🤯 Kalau selama ini bikin AI image & video masih serba manual…
Tutorial ini nunjukin cara membangun workflow yang jauh lebih efisien dengan Google Flow. 🚀
Bukan pakai browser extension.
Bukan setup yang ribet.
Tapi sistem yang bisa mengotomatiskan proses pembuatan konten AI dari awal sampai akhir. ⚡
Yang dibahas di tutorial ini antara lain:
🖼️ Generate AI images secara massal
🎬 Membuat AI video dengan workflow otomatis
🤖 Menghilangkan pekerjaan yang repetitif lewat automation
📦 Produksi konten dalam jumlah besar dengan kualitas yang tetap konsisten
📈 Membangun sistem yang bisa menghemat banyak waktu saat membuat konten
Menariknya, workflow seperti ini bukan cuma relevan untuk YouTube Automation.
Kalau dipahami dengan benar, konsepnya juga bisa diterapkan untuk:
🎥 Content creator
📱 Social media management
🏢 Agency
🛍️ Bisnis yang rutin memproduksi konten visual
Tentu, automation bukan pengganti kreativitas.
Tapi ketika ide, distribusi, dan kualitas tetap dijaga, workflow otomatis seperti ini bisa memangkas waktu produksi secara signifikan. 🔥
Kalau kamu sedang serius membangun bisnis konten berbasis AI di 2026, tutorial seperti ini layak masuk daftar yang wajib dipelajari. 👀📚
Satu kesalahan yang sering bikin LP rugi gak sadar:
Tetap parkir di pool yang udah gak produktif 📚
Nih tanda-tanda pool lagi "mati" yang perlu kalian perhatiin:
🔹 Volume 5 menit turun drastis dan gak balik
Dari 500k+ ke di bawah 50k dan udah begitu lebih dari 1 jam
🔹 TVL pool meningkat tapi volume turun
LP baru masuk tapi sepi transaksi = fee share makin tipis
🔹 Jumlah transaksi per 5 menit < 100
Pool practically tidur, fee yang masuk mau dari mana?
🔹 Holder besar mulai exit
Cek top holders di terminal favorit kalian, kalau whale / orang yang push token udah jual, narasi bisa aja selesai
Kalau 2 dari 4 ini terjadi bersamaan:
Bukan soal sabar atau gak sabar
Ini waktunya cari pool lain yang lebih worth it 🎯
Berita di Al-Arabiya, media Saudi 🇸🇦
- 6000 lebih anak-anak keracunan setelah makan MBG
- "logisnya, program ini dihentikan"
- Tetapi Presiden tetap bersikeras melanjutkan
- Presiden mengatakan bahwa korban hanya nol koma nol nol nol nol nol nol nol tujuh belas persen
TOKYO TRAVEL VLOG🗼
Image: GPT Image 2
Video: Seedance 2.0(DomoAI)
=======================
Prompt:
TOKYO TRAVEL VLOG — 15 SEC MUSIC CUT
Subject: Same girl as the reference images. Young Korean idol-like woman in her early 20s. Long straight black hair with soft natural volume, fair porcelain skin, large bright expressive eyes, delicate V-line face, small nose, natural glossy lips, fresh minimal makeup, effortlessly cute and approachable expression. Casual Japanese streetwear (white hoodie / dark oversized hoodie / oversized jacket). 26mm phone lens, deep focus, realistic skin texture, mild HDR, neutral iPhone color science, unedited candid, no cinematic grading, no studio lighting, no light trails, no motion blur effects.
