Gausah kesel kalau didatengin orang pas mereka butuh doang. Itu artinya di mata mereka we’re capable & kind enough to help others. Which means, we’re actually successful as a human being.
Tidak ada manusia yang semestinya menghirup asap sebanyak itu. Tidak ada anak-anak yang seharusnya terkena ispa. Tidak ada yang mau bertanggung jawab sampai hari ini.
Kebakaran hutan masih terjadi. Sebarkan beritanya, bukan apinya. Padamkan apinya, bukan beritanya
Orang naikin isu kebakaran hutan di sosial media itu memang tujuannya agar ramai dibahas, agar ramai diperhatikan. Memang ramai itu tujuannya. Sudah berbulan-bulan dan belum padam juga. Memang tujuannya viral. Masa gini aja nggak paham.
dampak pembakaran hutan semakin meluas dan korban semakin banyak
ini harusnya udah jadi bencana nasional, dijadiin skala prioritas, semua fokus ke situ, tiap hari diomongin, semua bergerak untuk bantu; turun langsung, donasi, share berita, saling sambung info titik yang paling kritis
urusan kenegaraan yang cuma ceremony atau yang bisa ditunda di lain waktu, ditunda dulu aja. satu korban jiwa sudah terlalu banyak, jangan dibiarin gini terus
gue tau, mention @prabowo@RajaJuliAntoni dll di medsos mungkin gak akan mereka liat, tapi seenggaknya ini usaha paling minim; terus lah berisik teman2
lekas pulih, indonesiaku 🥹
Di umur berapa lo sadar, bahwa privilege terbaik yang bisa orangtua kasih untuk anak-anaknya adalah label “berasal dari keluarga baik-baik. Lahir dengan cara yang baik, hidup dengan cara yang baik, dan orangtua lo dikenal sebagai orang yang dihormati karena kebaikannya. Kalo lo dapetin itu, banyak2 bersyukur dan doain mereka ya. Karena untuk mencapai titik itu, prosesnya sangat panjang. 🥲