsi dasarnya bias, keputusan yang dihasilkan juga bisa bias. otomatisasi bukan berarti selalu rasional.
algorita/bot bisa ngenalin pattern, tapi belum tentu paham sebab akibat dibaliknya. tetep judgement manusia diperluin.
kalau kamu beli saham nunggu asing masuk kamu penganut bandarmology-foreign flow analisis
kalau kamu beli saham yang uptrend kamu penganut trend following teknikal analisis
kalau kamu nekad beli saham jebol yg kamu itung murah penganut value investing , fundamental analisis
IHSG pada Senin ditutup di 4.996, pertama kali berada di bawah 5.000 sejak 2020, dengan penurunan 42% sepanjang tahun ini. Selasa kemarin, IHSG memang rebound 5,65% ke 5.278, tetapi pelaku pasar menyebutnya sebagai technical rebound. Banyak yang menyebut gejolak ini sebagai soal sentimen. Saya pribadi melihat ini bukan semata-mata isu sentimen, melainkan persoalan hukum, yaitu keterbukaan informasi dan penegakannya.
Dokumen konsultasi MSCI tertanggal 15 Oktober menyebutnya secara eksplisit: "persistent opacity in shareholding structures", "suspected coordinated trading behavior", dan "lack of evidence of meaningful enforcement".
Reformasi pasar modal di awal 2026, yang sebelumnya saya tulis dalam notes, seperti keterbukaan data pemegang saham di atas 1%, pengumuman konsentrasi kepemilikan, dan free float minimum 15%, dinilai belum memadai.
Sanksi OJK senilai total Rp2,1 triliun terhadap sejumlah pihak terkait emiten patut diapresiasi. Namun temuannya patut dicermati: ada penjatahan saham IPO kepada pihak terkait pengendali dengan identitas yang dikaburkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa andal data free float yang selama ini tersedia?
Pekerjaan rumahnya jelas: data pemilik manfaat yang dapat diverifikasi, penegakan kewajiban pelaporan kepemilikan (POJK 4/2024), dan keterbukaan atas fakta material secara tepat waktu (POJK 45/2024). Kepercayaan pasar akan pulih jika hukum ditegakkan.
@DokGooners Air mentah digetok lebih gampang hancurnya, air mateng lebih "ulet" lebih susah hancur. air mentah warnanya putih karena banyak pori pori udara sedangkan air matang cenderung lebih bening. Source saya sendiri karena dulu pernah jual es batu.
1. Umumkan Karhutla sebagai bencana nasional.
2. Mobilisasi sumberdaya secara maksimal. Dengan menerjunkan lebih banyak orang terlatih, dan mengkonversi peralatan transportasi darat, laut, udara menjadi alat bantu pemadaman secara massif dan terkoordinasi dengan baik.
3. Refocusing anggaran. Alihkan sementara waktu anggaran program berdana besar untuk bencana nasional karhutla ini. Untuk apa saja? Selain pemadaman, juga untuk membantu ekonomi warga terdampak, bantuan sosial bagi warga, pedagang, dan UMKM misalnya. Pemerintah juga sebaiknya menanggung biaya pengobatan warga terdampak, mendistribusikan masker, oksigen dan kebutuhan lainnya untuk warga.
4. Jika asap masih mengepung wilayah tertentu, baiknya siswa diliburkan saja. Laksanakan pembelajaran jarak jauh, demi keselamatan dan kesehatan anak-anak kita.
5. Kerahkan seluruh pejabat terkait untuk ngantor di wilayah karhutla. Dengan merasakan sendiri sesaknya bernafas dalam kepungan asap dan mengetahui sendiri kondisi lapangan, para pejabat akan lebih mengetahui tingkat urgensinya sehingga penanganan bisa lebih cepat dilakukan.
Demikian usulan saya. Terimakasih.
#KARHUTLA #DaruratKARHUTLA #TetapkanBencanaNasional #SaveKalimantan #GanjarPranowo