(0:00–0:01) — walking shot, Tokyo Tower reveal Selfie, low angle. Tower behind her, sky overexposed. Natural smile. Neutral daylight, deep focus. Dialogue: "드디어 도쿄에 왔어요...!" Transition: Hard cut / beat drop
(0:01–0:02) — Shibuya Crossing Mid-stride into crowd. Turns head toward camera. Neon signs sharp behind her. Real night exposure. Transition: Fast cut on beat
(0:02–0:03) — Convenience Store Holds onigiri up to camera, eyebrows raised. Harsh fluorescent interior. Cool white light, realistic skin. Transition: Snap cut on beat
(0:03–0:04) — Yoyogi Park Seated, looking away. Dappled light, lens smudge visible. Music drops one beat — wind, birds — snaps back. Transition: Cut on natural movement
(0:04–0:06) — Takoyaki Reaction Bites, eyes wide, pulls back laughing. Warm practical lantern light. Realistic skin in amber. Dialogue: "뜨거워! 진짜 맛있어!" Transition: Cut on laugh end
(0:06–0:07) — Vending Machine Night Stands before glowing vending machine. Mixed LED light on face. Slight smirk. No glow fx. Transition: Single beat cut
(0:07–0:08) — Train Window Face reflected in window. City blurred naturally outside. She looks out, not at camera. Transition: Snap cut
(0:08–0:09) — Torii Gate Low angle. Walks toward and through shrine gate. Gate fills top of frame. Natural daylight. Transition: Snap cut
(0:09–0:11) — Digital Light Exhibit ★ SIGNATURE Looks up slowly. Blue, violet, gold projection on face. Rack focus — face sharp, lights diffused. Just projection on skin, no bloom. Speed: ~60% slow motion Transition: Soft cut mid-upward motion
(0:11–0:12) — Gundam Reveal Face → camera tilts up → full statue in frame. Small impressed smile. Wide angle, natural daylight. Transition: Sharp cut after smile
(0:12–0:13) — Lantern Alley Follow from behind. Lanterns warm, shadows dark. Natural low light. She glances back once. Transition: Cut on forward movement
(0:13–0:14) — Rooftop Skyline Close selfie → arm extends → skyline revealed. Wind moves hair. Natural night phone exposure. Dialogue: "이런 야경은 처음 보는 것 같아요." Transition: Hard cut on last word
(0:14–0:15) — Nara Deer Park, She crouches, holds out a deer cracker. Deer bows toward her — she bursts out laughing. Another nudges her from behind, she nearly topples. Handheld, slightly off-balance. All real. Dialogue: "잠깐! 진짜 절했어!" Transition: Fade to black
@DomoAI_ #DomoAI
GOODBYE POWERPOINT.
Claude 4.7 can create a complete presentation in 60 seconds.
Use these 6 prompts and watch the magic happen.
📌 Save this — it’ll come in handy later.
Seorang developer Jepang nemu satu cara sederhana yang surprisingly efektif buat pakai Claude Code lebih “niat”.
Bukan prompt rumit. Bukan workflow panjang.
Cuma satu skill kecil yang bikin Claude jadi jauh lebih paham konteks kerja kamu. 🧠
Namanya: Find Skills
Cara pakainya simpel:
Install skill-nya dulu
npx skills add https://t.co/dZTHNSNNf7 --skill find-skills
Lalu tinggal tanya:
👉 “Is there any good skill for [your goal]?”
Dan Claude bakal bantu:
nemuin skill yang relevan
langsung apply ke workflow
ngerapihin cara kerja sesuai task kamu
Yang menarik bukan skill-nya doang…
tapi cara ini bikin Claude jadi lebih “aware” sama tujuan kamu, bukan cuma jawab pertanyaan satu per satu.
Katanya, ini juga yang dia pakai buat ngebangun sistem YouTube automation-nya.
Kalau dipakai dengan benar, ini bukan sekadar shortcut…
tapi cara lain buat “ngebentuk cara kerja AI kamu sendiri”.
Gue baru lihat repo ini dan jujur agak kaget.
Dalam waktu singkat, dia bisa tembus puluhan ribu stars di GitHub… dan jadi salah satu repo paling trending. ⚡
Namanya: OpenHuman
Dan yang bikin rame bukan sekadar “AI assistant baru”.
Tapi fitur ini: Super Context
Intinya gini:
🧠 Setiap kali kamu buka chat baru, dia nggak mulai dari nol
📥 Dia langsung scan konteks kerja kamu dulu
💻 Ambil info dari sistem, aplikasi, dan aktivitas kamu
👉 Baru setelah itu jawab, seolah dia udah “ngikutin kamu dari awal”
Hasilnya:
jawaban turn 1 rasanya kayak turn 10.
Yang menarik lagi:
jalan di level OS
bisa nyambung ke banyak aplikasi
jalan lokal (nggak tergantung cloud)
makin lama dipakai, makin “ngerti kamu”
Konsepnya bukan lagi “chatbot”
tapi lebih ke AI yang hidup di dalam workflow kamu.
Masih early banget, tapi arah teknologinya kelihatan jelas:
AI bukan lagi tempat kamu tanya sesuatu…
tapi sistem yang ngerti cara kamu kerja dari dalam.
