Cristiano Ronaldo ini adalah korban dari standar yang dia ciptakan sendiri.
Dia mengidentifikasikan dirinya sbg hero. Sosok yang mendefinisikan dirinya lewat penaklukan, kerja keras ekstrem, dan mentalitas nggak mau kalah.
Selama bertahun2, Ronaldo nggak pernah malu2 menyatakan secara verbal bahwa dirinya adalah yg terbaik, No. 1, dan sosok yg tak lelah mengejar kesempurnaan. Artinya Ronaldo telah menandatangani kontrak sosial dgn publik bahwa dia akan menaklukkan semuanya.
Konsekuensinya, publik sepakat dan mengamini standar tinggi itu. Maka, ketika Ronaldo gagal meraih Piala Dunia dan mencoba melunakkan kegagalannya itu dgn berkata Euro sudah cukup dan Euro dimensinya sama dengan Piala Dunia, maka publik merasa bahwa dia melakukan inkonsistensi.
Publik menuntut Ronaldo dengan standar tertinggi karena dia sendiri yang menolak diperlakukan sebagai manusia biasa saat berada di masa jayanya.
Lalu ketika dia mulai bersikap legawa yg dipaksakan saat kalah, publik melihatnya bukan sebagai kebijaksanaan. Tetapi sbg kerapuhan ego seorang pemenang yg sama sekali nggak paham cara utk memproses kekalahan.
Publik akhirnya menghakimi Ronaldo dengan narasi yang dia ciptakan sendiri.
Sepak bola dunia punya hierarki emosional dan sejarah yang sakral. Menyamakan Euro dengan Piala Dunia adalah bentuk penyerangan konyol terhadap mitos sepak bola itu sendiri.
Saat Ronaldo menyebut Euro setara dengan Piala Dunia, maka dia mengecilkan keringat, darah, dan sejarah komunal seluruh benua di luar Eropa demi mencocokkan realitas dunia dengan pencapaian dan ego pribadinya.
Ronaldo akhirnya tak lebih dari seekor rubah dalam fabel Aesop. Rubah itu gagal mencapai dan mengambil anggur di pucuk paling tinggi, lalu pergi sambil berkata, “Ah anggur itu pasti masam."
Fans sepak bola melihat tindakan ini sebagai bentuk kurangnya rasa hormat. Menolak mengakui Piala Dunia sebagai supremasi tertinggi adl tindakan yg tak sportif. Seorang pecundang yang tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Selamat tinggal Ronaldo.
Maaf, tdk ada farewell manis untukmu dan egomu.
🚨 MOMEN PRABOWO PERSILAKAN WARTAWAN KELUAR DARI FORUM SARASEHAN KEBANGSAAN
Presiden RI kembali berpidato pada Jumat, 26 Juni 2026, hari ini. Menariknya, saat hendak membahas terkait data yang ia punya, wartawan secara halus diusir Prabowo. Selain itu, siaran langsung di YouTube juga diakhiri.
Genuinely asking, emang ga boleh ya wartawan atau rakyat tau data yang disampaikan? 🤓☝️
Prabowo Subianto:
"Sok kaya, sok banyak duit.. padahal duitnya nyolong dari rakyat.. gue kenal itu semua itu"
Kenal sama yang nyolong duit rakyat, terus kenapa ga ditangkep pak?? 😭😭
Ga pernah terbayangkan ada Presiden yg nyinyirin rakyatnya sendiri terus ditertawakan ama pejabat-pejabatnya. Yg lebih parah semua itu direkam dan disiarkan lwt kanal resmi pemerintah. Seakan-akan hal kek gini dianggap normal pjabat bisa merendahkan rakyatnya sendiri terus yg lain ikut ketawa tanpa ada rasa malu sedikit pun.
What a shame.
Tidak sepatutnya Pak Prabowo, sebagai presiden yang memegang seluruh infrastruktur intelijen tercanggih di Republik Indonesia, malah memberi ancaman seperti ini.
Lawong kemarin mahasiswa yang jelas-jelas mengaku dibayar untuk menggeser lokasi demo sudah diketahui siapa, kok.
Bila aparat sanggup membongkar transaksi sebesar itu, pembayar yang katanya menggerakkan ribuan orang mestinya jauh lebih mudah dilacak.
Lalu kenapa malah ngasih peringatan dan ancaman?
Tapi kalau ancaman ini ditujukan pada mahasiswa yang berdemonstrasi, lha, bukankah seharusnya tugas presiden adalah MENDENGARKAN WARGA?
Jangan Teddy mulu yang didengarkan. Dia tuli dengan suara warga Indonesia.
Seorang presiden punya BIN, punya kepolisian, punya akses pada apa pun yang ingin diketahuinya. Bila ia memang tahu siapa pembayar demonstrasi, jalannya sudah ada: panggil, periksa, hadirkan ke pengadilan, biar nama itu diuji di muka hukum.
Kalau yapping gini, kan, malah jadinya ancaman yang justru dilontarkan oleh pucuk pimpinan intelijen negeri ini kepada warganya? Masak presiden yang digaji dari keringat pajak warganya malah mengancam warganya?
Yang tahu merasa ditunjuk, yang tidak tahu jadi takut bersuara, yang mau menyuarakan aspirasinya jadi takut dianggap bayaran.
Gini amat presiden kita.
Orang yang membaca 50 buku dalam sehari, tapi kenapa pidatonya ngenyek-ngenyek dan mirip seperti ini?
Benar kata Feri Amsari: mustahil Prabowo baca buku sebanyak itu.
Orang yang gemar baca buku gak akan ngoceh semirip ini di forum berbeda.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
🚨 PRESIDEN PRABOWO KEMBALI BERPIDATO
Belio menjelaskan penyebab nilai uang kita melemah. Menurutnya, rupiah melemah dikarenakan kekayaan kita yang terus keluar 🤓
Ia menganalogikan jika manusia terus mengeluarkan darah maka ujungnya akan meninggal dalam hal ini collapse.
Namun Prabowo mengatakan...
SAKING KAYANYA NEGARA KITA... TIAP TAHUN KEKAYAAN KITA DIAMBIL ASING, KITA MASIH BERDIRI.
HIDUPP ASENKKK, HIDUPP JACK OUI, MERDEEEEKAAAA... 🔥🔥🔥
Lah rapatnya tertutup….
Duit pajak kita dipake BGN buat ngejalanin proyek MBG mereka, tapi kita gak boleh tau isi rapat mereka dengan @DPR_RI ?
Jadi kita disuruh cuma bayar pajak & diem aja gitu?
Kampus kok dijadikan panggung pencitraan menteri. Dosen & mahasiswa tidak dilibatkan. Ibaratnya ada yg datang ke rumahmu, ngomong seenaknya. Tuan rumah tidak dilibatkan jadi pembicara. Pantas saja mahasiswa marah & protes acara propaganda murahan ini.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.