Repo: https://t.co/YFDy5enHPu
Nih yang perlu desain stikernya buat ngingetin orang orang yang kalo parkir mobil suka suka kontolnya madep mana
Saranku kalo mau cetak, pake stiker kertas biasa aja yang kalo dikletek tuh ngebekas, awokwowkowkwok
Semoga tida berguna yess!!
https://t.co/200fqIQsKi
@badidoyo Semakin kesini semakin sebel dan benci sama akun cenblue, kalau gak asal bacot ya sebar hoax macam gini. Cocok banget jadi buzzer emang cenblue modelan gini
🤯 Gue kira bikin channel YouTube yang bisa menghasilkan uang itu masih butuh kamera, mic mahal, atau minimal berani tampil di depan layar.
Ternyata sekarang... belum tentu.
Gue baru lihat ada channel faceless yang umurnya baru sekitar 1 bulan.
Baru upload 10 video.
Tapi kabarnya udah menghasilkan lebih dari $13.000. 😳
Yang paling gila?
Video terbesarnya tembus 2,7 juta views.
Padahal...
❌ Nggak ada wajah yang muncul.
❌ Nggak ada suara asli.
❌ Nggak ada proses syuting sama sekali.
Yang berjalan justru workflow-nya.
Claude dipakai buat brainstorming puluhan ide video, lalu ngeranking mana yang paling berpotensi viral.
Setelah itu AI nulis script.
AI bikin prompt gambar.
AI bikin visual yang tetap konsisten dari awal sampai akhir.
AI voice yang narasiin.
Terakhir tinggal dirakit sebentar di CapCut, lalu langsung upload. 🚀
Yang bikin gue mikir bukan cuma soal tools gratis yang dipakai.
Tapi cara mereka membangun sistem.
Mereka nggak bergantung pada satu video.
Mereka membangun mesin yang bisa terus menghasilkan video baru dengan alur kerja yang sama.
Dan menurut gue, itu pergeseran yang menarik.
Dulu orang bilang konten adalah soal siapa yang paling kreatif.
Sekarang rasanya konten juga soal siapa yang punya workflow paling efisien untuk terus bereksperimen.
Karena di internet, satu video bisa saja gagal.
Tapi kalau lu punya sistem yang bisa terus menghasilkan ide, nulis, membuat visual, sampai upload tanpa ribet...
Cepat atau lambat, peluang menemukan video yang meledak jadi jauh lebih besar.
Dan mungkin... itulah aset terbesar di era AI sekarang.
Bukan satu video viral.
Tapi mesin yang bisa terus melahirkan video berikutnya. 🔥
https://t.co/ysZ6QHECpk
JUST IN: DOKTER IGD DI NTT MENINGGAL DUNIA USAI DUGAAN INTIMIDASI OLEH DUA ANGGOTA DPRD 🚨🚨
Kronologi:
1. Pada 13 Juni 2026, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), menangani seorang pasien anak korban gigitan ular yang dirujuk ke RS Leona Kefamenanu dari rumah sakit lain. Penanganan dilakukan sesuai standar medis dan melalui konsultasi dengan dokter spesialis.
2. Dalam proses penanganan, keluarga pasien meminta tindakan tertentu yang saat itu belum direkomendasikan secara medis, sementara ketersediaan antivenom juga menjadi kendala.
3. Dua anggota DPRD Kab. Timor Tengah Utara (TTU) yang merupakan keluarga pasien datang ke IGD dan menyampaikan protes dengan nada tinggi. Salah satu di antaranya diduga mengacungkan jari ke arah wajah dr. Icha.
4. Menurut keterangan keluarga, setelah kejadian tersebut dr. Icha mengalami tekanan psikologis yang berat. Ia disebut terus menangis, mengalami trauma, dan menunjukkan perubahan kondisi mental yang sangat drastis.
5. Beberapa hari kemudian, pada 26 Juni 2026, dokter yang baru berusia 27 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia.
6. Keluarga meminta agar kasus ini diproses secara hukum karena menduga tekanan psikologis dan intimidasi yang dialami korban berkontribusi besar terhadap meninggalnya dr. Icha.
7. Pihak DPRD membantah telah melakukan intimidasi. Mereka menyatakan percakapan memang berlangsung dengan nada tinggi karena panik terhadap kondisi pasien, namun membantah adanya ancaman, serta menyebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak rumah sakit.
8. Pemerintah Kab. Timor Tengah Utara (TTU) menyatakan mendukung proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini harus menjadi sorotan publik karena memicu kembali pembahasan mengenai pentingnya perlindungan tenaga kesehatan dari segala bentuk intimidasi maupun kekerasan saat menjalankan tugas.
Rest in Peace, dr. Icha 🥀💔